Tetesan Air Mata Korban Penipuan, Arnoldus Seran Berharap Restrukturisasi Adira Finance Kupang

  • Whatsapp
Arnoldus Seran pose bersama mobilnya yang kini sudah di tangan Adira Finance Kupang.

Kupang-InfoNTT.com,- Salah seorang debitur Adira Finance wilayah Kupang Arnoldus Seran ingin mengajukan restrukturisasi kredit kendaraan, akibat kasus penipuan yang dialaminya dan juga pandemi covid-19 yang sementara melanda. Hal ini diungkapkan Arnoldus saat ditemui media ini, Rabu (24/2/2021) malam di Polsek Kupang Tengah.

Alasannya mengajukan keringanan kepada Adira lantaran Ia tidak pernah berniat tak membayar angsuran, namun dikarenakan ada oknum yang tegah menipu uang angurannya sebanyak 11 juta rupiah lebih. Hal ini membuat Dirinya putus asah, bahkan selalu meneteskan air mata ketika memikirkan kembali apa yang sudah diperjuangkan selama ini.

Bacaan Lainnya

“Jujur kaka ini orang tipu saya punya uang angsuran 2 bulan. Saya sebenarnya bayar, tapi karena terlambat, pelaku datang dan minta dia yang loby karena katanya bos Adira Kupang masih saudaranya. Jadi saya kasih uang ke dia, ditambah lagi dengan modus yang lain, saya harus pinjam lagi uang untuk menggenapi jadi 11 juta. Ternyata dia gelapkan itu uang,” ungkapnya.

Dirinya pun hanya mengharapkan belas kasih dari pihak Adira agar bisa mengerti dengan keadaanya. Hal ini dikarenakan mobil tersebut satu-satunya cara untuk menafkahi keluarga di masa pandemi ini.

Mobil dengan nomor plat DH 1078 HD merk Avanza Grand-New 2017 warna putih tersebut sudah tunggak pembayaran sejak bulan Desember. Mobil tersebut Ia kredit bekas dengan jaminan salah satu keluarganya di Desa Penfui Timur yakni Hendrikus Tae Bria.

“Saya antar mobil ke Adira tanggal 4 Februari lalu. Jujur saya malu dengan tetangga. Ditambah pinjaman kemarin dengan bunga setiap bukan 200 ribu. Niat pinjam untuk bayar angsuran malah ditipu,” ujarnya sambil meneteskan air mata.

Ia juga mengakui bahwa di masa pandemi covid-19 penumpang agak sulit. Ditambah lagi mahasiswa asal Malaka harus pulang kampung karena kuliah dilakukan secara online, maka tidak ada yang pulang pergi dari Kota Kupang, terkecuali ada orang yang keperluannya sangat penting baru datang ke Kupang atau sebaliknya ke Malaka.

“Saya hanya berharap pihak Adira berbaik hati dan mau membicarakan hal ini demi kebaikan bersama. Saya sudah alami musibah, dan saya akui salah dalam hal ini, tapi kiranya ada keringanan dari pihak Adira saja saya sudah senang. Biar mobil kembali dan saya bisa kerja cari uang seperti biasa,” ucapnya.

Untuk diketahui bersama, bahwa Arnoldus Seran bersama belasan teman supir lainnya dan juga beberapa pihak ditipu oleh 2 pelaku atas nama Ade Mince Mooy dan Muhamad Ruslan Ali. Keduanya melakukan penipuan dengan modus yang berbeda-beda. Kini kedua pelaku sudah diringkus oleh Polsek Kupang Tengah dan diserahkan ke Reserse Kriminal Polda NTT untuk selanjutnya diproses sesuai aturan yang berlaku.

Laporan: Chris Bani

Pos terkait

Tinggalkan Balasan