Waktu berlalu, Pensiun tiba

  • Whatsapp
Corinus Buknoni

Halo pembaca innfontt.com Simak satu cerita berikut ini dari seorang guru yang memasuki masa pensiun sejak 01 Agustus 2017.

Corinus Buknoni

Corinus Buknono lahir di Amfoang (Kab.Kupang ) 27 Juli 1957.
Saya lahr di Amfoang, bersekolah di SR GMIT Bakuin dan menamatkannya pada tahun 1960. Aneh bukan? Saya lahir, tiga tahun kemudian saya sudah lulus sekolah.
Ini kisah panjang, tapi saya sampaikan sedikit saja pada penulis kabar ini agar menjadi pengetahuan belaka.

Bacaan Lainnya

Sesungguhnya tanggal lahir itu berubah ketika saya berumur 21 tahun. Ketika itu saya mau melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama di Kupang. Atas saran DZ Dupu, wakil kepala SMP N ! Kupang, saya diterima dengan catatan terjadi pemotongan umur 4 tahun.

Sejak itu saya bersekolah di SMP N 1 Kupang, antara tahun 1974 – 1976. saelanuutnya saya melanjutkan ke SGO Negeri Kupang antara tahun 1976 – 1980. Tamat dan melanjutkan Diploma 1-FKIP-Undana, mengambil prodi IPA.

Sejak 1 Nopember 1981 saya diterima dan ditempatkan sebagai CPNS. Saya bertugas di SMP negeri 1 Pujut Kabupaten Lombok Nusa Tenggara Barat. Pada tahun 1982, saya dipindahkan ke SMP N 3 Pujut Kabupaten Lombok Barat, NTB.
Saya berada di NTB sampai dengan tahun 1990. Saya mengajukan permohonan mutasi/pindah ke NTT. Permohonan saya diterima, saya ditempatkan di SMP N 1 Amfoang Selatan/Lelogama sampai dengan tahun 2012.
Sejak 2012 – 2017 menjadi Kepala SMP Negeri 1 Amfoang Tengah. Lalu terhitung sejak 01 Agustus 2017 saya dinyatakan pensiun dari tugas ini.

Saya bahagia menjadi PNS (Guru). Saya sungguh sangat setia pada tugas saya dalam segala kondisi yang saya alami,.

Saya berkeluarga, dengan seorang isteri dan 4 orang anak. Tiga anak lahir di NTB, dan seorang di Lelogama. Keempat anak kami sekolahkan, karena dengan ilmu pengetahuan dan ketrampilan mereka kelak dapat hidup dan menjalani kehidupan bersama di dalam komunitas, bangsa dan negara.

Anak sulung saya telah menamatkan kuliah sebagai Sarjana Pendidikan Matematika. Nomor dua Sarjana Hukum, ketiga Sarjana Pendidikan (Sekolah Dasar), dan anak keempat masih kuliah di Universitas Pelita Harapan Jawa Barat, mengambil spesifikasi sebagai calon sarjana pendidikan Matematika.

Satu pesan saya, biarlah kesetiaan menyertai saudara-saudara, teman-teman guru. Setialah dalam tugas, setialah sampai akhir.

Terima kasih.

Begitulah kisah Corinus Buknoni. (**)

 

By : Heronimus Bani

Pos terkait

Tinggalkan Balasan