Yairus Mau, Sosok Pemimpin yang Selalu Berada Bersama Masyarakat Kuaklalo

  • Whatsapp
Kepala Desa Kuaklalo

Kupang-InfoNTT.com-, Kepala desa Kuaklalo, Yairus Mau merupakan sosok yang disegani oleh masyarakat. Buktinya terlihat jelas ketika ada kegiatan di desa, dirinya tidak pernah bersusah-susah untuk mengarahkan masyarakat dalam mengeksekusi kegiatan tersebut.

Ketika ditemui media, Sabtu (25/01/2020) di ruang kerja, Yairus mengatakan bahwa dirinya dipercaya oleh masyarakat menjadi pemimpin sejak 3 tahun lalu bukan karena ada apanya, tapi pengalaman di bidang pemerintahan dan juga gereja.

Bacaan Lainnya

Dirinya sudah menjadi aparat desa sejak tahun 2005 dan menjadi ketua pemuda di gereja sejak masa muda. Berbeda dengan desa yang lain, Kuaklalo adalah desa yang paling sedikit jumlah penduduknya, tetapi kaitan dengan kekompakan dalam kerja tidak perlu diragukan lagi.

“Saya kalau batuk saja, masyarakat berkumpul untuk bekerja walaupun informasi itu datang secara tiba-tiba. Apapun kesibukan masyarakat mereka menunda apa yang sudah diagendakan. Budaya kami adalah sama rata, adil dan sama rasa, di mana ketika ada beban kerja di dusun 1, maka dusun 2 dan 3 menjadi tim eksekutor begitupun sebaliknya,” ungkapnya.

Menurut Yairus, pemimpin yang merakyat adalah pemimpin yang harus hadir di tengah-tengah masyarakat kapan saja dan apapun yang akan dilakukan. Banyak orang yang datang ke desa dan ketika mereka sudah di desa, pasti kades ada bergabung dengan masyarakat bersama-sama bekerja, di situ ada kebingungan dan penuh tanda tanya, mana kepala desanya dan kenapa harus bekerja? Bukannya pemimpin mengkoordinir masyarakat?

“Bagi saya, tidak ada sekat antara pemimpin dan masyarakat, tetapi menjadi pemimpin harus menunjukkan apapun yang menjadi teladan bagi masyarakat,” jelasnya.

Ketika ditanya mengenai program desa yang mendongkrak ekonomi masyarakat, dirinya mengakui ada kucuran dana yang cukup besar untuk pemberdayaan bagi masyarakat dan total anggaran tersebut mencapai 200 juta, kemudian dibagi dalam dua item yaitu 100 juta untuk pengadaan ternak babi dan 100 juta lagi untuk ternak sapi paronisasi sebanyak 20 ekor.

“Keuntungan yang didapatkan oleh masyarakat dari hasil usaha, benar-benar mendongkrak ekonomi masyarakat. Bukan hanya masyarakat saja tapi ada kerjasama pemerintah desa dan kelompok pemuda dapat mengelolah semua bantuan yang diberikan dengan baik, yaitu usaha ternak babi, perbengkelan dan saat ini sudah sangat cukup berkembang,” ungkap Yairus.

Sebagai Kades dirinya berharap, kedepan program pemerintah yang disalurkan melalui dana desa, dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat sebab anggaran ini dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat, dengan harapan besarnya adalah akan dibuka lagi sayap BUMDes kaitan dengan usaha simpan pinjam sehingga masyarakat tidak perlu lagi mengakses lembaga keuangan dari luar tapi semua sudah tersedia didalam desa.

Laporan: Mexi Bani

Pos terkait

Tinggalkan Balasan