Tetesan Air Mata Pendeta Girlyang Mengawali Pelayanan Tim Misi Timor di Amanatun Selatan

  • Whatsapp
Camat Amanatun Selatan serta Istri foto bersama Pendeta Girlyang dan juga Ketua Klasis Amanatun Selatan
Camat Amanatun Selatan serta Istri foto bersama Pendeta Girlyang dan juga Ketua Klasis Amanatun Selatan

Oinlasi-InfoNTT.com,- Pimpinan Tim Misi Timor-Korea Selatan, Pendeta Hur Girlyang bersama istri, vikaris dan semua penatua, diaken  serta umat Gereja Presbiterian Dongsan Gwangyang telah mengundang pemerintah Kecamatan Amanatun Selatan secara tulus untuk melakukan studi pemberdayaan masyarakat di Korea Selatan pada akhir Oktober 2018 lalu.

Kemarin, Rabu 14 November 2018, Tim Misi Timor bersama rombongan melakukan kunjungan balik ke Oenlasi ibukota Kecamatan Amanatun Selatan. Rombongan diterima oleh Camat Amanatun Selatan, Ardi Benu bersama Istri dan juga masyarakat yang hadir di Rumah Jabatan Camat.

Bacaan Lainnya

Dalam wawancaranya bersama wartawan melalui penerjemahnya, Pendeta Hur Girlyang mengatakan pada bulan Maret 2018, Ia pertama kali kunjungi ke Amanatun selatan. Memang sudah 22 kali dirinya datang ke timur barat, tapi khususnya di Oenlasi baru 15 kali Ia berkunjung.

Pendeta Girlyang menceritakan, awal perjalanannya ke sini jalannya sangat susah, dan kondisi infrastruktur jalannya bisa dikatakan sangat rumit. Namun sekarang yang Ia bersama tim lewat sudah lumayan membaik.

“Dulu saya datang kesini dan pulang saya sakit pinggang dan tulang terasa mau hancur, sangat tersiksa di jalan. Bagitu sulit untuk menjangkau tempat ini, tapi kami terus melayani dan terus datang ke sini demi kemurahan Tuhan,”ujarnya.

Menurut Pendeta Girlyang, ada Gereja yang awal membuat hatinya menangis, di mana Gereja tersebut dilayani oleh Pendeta Nomleni. Gedung gereja tersebut atapnya rusak, tplafonnya juga rusak dan tembok gereja serta mimbar cuman di paku dengan papan saja, disitu saya sangat terpukul.

Melihat kondisi gereja ini, pendeta Girlyang sangat tersentuh sekali dan menangis karena rumah Allah dibiarkan seperti itu. Lalu Tuhan mengerakan hatinya melalui Tim Misi Timor Korea Selatan untuk membantu membangun gedung gereja tersebut.

“Misi kami adalah membangun gereja menjadi gereja yang layak. Saya berharap hamba Tuhan yang ada disini benar-benar berdiri sebagai hamba Tuhan yang setia pada Tuhan,”kata Pendeta Girlyang.

Ia menambahkan, Jemaat Allah bisa menikmati hidup dalam kelimpahan berkat yang Tuhan berikan. Tapi rawat dan jaga rumah Tuhan, jangan biarkan gereja rusak, karena di situlah kita sebagai anak Tuhan akan merasa bersalah.

Khususnya di Oenlasi ini, pendeta Girlyang mengungkapkan bahwa ada beberapa gereja yang siap untuk diresmikan, ada juga yang dalam proses dalam pembangunan serta renovasi gereja sekarang. Tahap kedua yang dipikirkan dan direncanakan adalah bagaimana Tim Misi Timor Korea Selatan bisa membantu kemandirian dalam gereja sendiri.

“Kami pernah membantu membelikan ayam, sapi dan babi kepada gereja untuk dipelihara. Ada beberapa tempat yang sudah kami bantu dan dari laporan hasilnya lumayan berhasil,”ungkapnya.

Pendeta Girlyang pun mengakui jika Tim Misi Timor Korea Selatan sangat terbatas dalam hal budaya di Timor serta pemahaman dalam berbahasa Indonesia maupun daerah. Namun melihat kondisi jemaat di sini, dirinya harus berani melawan bahwa budaya dan bahasa bukan suatu penghalang untuk membantu jemaat di Amanatun Selatan.

“Saya berharap perhatian pemerintah di sini terhadap jemaat tidak berkurang ketika kami sudah datang dan melihat. Niat kami cuman satu yakni untuk menolong dan menyalurkan berkat dari Tuhan ke daerah ini, baik itu jemaat maupun masyarakat,”jelasnya.

Pendeta Girlyang pun percaya, jika kunjungan dari camat Amanatun Selatan kemarin ke Kota Gwangyang Korea Selatan dan bukan rencana sendiri tapi semua karena rencana Tuhan. Dirinya juga percaya Tuhan sangat memberkati Kecamatan  Amanatu Selatan ini melalui pertemuan Tim Misi Timor dengan pemerintahan di sini.

Akhir dari wawancara bersama media, Pendeta Girlyang berpesan bahwa Iman selalu tertujuh kepada Tuhan, karena Allah itu roh maka kita bisa melihat Allah dengan roh kita. Kondisi jemaat-jemaat di sini sangat susah dan sulit, sama hal dengan gereja di Korea Selatan pada 50 tahun yang lalu, tapi karena Tuhan dan kekuatan kebersamaan yang kuat dalam Iman maka perubahan itu ada.

Ketua Klasis Amanatun Selatan, Pendeta Dolli Oematan kepada media ini juga mengucapkan limpah terimakasih kepada Tim Misi Timor Korea Selatan yang sudah mau melihat, melayani serta membantu jemaat gereja di Amanatun Selatan.

“Semoga pelayanan dan pekerjaan Tim Misi Timor dalam membantu sesama terus dilakukan, agar Kemulian Tuhan terus disuarakan di mana saja. Apresiasi yang besar dari kami jemaat di Klasis Amanatun Selatan kepada Tim Misi Timor Korea Selatan, semoga Tuhan memberkati pendeta Girlyang dan tim selalu,”ungkap Ketua Klasis.

Laporan: Julio Faria

Editor: Redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan