Wujud Kepedulian SMAN 3 Kupang Timur di HUT RI ke-73

  • Whatsapp
Ilustrasi
Ilustrasi

Kupang-infontt.com,- SMA Negeri 3 kupang Timur mengikuti pawai karnaval HUT RI ke-73 tingkat kecamatan bersama siswa siswinya, Rabu (15/08/2018) siang. Hal ini disampaikan Philipus Klau Nahak, Kepala SMAN 3 Kupang Timur ketika dikonfirmasi infontt.com.

Karnaval ini wajib diikuti karena menurut Fhilipus,merajut kebersamaan di HUT RI merupakan suatu kreasi seni dan pembelajaran. Karena biasanya sasaran utama dalam pembelajaran adalah kompetensi karena itu kompetensi haruslah menjadi prioritas.

Bacaan Lainnya

“Kegiatan-kegiatan seperti ini wajib para siswa diikutkan karena dapat memperkuat serta menyikapi permasalahan yang terjadi baik di sekolah maupun di tengah masyarakat dan juga lingkungan keluarga,”ujarnya.

Ia menambahkan, kompetensi memang harus ditantang dan harus di uji, kapan dan di mana saja untuk mendapatkan kenikmatan suatu proses atau perjuangan. Dalam mengembang prinsip pembelajaran  diutamakan juga pembelajaran tentang budaya serta pemberdayaan siswa sebagai sesuatu yang perlu dihayati, karena merupakan wujud dari kompetensi berkreasi kecakapan abad ke 21.

“Momen 15 agustus 2018 kemarin adalah bukti nyata keterlibatan SMA Negeri 3 Kupang Timur dalam Pawai karnaval dan kreasi dalam rangka menyongsong Hari Ulang Tahun Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke 73,”jelasnya.

SMA Negeri 3 Kupang Timur adalah salah satu sekolah negeri yang berada di Kabupaten Kupang, tepatnya di Kecamatan Kupang Timur, yang secara admistratif berada dalam lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Secara de facto turut ikut mengambil bagian pawai karnaval ini serta menampilkan beberapa kegiatan kreasi seperti drum band, gerakan seni tari barisan bhineka dan pramuka dalam karnaval 15 agustus 2018 adalah wujud kepedulian terhadap bangsa. Keikutsertaan ini, besar harapan hari ini dan kedepannya semangat lebih ditingkatkan sebagai wujud kepedulian terhadap penguatan pendidikan karakter untuk lapisan publik.

“Kami selalu menempatkan pancasila sebagai ideologi Negara dan pandangan hidup bangsa, yang senantiasa mewujudkan tingka laku dan kerakter kebangsaan yang realitas,nasionalisme, kemandirian dan gotong royong serta integritas searah dengan kurikulum 2013,”pungkasnya Philipus.

Laporan: Julio Faria

Editor: Rocky Tlonaen 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan