Wakil Ketua dan Bendahara DPC Partai Demokrat Kabupaten TTS Dukung Moeldoko

  • Whatsapp
Wakil Ketua Simon Bin A. Liunokas dan Bendahara DPC Partai Demokrat Kabupaten TTS Miel S.Th. Teftae.

Soe-InfoNTT.com,- Jelang pengesahan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat Sibolangit-Deliserdang, Sumatera Utara oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham RI), dukungan terus berdatangan dari sejumlah kader dan pengurus Partai Demokrat di daerah.

Setelah keberanian Paul Papa Resi, Wakil Ketua Badan Pembinaan Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) Partai Demokrat Provinsi Nusa Tenggara Timur yang nyata-nyata mengaku sebagai pendukung KLB Deliserdang, kini kader Partai Demokrat di kabupaten juga ikut serta mendeklarasikan dukungan yang sama terhadap Kepemimpinan Partai Demokrat versi KLB Deliserdang berikut hasil-hasil Keputusan KLB termasuk terpilihnya KSP Moeldoko sebagai Ketua Umum Periode 2021-2025.

Wakil Ketua Simon Bin A. Liunokas dan Bendahara DPC Partai Demokrat Kabupaten TTS Miel S.Th. Teftae dalam pernyataan pers, Sabtu (27/03/2021) di Soe, mengaku tidak gentar sedikitpun jika nanti harus dipecat dari kepengurusan dan keanggotaan Partai Demokrat kubu AHY atas sikap politik yang diambil.

Kedua kader aktif Partai Demokrat di kabupaten Timor Tengah Selatan ini menilai penyelenggaraan KLB adalah langkah tepat untuk menyelamatkan organisasi dari keterpurukan akibat “politik dinasti” dan semakin yakin sikap yang diambil adalah hak yang tercermin dalam dinamika berpartai apalagi pilihan untuk bergabung dengan kubu Moeldoko merupakan pilihan yang sesuai hati nurani.

Pernyataan kedua pengurus aktif ini sekaligus membantah berbagai spekulasi yang berkembang sebelumnya seolah-olah di NTT tidak ada kader yang mendukung KLB Deli Serdang, Sumatera Utara.

“Sejak awal kami sudah dukung KLB, jadi bukan baru sekarang. Sehingga tidak benar kalau ada spekulasi bahwa di daerah khususnya di NTT tidak ada kader yang dukung KLB. Sikap kami jelas 100% dukung KLB karena Partai Demokrat memang harus diselamatkan dari keterpurukan akibat politik dinasti,” ungkap Simon Liunokas.

Sementara itu, Miel S.Th. Teftae, salah satu fungsionaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Timor Tengah Selatan yang juga merangkap Bendahara mengaku dihubungi oleh beberapa orang senior untuk bergabung dengan kepengurusan versi KLB.

“Ya, saya dihubungi oleh beberapa senior. Tapi sebenarnya sebagai kader, saya berhak untuk menyatakan sikap politik saya. KLB itu diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sehingga tidak perlu panik. Apalagi di Demokrat, KLB pernah terjadi dan berulang kali terjadi. Secara pribadi dan sebagai kader saya tidak setuju kalau KLB Deliserdang disebut sebagai kudeta. Kudeta apanya? Siapa yang mengkudeta siapa? Kudeta itu memiliki arti perebutan kekuasaan pemerintahan dengan paksa,” ujarnya.

Menurut Miel, fakta yang terjadi adalah Moeldoko terpilih melalui forum permusyawaratan tertinggi partai yaitu Kongres Luar Biasa. Jangan ini dibilang kudeta. “Kudeta itu yang terjadi di Myanmar, bukan di Partai Demokrat. Makanya saya mau mengajak teman-teman loyalis AHY di NTT khususnya di TTS untuk tidak saling menyerang. Mari tenang sambil menunggu hasil akhir karena Kemenkumham sedang meneliti dokumen KLB dan Kepengurusan kubu Moeldoko,” harapnya.

Selain mendeklarasikan dukungan terhadap Ketua Umum Moeldoko, kedua kader Partai Demokrat di kabupaten Timor Tengah Selatan ini juga meminta Kemenkumham untuk segera mengesahkan Perubahan AD/ART dan Kepengurusan Partai Demokrat Periode 2021-2025 hasil KLB Deliserdang tanggal 5 Maret 2021.

Dirinya berharap Kemenkumham segera sahkan jika semua dukumen sudah dinyatakan lengkap. Ini penting agar di internal Demokrat tidak saling menghakimi, mengintimidasi apalagi menekan dan sebagainya. Memang keputusan Menkumham tidak akan memuaskan semua pihak. Tapi itu konsekuensi dari keputusan pejabat tata usaha negara.

“Jika nanti Kepengurusan kubu Moeldoko yang disahkan dan teman-teman di kubu AHY merasa tidak puas ya bisa tempuh upaya hukum, misalnya menggugat di pengadilan sebab legalitas partai hanya bisa diuji di ranah hukum. Saya hanya mau bilang, jika nanti kubu AHY menang sudah pasti kami dipecat, sebaliknya jika kubu Moeldoko menang kami berjanji akan merangkul teman-teman loyalis AHY untuk berjuang bersama-sama membesarkan Partai Demokrat”, tegas Miel. (*Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan