Welem Taopan Mengajak Masyarakat Baumata Barat Berpikir Modern Demi Peningkatan Ekonomi

  • Whatsapp
Welem Taopan

Kupang-InfoNTT.com-, Menjadi Pemimpin yang berhadapan dengan langsung dengan masyarakat ada suka dan dukanya. Hal ini disampaikan oleh Welem Taopan,S.Sos, pejabat sementara Kepala desa Baumata Barat, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang ketika ditemui media ini, Jumat (24/01/2020) di ruang kerja.

Satu tahun menjabat sebagai kepala desa, Welem diperhadapkan dengan berbagai persoalan dalam desa. Kendala yang paling mendasar adalah struktur kepemimpinan dalam desa yang saat ini menjadi pincang. Di mana, dulunya staf desa berjumlah 5 orang, tapi ada pertimbangan tertentu sehingga yang ada saat ini hanya 3 orang saja.

Welem yang sebelumnya mengabdi pada bagian Kesra Kabupaten Kupang selama 30 tahun, berharap agar aturan atau kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah tidak mempersulit akan pelayanan di tingkat bawah.

Ditambahkannya, jika ada pertemuan bersama pemerintah daerah dengan pemerintah desa, banyak kepala desa yang mengusulkan agar ada perubahan dari aturan tersebut, karena apabila dibiarkan maka berdampak langsung pada pelayanan di desa.

“Kami menunggu hingga saat ini belum ada titik terang, tapi sebagai pemimpin di desa, saya akan mencoba mengambil kebijakan agar kekosongan jabatan di desa harus diisi walaupun jabatan tersebut berstatus sebagai tenaga kontrak di desa,” ujar Welem.

Berbagai upaya dilakukan dengan memanfaatkan dana desa, khususnya dana BUMDes yang dialokasi untuk bidang Pemberdayaan masyarakat. Ada beberapa kegiatan yang dirancang dengan memanfaatkan dana desa, yaitu pelatihan menjahit, pembuatan pupuk organik yang pesertanya adalah perwakilan dari 5 dusun masing-masing dua orang.

Pemerintah desa juga memfasilitasi masyarakat dengan berbagai alat-alat ketrampilan dengan harapan ada pengembangan dari tenaga yang dilatih. Sejauh ini yang berjalan ada kelompok menjahit, di mana sudah menerima pesanan dari luar desa.

Harapan besar Welem agar potensi yang ada pada masyarakat terus dipupuk dengan pelatihan yang mendongkrak ekonomi masyarakat, karena letak desa sangat dekat dengan kota. Usaha semaksimal mungkin untuk merubah pola pikir masyarakat adalah syarat mutlak, karena dunia usaha saat ini terus berkembang dan apabila tidak bergerak maju,maka orang lain yang akan maju mendahului.

Lanjut Welem, wilayah desa Baumata Barat berada persis di tengah kota. Jika tidak disertai dengan pola pikir yang modern, maka status desa itu akan tetap menjadi desa swadaya.

“Teman-teman yang saat ini mendampingi saya selalu berpikir optimis, sekalipun ada keterbatasan tenaga kerja yang membuat mereka harus merangkap kerja yang lain. Pekerjaan yang dipercayakan sekarang adalah tanggung jawab yang perlu diselesaikan karena ini adalah lahan di mana kita tanam dan tuai,” pungkasnya.

Laporan: Mexi Bani

Pos terkait

Tinggalkan Balasan