Sekolah Dasar di Amarasi Selatan Terus Berbenah

  • Whatsapp
Heronimus Bani

Sekolah Dasar di Amarasi Selatan Terus Berbenah

Heronimus Bani
Sejak tanggal 2 Oktober 2016, tim pengamat proses pembelajaran berkunjung ke sekolah-sekolah dasar di Amarasi Selatan. Sekolah-sekolah yang dikunjungi dimulai dari SD Inpres Buraen di Suit, SD Negeri Naet, SD GMIT Koro’oto, SD Inpres Nekmese’, SD Negeri Buraen 1, dan SD Negeri Sonraen. Kunjungan pengamatan ini dilakukan oleh Tim 2, yang terdiri atas: Godho Hermanus (Ketua), Yansens Subnafeu, Yahya Tampani, Lambert Timu, Agatha Runesi, dan Adolfina Tneh.

Bacaan Lainnya

Tim 1 terdiri atas: Oktovianus Bani (Ketua), Pieter JKS Otemusu, Joseba Thao, W.Ratuwalu, Suzana Obehetan, dan Heronimus Bani. Tim 1 mengamati proses pembelajaran di SD Negeri Retraen, SD Inpres Buraen 2, SD Negeri Sahraen, SD Inpres Sahraen, SD Negeri Tarba, SD K St. Fransiskus Xaverius Buraen.

Kedua tim ini didampingi oleh 2 orang Pengawas Pembina SD,yaitu Nehemia Runesi, S.Pd, dan Mardan Tunliu, S.Pd.

Pada setiap akhir pengamatan para pengamat bersama-sama para guru yang diamati berdiskusi bersama. Lalu diakhiri dengan penguatan-penguatan oleh Pengawas Pembina, khususnya oleh Nehemia Runesi, S.Pd sebagai Kepala UPT Dinas P & K Kecamatan Amarasi Selatan.

Nehemia Runesi, mengingatkan bahwa para pengamat mengamati para guru dalam aspek:

Mengajar apa?
Dengan cara apa?
Hasilnya apa?

Sementara pengawas pembina, Mardan Tunliu selalu mengingatkan akan pentingnya penyiapan dan pemanfaatan media/alat bantu pembelajaran. Dengan begitu, apa yang dilihat, dirasakan dan dialami anak (siswa, peserta didik) akan tergambar dalam ingatan mereka.

Beberapa catatan menarik dari kunjungan ini:
Pertama terjadi pertukaran informasi, pengetahuan, ketrampilan, dan produk dari masing-masing sekolah terutama para kepala sekolah.Para kepala sekolah akan kembali dalam keseharian tugas pokok dan fungsi di sekolah. Perbaikan dan pembenahan akan dilakukan setelah melihat, mengamati, bertanya, berdiskusi dan adanya klarifikasi-klarifikasi dari sesama guru dan guru kepala (kepala sekolah).

Kedua adanya kontak/persentuhan dalam proses belajar-mengajar, dimana, ada kegiatan/tugas yang menginspirsi sesama rekan guru. PBM/KBM yang sudah berjalan dapat saja terjadi kekurangan di sana-sini; adalah wajar dan manusiawi.

Ketiga Para guru telah mengajar (membelajarkan) siswa secara baik. Persiapan-persiapan secara administratif oleh semua guru telah ada di depan mata, terlepas dari masih ada beberapa hal yang belum disiapkan secara lengkap. Kesempurnaan diharapkan, namun mengejar kesempurnaan itu masih harus berlelah-lelah dan bukan berleha-leha.

Akhirnya, kondisi topografi dan geografi Amarasi Selatan dan kondisi tertentu digambarkan dalam pantun-pantun berikut ini:

Jalan-jalan ke Sahraen;
Jalan bergelombang berombang-ambing.
Jalan-jalan cari jaringan,
Jalan terus babingung-bengong

Berlelah-lelah di Tarba,
Tabrak aspal panas dan licin.
Bersayu-sayu rona wajah,
Tabrak cahaya rekrut kerut.

Berlelah-lelah di pagi hari,
Siswa bersenda guru menggurui.
Bersenang-senang di senja hari,
Memetik buah hasil menanam.

Seluruh kegiatan akan diakhiri dengan rapat evaluasi oleh para kepala sekolah dengan memfokuskan pada temuan-temuan khusus, ketika berada di 12 unit SD tersebut.(roni)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan