Tingkatkan Produktifitas Ekonomi Rakyat, Desa Oemolo Bangun Jalan Usaha Tani

  • Whatsapp

Kupang-InfoNTT.com,- Hampir 90 persen masyarakat Desa Oemolo di Dusun Tinis, kecamatan Amabi Oefeto Timur bekerja sebagai petani, karena itu pembangunan jalan tani yang bersumber dari dana desa dinilai sangat tepat dan bermanfaat.

Bacaan Lainnya

Salah satu masyarakat yang ditemui media ini, Markus Kause, Selasa (26/2/2019) selaku petani yang kegiatan sehari-harinya cuma di kebun bahkan ia memutuskan untuk tinggal di kebun bersama istri serta anak-anaknya mengatakan bahwa dirinya sudah 50 tahun bertani, dan baru kali ini merasakan panen yang luar biasa karena akses jalan tani dipermudah.

“Jalan tani ini mempermudah akses tranportasi ke kebun, sehingga yang dulunya kami pikul hasil keluar ke jalan umum baru mobil bisa muat, sekarang bisa langsung masuk di lokasi kebun tempat kami menanam. Jadi kami sangat bangga dengan program pemerintah, dan langsung di respon oleh bapak desa dan bisa membantu kami masyarakat Desa Oemolo,”ungkapnya.

Markus juga berharap agar sisa jalan tani dua kilometer ini bisa secepatnya dikerjakan, sehingga kendaraan yang masuk ambil hasil bisa seluruhnya diambil. “Tentu rasa syukur kami ditahun ini karena hasil panen bisa dibawa ke pasar tanpa harus bersusah paya pikul dengan jarak yang cukup jauh.

Kornelis Babys selaku kepala desa oemolo ketika di konfirmasi terkait jalan usaha tani ini berharap agar dengan ada jalan tani ini masyarakat Desa Oemolo lebih giat lagi untuk bertani sehingga bisa mendorong perekonomian ke tingkat yang lebih tinggi demi mencukupi kebutuhan masyarakat sehari-hari.

“Kami terus berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan kelancaran transportasi di Kecamatan Amabi Oefeto Timur khususnya Desa Oemolo. Pemerintahah Desa melaksanakan pembangunan jalan usaha tani juga untuk memudahkan masyarakat dalam pengangkutan hasil bumi dari lahan pertanian menuju tempat kediamannya agar bisa mudah dijual,”jelas Kades Babys.

Menurutnya, dengan adanya jalan usaha tani yang memadai, setidaknya sangat membantu meringankan beban masyarakat. Bila hasil bumi diangkut dengan mengunakan tenaga manusia, biaya yang harus dikeluarkan akan lebih tinggi dan masyarakat akan sangat susah. Namun bila mengunakan kendaraan roda empat maupun roda dua, tentu biaya dapat ditekan dalam menghemat pengeluaran ekonomi keluarga.

“Pembangunan jalan usaha tani tersebut merupakan kebutuhan masyarakat yang tidak bisa dielakan. Terutama dalam kelancararan hubungan transportasi untuk peningkatan hasil bumi, kemudian dengan adanya jalan yang lancar serta memadai akan dapat memotivasi masyarakat untuk memaksimalkan penggarapan lahan menjadi produktif,”ujar Kepala Desa muda ini.

Laporan: Jimi Kapitan dan Herzon Moni Loin

Pos terkait

Tinggalkan Balasan