Wow!! Ini Yang Anda Temui Ketika Ke Kota Kupang

  • Whatsapp
Bandara El-Tari Kupang

Hay!! Udah pada pernah mengunjungi Kota Kupang? Atau ada rencana mengunjungi Kota Kupang sehingga nyasar di blog ini? Hehehehe. Anda sudah berada di tempat yang tepat. Menjadi seorang traveler selama 4 tahun, Kota Kupang adalah kota favorit dari semua tempat yang ane kunjungi gan. Emang apanya yang difavoritkan? Gersangnya? Panasnya? Cari air susah?

Jujur ane tidak pernah memandang kenyamanan sebuah tempat hanya dari enaknya aja gan, tapi ane menggabungkan semuanya: keramahan masyarakat, kebaikan masyarakat dan bagaimana cara mereka menerima turis lokal maupun mancanegara, wisata apa saja yang ada disana, apakah ada pantai, apakah ada gunung. Jika semuanya mendapat nilai lebih, ane akan memberinya gelar kota terfavorit. Ini dia gan review Kota Kupang dari sudut pandang ane:

1. Menggunakan istilah lampu untuk menyebut nomor bemo (angkot)
Misal : Bemo lampu 10, lampu 6, lampu 1
Ane masih ingat, sering-seringnya naik angkot itu pas SMP. Kalau sekarang udah jarang karena seringnya naik motor, kalau nggak naik bis. Dan ane masih inget dengan jelas, biasanya kita akan menggunakan istilah “angkot nomor 1, nomor 7, nomor 10” untuk merujuk ke suatu jurusan angkot tertentu. Tapi di Kupang ini lain gan, istilah “bemo” lebih banyak digunakan untuk menggantikan istilah “angkot”, dan mereka menggunakan istilah “lampu” untuk merujuk kepada nomor bemo. Mungkin karena di bagian nomor bemonya dikasih lampu warna-warni kali ya, makanya disebut lampu.

2. Bemo=Diskotik berjalan, kadang susah ngomong stop karena terlalu berisik
Kalau agan-agan semua pernah berkunjung ke Indonesia timur, pasti tidak asing dengan istilah “diskotik berjalan” yang diberikan kepada bemo. Julukan ini dikarenakan kebanyakan bemo di Kupang akan menghidupkan musik dengan volume sangat keras saat di jalan. Bahkan saking kerasnya, kadang duduk aja sampai geter karena bass-nya ada di bawah tempat duduk. Lagu-lagu yang diputar kebanyakan itu lagu Ambon, lagu daerah Kupang (lagu cinta, bukan lagu pakai Bahasa Daerah), atapun lagu disko. Kadang mau ngomong “Kiri kak” aja susah banget, harus ketok-ketok jendela pakai koin, kalau nggak tepuk tangan. Tapi tepuk tangannya harus di momen yang tepat ya gan, kalau tiba-tiba agan tepuktangan pas musik mati, malah jadi ackward banget gan.

3. Menggunakan istilah kakak nona/kakak nyong untuk menyebut kakak yang lebih tua
Istilah mbak/mas jarang digunakan disini.
Kalau agan-agan datang ke Kupang dan mulai bersosialisasi dengan orang lokal, dipastikan mereka akan memanggil agan “kakak”. Biasanya ditambahkan juga istilah “kakak nyong” (untuk laki-laki) atau “kakak nona”(untuk perempuan). Istilah mas/mbak jarang digunakan disini, paling oleh pendatang dari Jawa (eitss banyak lo pendatang dari Jawa Timur/Tengah, biasanya mereka berdagang disini, kebanyakan dagang salome). Tapi bukan hal haram kok mengatakan mas/mbak, boleh-boleh saja digunakan wkwkwk.

4. Menggunakan istilah mama untuk ibu, bapa untuk bapak, mamatua untuk nenek, bapatua untuk kakek
Istilah Buk, Pak, apalagi Mbah jarang digunakan di Kupang gan wkwkwk. Indeed, mereka menggunakan istilah mama untuk menyebut ibu-ibu. Mama disini nggak harus mama kandung mereka ya gan, tapi setiap perempuan yang lebih tua boleh dipanggil mama meski nggak ada hubungan darah. Demikian juga dengan Bapa, Mamatua dan Bapatua. Jadi jangan manggil “Mbah” ya di Kupang. Kagak ada yang ngerti wkwkwk. Budaya pemanggilan ini juga berlaku di Maluku, Papua dan sebagian besar pulau-pulau di Indonesia Timur gan. Kalau di Jawa mau nyoba manggil mama untuk ibu, paling ntar disorakin temen agan, “Emang kapan dia nikah sama babe lu?” wkwkwk.

5. Potongan rambut paling terkenal untuk nyong (laki-laki) adalah mohawk
Kalau kalian berkunjung ke Kupang dan memperhatikan potongan rambut cowok disini, dipastikan sebagian besar akan memakai model mohawk (disisakan njambul di tengah). Entah kenapa model potongan rambut ini sangat tenar, bahkan anak-anak SD sekalipun juga memakai ini. Setahu ane potongan rambut jenis ini juga tenar sampai Timor Leste. Kalau untuk cewek sih potongan rambut lebih bervariasi. Tapi kebanyakan luruus rambutnya karena suka catokan, beberapa lurus asli.

6. Kadang dijumpai warga lokal berwajah Portugis
Kalau agan-agan sedang berjalan-jalan di bagian Kota Kupang yang banyak orang lokalnya, perhatikanlah wajah mereka sekilas. Kalau agan cukup lihai memperhatikan, pasti agan akan menjumpai banyak kakak/adik/mama/bapa yang berwajah blasteran Portugis. Jika agan-agan membaca sejarah Pulau Timor, tentu tidak kaget karena Portugis pernah mendiami dan menguasai Pulau Timor cukup lama . Dalam kurun waktu tersebut tentulah mereka menikah dan menghasilkan keturunan, tidak mustahil juga menikahi orang lokal. Makanya banyak yang berwajah blasteran Portugis dengan hidung mancung.

7. Harga daging ayam lebih mahal daripada daging sapi
Kalau ke Kupang dengan uang terbatas, ane sarankan jangan makan ayam kecuali harganya udah terpampang dengan jelas. Hehehe. Disini ayam termasuk makanan yang cukup bergengsi dengan harga mahal. Beda dengan di Jawa,makan nasi ayam di Olive sama es teh aja bisa Rp 6000,00. Disini satu porsi ayam aja (tanpa nasi dan minum) bisa Rp 25.000,00. Kalau dengan nasi dan minum mungkin bisa > Rp 30.000. Hal sebaliknya berlaku untuk daging sapi. Di Kupang daging sapi justru dihargai lebih murah daripada ayam karena NTT merupakan salah satu sentra produksi sapi nasional. Jadi kalau mau puas-puasin makan daging sapi, disini tempat yang tepat. Biasanya seporsi nasi campur (dengan daging sapi) atau nasi rendang antara Rp 12.000 sd Rp 15.000.

8. Motor bisa diikatkan di belakang bis jarak jauh, tarifnya setara dengan tarif 1 orang
Sewaktu ane mau mengambil data skripsi di Pasuruan, ane harus mengirimkan motor melalui jasa ekspedisi, dan sebagai implikasinya harus menggunakan jasa pengiriman kereta api yang biayanya mencapai Rp 300.000,00. Huft, mahal ya. Tapi tarif kirim motor yang mahal ini tidak berlaku disini. Misal agan mau touring ke Timor Leste, tapi males bawa motornya dari Kupang ke Atambua karena jaraknya terlalu jauh, maka agan bisa naik bus dengan motor agan diangkut oleh bus (diikat dengan tali di belakang bus). Tarifnya pun cukup murah, setara 1 orang dewasa, sekitar Rp 60.000-Rp 85000.

9. Jarang ada yang merokok, tapi mengunyah sirih pinang
Berbulan-bulan tinggal dan bersosialisasi dengan orang Kupang, ane melihat suatu keanehan yaitu ane jarang menjumpai kaka nyong/bapa/bapatua yang merokok. Well jarang disini bukan berarti tidak ada ya, masih ada kok yang merokok tapi jumlahnya sangat minim. Mereka lebih memilih mengunyah sirih pinang, yang bisa dibeli satu ikat Rp 2000,00. Well, selain lebih murah juga lebih sehat kan?

10. Motor banyak yang nggak ada platnya, dan itu nggak masalah
Kalau di Jawa ketahuan motor kita nggak ada platnya pasti langsung deh, “Priiiitttt”, disuruh menepi kemudian disuruh bayar denda dimana denda itu masuk ke kantong pak polisi sendiri bukan ke kas negara. Tapi di Kupang lain gan, dengan alasan kelangkaan plat nomor (ane nggak tahu kok bisa langka, soalnya di Solo banyak banget yang jualan plat motor KW), banyak kendaraan yang tidak pakai plat disini dan itu tidak masalah. Tidak masalah disini artinya harus tetap punya STNK ya. Tapi setau ane polisi disini nggak terlalu agresif gan. November 2014, ane melakukan perjalanan dari Kupang ke Fatumnasi pakai motor tanpa plat, dan baik-baik saja gan.

11. Sangat menghargai dan menghormati pendatang
Dari sebagian besar pengalaman traveling para blogger yang ane baca, kebanyakan dari mereka memuji keramahan dan kebaikan masyarakat Timor pada umumnya. Mereka selalu menggambarkan menemukan keluarga baru jika berkunjung kesini. Well, ane sendiri juga merasa begitu gan. Mereka sangat menghargai dan menghormati pendatang. Dari mana saja. Kayaknya untuk yang ini agan harus membuktikan sendiri.

12. Salah satu Mall yang ada disini, Mall Flobamora, 80 % hanya berisi Ramayana
Kalau di Jakarta kita bisa menjumpai ratusan mall, di solo bisa dijumpai puluhan mall, di Kupang kita Cuma akan menjumpai 2 mall gan. Mall Flobamora, singkatan dari Mall (Flores, Sumba, Timor, Alor) dan Lippo Plaza. Mall Flobamora ini berada di jalan El Tari dimana isinya 80 % Cuma Ramayana. Di lantai bawah bisa dijumpai KFC (tapi ayam mahal ya, jangan lupa wkwkwk).

13. Ojek banyak dijumpai dimana-mana
Salah satu mata pencaharian utama pemuda Kupang adalah ngojek. Ngojek biasa dilakukan juga oleh para mahasiswa untuk mencari uang tambahan. Pokoknya ada motor, bensin dan helm 2, siap gowess. Tarif ojek bervariasi antara 5000 (jarak dekat) sampai 15000 (jarak menengah) dan > Rp 15.000 (jarak jauh). Untuk menemukan ojek cukup mudah, tinggal berdiri di pinggir jalan nanti biasanya ada yang nawarin “ojek kakak?”, kalau nggak tinggal nyari aja pengemudi motor yang bawa helm 2, trus tinggal teriak “ojeeek”.

14. Suka menyingkat-nyingkat kata
Contoh: sudah menjadi su, beta menjadi b, pergi jadi pi/pigi
Pengaruh Budaya Ambon memang sangat kuat di Kota Kupang gan. Bisa dikatakan, banyak sekali kata-kata serapan yang mereka dapatkan dari Ibukota Provinsi Maluku itu. Salah satu contohnya adalah dalam mengucapkan kata, maysrakat Kupang suka menyingkat-nyingkatnya seperti sudah menjadi su, beta menjadi b, pergi jadi pi/pigi, saya menjadi sa, saja menjadi sa, dan lain-lain. Oya beberapa kata lokal yang sering digunakan: sonde (tidak), tapisah (terpisah), lu (kamu), katong (kita), besong (kalian), unk (kepunyaan), maitua (pacar perempuan), paitua (pacar laki-laki)
Contoh: pergi saja menjadi pi sa.

15. Masih dijumpai buaya di pantai/kali-nya
Well, ane sendiri kurang yakin pantai mana saja yang masih ada buayanya, yang yakin si salah satunya Kali Manikin. Yang jelas, kalau agan googling, udah cukup banyak lo kasus ada warga lokal yang tewas karena diserang/diterkam buaya. Lihat aja disini kasusnya. Well, ane harap agan selalu berhati-hati dan menanyakan info keamanan pantai dahulu ke warga sekitar sebelum berenang di pantai ya gan.

16. Makanan khasnya daging asap/sei sapi/babi
Kalau agan-agan sudah di Kota Kupang, jangan lewatkan hidangan khas Kota Kupang ini ya. Sei berasal dari Bahasa Rote yang artinya daging, istilah awamnya daging asap gan. Sei ini cara pembuatannya begini gan, daging sapi diiris tipis memanjang, kemudian diberi bumbu-bumbu tertentu dan diasapi dengan bara api sampai matang. Itulah kenapa dinamakan daging asap, karena memasaknya cuma dengan asap bukan tersentuh dengan bara api langsung. Di Kupang sendiri, ada 2 warung makan daging sei yang cukup terkenal yaitu di Baun (25 km sebelah utara Kota Kupang), serta RM Sei Petra di Oebufu Kota Kupang yang buka dari jam 09.00 sd 16.00. Sei ini kalau dibawa untuk oleh-oleh bisa tahan 3 hari gan, sementara kalau dibekukan bisa beberapa bulan.

17. Universitas negeri yang paling terkenal adalah UNDANA (Universitas Nusa Cendana)
Bukan maksud apa-apa, tapi berdasarkan pengamatan ane, Universitas Negeri paling terkenal di Kupang itu Undana gan. Banyak lulusan SMA se-NTT yang bersaing masuk kesini karena Undana merupakan Universitas negeri paling bagus di NTT, bahkan masuk 100 besar universitas terbaik di Indonesia menurut data dari 4ICU dilihat dari data Google Page Rank , Majestic SEO Referring Domain serta Alexa Traffic Rank.

18. Tidak ada Indomaret/Alfamart, apalagi 7eleven
Info ini cukup penting bagi traveler dengan gelar Indomaret/Alfamart loverz. Di Kota Kupang belum dijumpai kedua supermarket ini gan. Tapi tidak usah kawatir, karena cukup banyak kok toko-toko kelontong/supermarket lokal dengan harga yang cukup bersaing dan terjangkau. Well, ane sih dalam hati justru berharap kedua supermarket mungil raksasa itu tidak sampai menembus Kupang. Karena kalau sampai itu terjadi, bisa ditebak donk ya, perekonomian masyarakat lokal akan terganggu terutama mereka yang memiliki usaha kelontong.

19. Harga seafood/ikan lebih murah dari Jawa
Mau menikmati ikan laut besar-besar super segar, kepiting, cumi, udang dengan harga terjangkau di Kupang-lah tempat yang tepat gan, tepatnya di Pasar Malam Kampung Solor yang buka mulai dari pukul 17.00 sampai 22.00. Disini agan bisa menjumpai penjual seafood dari ujung utara sampai selatan dengan harga yang cukup bersaing serta bisa ditawar. 1 porsi ikan nila bakar besar segar dihargai Rp 35.000,00. 1 porsi kepiting asam manis super gemuk diharagai Rp 50.000,00. 1 porsi cumi saos tiram dihargai Rp 24.000,00. Mantap.

20. Banyak warung makan Padang dan Jawa
Bagi traveler Muslim yang takut makan di warung makan lokal, tidak udah kuatir dan bawa pop mie banyak-banyak karena di Kupang ini cukup banyak dijumpai warung makan Jawa dan Padang dengan harga terjangkau gan. Sekali makan akan ditarif Rp 10.000 sd Rp 15.000 tergantung lauk.

21. Jarang ada yang naik sepeda kayuh (motor atau naik bemo)
Entah kenapa, di Kupang itu ane jarang sekali menjumpai mereka yang naik sepeda ontel gan. Kebanyakan dari mereka itu kalau nggak naik motor, naik bemo ya jalan kaki. Sepertinya sepeda metode transportasi yang kurang diminati disini.

22. Masih gampang dijumpai penjual minyak tanah
Di jawa, terlebih di kota-kota besar, mungkin kita akan sangat sulit sekali, bahkan tidak akan menjumpai minyak tanah, karena sebagian besar sudah digantikan oleh gas/listrik. Tetapi beda dengan di Kupang gan, disini masih cukup mudah dijumpai minyak tanah dengan harga Rp 5500,00/liter. Murah ya? Karena disini kompor minyak masih umum digunakan gan.

23. Lagu yang digemari adalah lagu-lagu Ambon
Selain kata-kata serapan hasil asimilasi dengan budaya Ambon, ternyata lagu-lagu Ambon juga sanggup menembus Kota Kupang dan menjadi cukup tenar gan. Bisa dikatakan, musik Ambon menjadi favorit hampir sebagian besar pemuda-pemudi Kupang.

24. Ada 1 bioskop yaitu Cinemaxx Lippo Plaza Kupang
Waktu ane berkunjung ke Kupang terakhir kali (Nov 2014), ane belum menjumpai bioskop disini gan. Tapi agan tidak perlu kuatir karena sejak 2015, sudah dibuka bioskop perdana di Kupang yang ada di Lippo Plaza. Hal ini tentulah menunjukkan perkembangan Kota Kupang ke arah yang lebih baik dan modern, implikasinya bisa meningkatkan lapangan pekerjaan dan perekonomian lokal. Happy watching movie!!

Bandara El-Tari Kupang
Bandara El-Tari Kupang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

1 Komentar

  1. Mantap reviewnya kak
    Beta bangga dan senang menjadi warga kota kupang kota kasih

    B mau tambah kak
    Di kupang sekarang su ada transmart, hahahaha