Apakah kita akan menulis Biografi atau Otobiografi VHR Koroh?

  • Whatsapp
Victor Hendrik R. Koroh

Apakah kita akan Menulis Biografi atau Otobiografi V.H.R. Koroh?

Heronimus Bani
Heronimus Bani

1. Pengantar
Seorang peserta rapat Panitia Pembangunan Monumen dan Penulisan Biografi tokoh Victor Hendrik Rassi Koroh (lebih akrab disebut Veki Koroh), menyanggah penggunaan istilah Biografi oleh panitia. Ia mengusulkan agar istilah ini diperbaiki dan disempurnakan menjadi otobiografi (autobiografi). Alasannya, biografi artinya penulisnya adalah pelaku itu sendiri, tokohnya sendiri. Tuan Alex misalnyamenulis tentang dirinya sendiri, maka tulisan itu disebut biografi. Tuan Alex, kisah hidupnya ditulis orang lain, maka tulisan itu disebut otobiografi .
Terlepas dari ketepatan penggunaan istilah, bagi khalayak yang awam dalam rapat itu, hal itu tidak lebih penting dari isi buku yang akan ditulis oleh tim. Dengan cara itu, sebagian atau seluruh kisah hidup dan sepak terjang tokoh yang dimaksud yaitu Veki Koroh dapat terekam. Perekaman dalam bentuk buku ini akan membangkitkan minat baca pada anak dan generasi sekarang pun yang akan datang. Pada giliran berikutnya, orang Amarasi Raya akan bangkit secara kompetitif untuk menghasilkan penulis-penulis yang dapat diandalkan di level lokal daerah, regional, nasional dan internasional.
2. Penggunaan istilah biografi dan otobiografi
Istilah biografi dan otobiografi apakah berbeda?
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia yang dikenal dengan istilah KUBI tulisan Badudu-Zain (2001:189) , biografi artinya, riwayat hidup seseorang; misalnya HAMKA. Sedangkan, otobiografi Badudu-Zain menulis artinya sebagai, riwayat hidup sendiri yang ditulis sendiri. (2001:969)
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), biografi artinya, riwayat hidup (seseorang) yang ditulis orang lain (2005:155); sedangkan istilah kedua KBBI menggunakan dua istilah autobiografi (h.77) dan otobiografi (h.805). Pada halaman 77 KBBI, autobigrafi artinya seseorang yang menulis sendiri autobiografinya; riwayat hidup pribadi yang ditulis sendiri.
Desmon (2007:vi) dalam kata pengantar buku EnsiklopediPeradaban Dunia (EPD) , menggunakan istilah biografi untuk menjelaskan bahwa entri yang berhubungan dengan para tokoh dalam EPD ditulis olehnya, bukan oleh penulis/tokoh itu sendiri.
Biografi adalah kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang. Sebuah biografi lebih kompleks daripada sekadar daftar tanggal lahir atau mati dan data-data pekerjaan seseorang, biografi juga bercerita tentang perasaan yang terlibat dalam mengalami kejadian-kejadian tersebut. Dalam biografi tersebut dijelaskan secara lengkap kehidupan seorang tokoh sejak kecil sampai tua, bahkan sampai meninggal dunia. Semua jasa, karya, dan segala hal yang dihasilkan atau dilakukan oleh seorang tokoh dijelaskan juga. Teks biografi disusun oleh orang lain, bukan oleh diri sendiri (https://id.wikipedia.org/).
Murad Maulana dalam blognya menjelaskan perbedaan antara biografi dan autobiografi (otobiografi). Ia memulai penjelasannya dengan mengutip makna lexical dari dua istilah itu. Setelah mengetahui makna lexical, ia memberikan penjelasan dari sudut pandangnya sendiri (opini) tentang kedua istilah itu. Kutipan opini Murad sebagai berikut:
(1) Informasi yang terkandung dalam sebuah biografi ditulis oleh orang lain dengan mengandalkan studi literatur, dokumen penting, atau bahkan dengan memanfaatkan narasumber sebagai saksinya dalam mengungkap persitiwa dengan fakta-fakta yang ada. Informasi biografi seseorang biasanya akan mengandung hikmah, motivasi dan sejarah penting yang dapat dijadikan suri teladan bagi yang membacanya. Subjek dalam penulisan biografi mengarah kepada orang-orang besar atau tokoh terkenal yang mempunyai banyak jasa, karya ataupun pemikirannya yang banyak bermanfaat untuk kehidupan manusia.
(2)Sedangkan autobiografi atau otobiografi ditulis oleh sendiri atau dengan pengarang lain berdasarkan pengalamannya selama ia menjalani kehidupannya. Biasanya akan berisi informasi mengenai masa kehidupannya dari yang sulit hingga mencapai keberhasilan. Seringkali isi dalam autobiografi hanya menampilkan informasi yang bersifat positif. Sebagai contoh dalam ranah politik seringkali penulisan buku autobiografi dari seorang pejabat bertujuan untuk pencitraan. Walaupun tidak semuanya dengan tujuan tersebut akan tetapi inti dari autobiografi ini adalah agar masyarakat mengenal dan mengetahui dengan apa yang dilakukannya selama ia hidup sehingga bisa diambil hikmah atau pelajaran berharga bagi pembacanya.
(http://www.muradmaulana.com/)
Membaca beberapa tulisan yang mengulas kedua istilah ini,dengan segera orang memahami artinya dan sekaligus teknis implemetasinya.
3. Outline/kerangka tulisan
Sehubungan dengan item penugasan Camat Amarasi Selatan dalam Keputusan Nomor 07/SKEP/KAS/IX/2016, tanggal 01 September 2016, tentang Pembentukan Panitia Pembangunan Monumen dan Penulisan Biografi Viktor Hendrik Rasium Koroh di Buraen Kecamatan Amarasi Selatan, maka penulis merasa perlu untuk menawarkan outline/kerangka penulisan (kepada forum rapat panitia) untuk mendapatkan masukan. Hal ini disadari sejak dini oleh karena produk tertulis itu akan menyeret nama panitia secara kelembagaan, sekalipun panitia itu bersifat ad hock yang akan dibubarkan kelak bila monumen sudah diresmikan dan buku diluncurkan (launcing) kepada publik.
Oleh karena itu, rancangan isi buku secara sederhana nampak sebagai berikut.
I. PENDAHULUAN
1.1. Keluarga dan Masa kecil
1.2. Masa Pendidikan
1.3. Membina keluarga
II. INOVASI PEMBANGUNAN MASYARAKAT PEDESAAN
2.1. Kondisi Amarasi pasca Hendrik Arnold Koroh
2.2. Akhir Swapraja di Amarasi
2.3. Amarasi sebagai Wilayah Kecamatan
III. KE SENAYAN-JAKARTA
3.1. GOLKAR dan Partai Politik di Amarasi
3.2. Menjadi anggota DPR RI
IV. PENUTUP
4.1. Masa Tua dan keluarga
4.2. Akhir Hidup

Mengapa kelihatan sebegitu sederhananya? Jawaban sementara dari penulis adalah, bahwa: 1) waktu yang tersedia sejak terbitnya SK Camat Amarasi Selatan yaitu bulan September, padahal rapat panitia baru memutuskan pendekatan-pendekatan dan metode yang digunakan baru berlangsung pada tanggal 19 Oktober 2016; hasil rapat perlu disosialisasikan kepada masyarakat dan publik pada umumnya; 2) pengumpulan data dan informasi baik primer maupun sekunder dalam tenggat waktu yang pendek akan berdampak pada kualitas tulisan (secara teknis redaksional maupun substansi). Sementara tenggat waktu kerja panitia antara Oktober 2016 – Maret 2017, sekalipun peresmian monumen dan peluncuran buku akan dibicarakan kemudian mengingat dan menimbang momentum yang tepat. 3) faktor akurasi historik (waktu, tempat dan keberadaan sang tokoh). Bagaimana cara agar para penulis mendapatkan data dari Sekretariat DPR RI di Jakarta? Berhubung rekam-jejak Veki Koroh selama berada di Senayan untuk satu periode pengabdian yaitu 5 tahun sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Golkar (belum partai pada masa itu). Ini tidak berarti penulis sedang menjebak panitia agar bisa menerbangkan dan membuat penulis bertandang ke Senayan!
4. Penutup
Apakah kata yang tepat itu biografi atau autobiografi (otobiografi)? Pembaca dapat dengan segera mengetahuinya dari makalah sederhana ini. Kita tidak perlu memperdebatkan kedua istilah ini secara panjang lebar yang memakan waktu, dan menguras pikiran. Beberapa bukti tulisan telah menjelaskannya kepada kita. Kiranya kekeliruan pandangan ini kita maklumi bersama untuk tidak menyesatkan persepsi kita.
Panitia telah menyatakan sikap dan tekad. Kata pepatah terlanjur basah, ya sudah, mandi sekalian. Panitia tidak boleh tanggung dan menggantung pekerjaan ini. Bila hal sedemikian yang dikuatirkan itu terjadi, maka sebagaimana kata orang Kupang, mau taro muka dimana?
Nah, panitia sendiri yang akan menorehkan dengan tinta emas atau tinta hitam yang mudah bernoda.
Mari memberi opini dalam diskusi (sifatnya FDG) ini. Opini yang masuk melalui FDG ini akan penulis bawa sebagai materi dalam tulisan untuk selanjutnya dibahasmatangkan dalam FDG berikutnya. Oleh karena itu, kepada setiap orang yang mengalami (melihat langsung; bersentuhan langsung dalam intensitas waktu yang cukup lama), mengetahui, atau mendengar informasi dapat menyampaikan melalui FDG. Setiap orang yang memegang dokumen (data sekunder) berupa catatan lepas, buku, foto-foto, brosur dan lain-lain dapat memberikannya kepada panitia (seksi penulisan biografi).
Kesemua data dan informasi (primer-sekunder) akan sangat membantu dalam akselerasi penulisan, pembahasan, naskah, editing, dan finalisasi untuk sampai kepada penerbitan.

Sumber Pustaka
Referensi:

Alwi Hasan, et.al, 2005, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi ketiga, Pusat Bahasa Depdiknas, Balai Pustaka, Jakarta

Desmon A. Achmad,et.al 2007, Ensiklopedi Peradaban Dunia, sebuah eksiklopedi praktis nan lengkap 4.000 peristiwa penting, 900 tokoh dunia dan ratusan artikel menarik, Restu Agung, Jakarta

Zain-Badudu, 2001, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Pustaka Sinar Harapan, Jakarta

Website:
https://id.wikipedia.org/
http://www.muradmaulana.com/

Pos terkait

Tinggalkan Balasan