Kisah Pilu Dua Bocah Kecil Dibalik Meninggalnya Dolviana Abuk

Ilustrasi

Infontt.com,- Di usianya yang terbilang sudah senja, ibuku tetap mencari nafkah untuk anak-anaknya. jam istirahat ibuku tidak seperti yang lain. disaat yang lain tertidur pulas, ibuku berangkat bekerja sampai tengah malam. ya, ibuku seorang cleaning service di tanah sebuah kota .

Setiap tengah malam sebelum majikan akan beristirahat, ibuku mencuci barang barang kotor sisa majikan makan malam hingga bersih. Dengan upah yang sangat kecil, tapi bagi ibuku upah tersebut bisa membiayai anak anaknya di kampung.

Sungguh harga yang tak pantas untuk sebuah pekerjaan yang cukup keras. Namun ibuku ikhlas menjalani profesi itu demi kedua anak-anaknya.

Hatiku selalu menangis jika melihat seorang ibu yang sedang bekerja, badannya yang sudah tua renta harus mengerjakan semua itu dengan tenaganya yang sudah rapuh. Maafkan anakmu , anakmu ini belum bisa membantumu untuk mencari nafkah. Aku hanya bisa berdoa semoga kelak aku bisa membahagiakanmu, agar kelak kau bisa menikmati hari tuamu dengan indah.

Namun nasib dan rencana TUHAN lain. Ibuku entah dibunuh atau apapun itu, yang pastinya ibu hari ini telah tiada dan meninggalkan aku beserta adikku yang kecil.

Doaku untukmu ibu, semoga engkau bahagia di alam sana. Mungkin kita tak bersama secara fisik, tapi secara jiwa engkau masih masih ada dan menjadi inspirasiku ibu.

Love you ibu.(cerita pendek untuk Ibu Dolviana Abuk. Ibu yang pergi merantau untuk membiayai kedua anaknya yang masih kecil. Namun, rencana TUHAN lebih indah. Ibu Dolviana Abuk meninggal dengan cara yang secara manusia tidak wajar).

Kiranya cerita ini menjadi inspirasi bagi kita semua.(Chris Bani)

Ilustrasi
Ilustrasi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *