Veki Banfatin: Paket Terkini Mendukung Penumpasan Kelompok Radikal

  • Whatsapp

Kupang-infontt.com,- Penertiban dan penegakan hukum bagi organisasi radikal dan anti Pancasila harus lebih dipertegas dan pesan perdamaian harus disampaikan kepada masyarakat sebagai salah satu langkah menangkal radikalisme. Hal ini disampaikan Selvester Banfatin atau biasa disapa Veki Banfatin, Bakal Calon Bupati Kupang ketika diwawancarai media ini, Sabtu ,(13/5/2017) terkait isu radikalisme.

Bacaan Lainnya

Dalam wawancara tersebut Veki menegaskan bahwa peran penting masyarakat dalam menangkal paham radikal dan anti Pancasila sangat diperlukan karena sasaran utama dari paham tersebut adalah masyarakat itu sendiri dan perlu komunikasi dan dialog rutin agar paham tersebut tidak merebak ke lapisan masyarakat.

“Menurut saya, radikalisme berawal dari pemahaman individu yang dangkal, disertai dengan kondisi kehidupan sosial yang kurang adil. Maka akan muncul tindakan tindakan yang merugikan tatanan kehidupan sosial yang ada, dan solusinya pesan pesan perdamaian harus gencar digalakkan untuk menangkalnya,” ungkap Veki.

Ia menambahkan, selain menyampaikan pesan perdamaian, seluruh unsur harus mampu membangun tatanan ekonomi yang baik serta menciptakan demokrasi yang utuh. Menurut Veki Banfatin, hal inilah yang mampu melahirkan pemimpin yang peduli pembangunan, sehingga tidak ada lagi ruang untuk pihak tertentu mengacaukan keadaan.

“Saya berharap radikalisme tidak terjadi di NTT khususnya Kabupaten Kupang, agar masyarakat merasa nyaman dalam beraktifitas. Marilah kita berjuang dan berupaya bersama sama agar masyarakat bisa aman, damai dan sejahtera,” jelas Veki disela-sela pendaftaran paket TERKINI di DPC Gerindra Kabupaten Kupang.

Veki Banfatin juga menegaskan bahwa paket Terkini merupakan salah satu paket yang sangat anti radikalisme dan radikalisme harus dibersihkan dari negeri ini. “Terkini sangat cinta NKRI, dan saya mau sampaikan bahwa Terkini sangat anti radikalisme dan pastinya selalu mendukung penumpasan kelompok-kelompok radikalisme,”tegasnya. (Chris Bani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan