Terhalang Pandemi Covid-19, Roy Wijaya Tunda Syuting Film Fighters For Justice

  • Whatsapp

Jakarta – InfoNTT.com,- Produksi film di Indonesia semakin gencar seiring bertambahnya jumlah layar serta merangkak naik minat penonton terhadap karya anak bangsa. Sayangnya wabah virus corona atau COVID-19 membuat beberapa agenda syuting terpaksa dihentikan sementara waktu.

Hal ini berpegang pada himbauan pemerintah terkait social distancing untuk menekan penyebaran virus. Penundaan syuting ini dirasakan oleh Sutradara Roy Wijaya, yang menghentikan Program Syuting Film Fighters For Justice yang akan dibintangi oleh Herry F.F. Batilleo,SH.,MH, dan dr. Debby Veronika.

Bacaan Lainnya

Roy Wijaya terpaksa menunda keberangkatannya ke Kupang, NTT untuk bertemu Produser Herry Battileo dan sejumlah pejabat setempat. Dalam keterangan itu, menyampaikan bahwa berhentinya syuting tersebut lantaran kondisi pandemi virus corona atau COVID-19 di NTT yang masuk Zona Merah, sehingga tidak memungkinkan bagi mereka untuk beraktivitas.

Sebelumnya, pemerintah setempat juga telah menyarankan untuk melakukan work from home dan sosial distancing lantaran mewabahnya virus tersebut. “Fighters For Justice  adalah film yang sangat personal bagi kami yang dibuat dengan sepenuh hati. Tetapi dengan kondisi pandemi COVID-19 saat ini, tidak memungkinkan bagi kami untuk tetap melanjutkan syuting,” jelas Roy kepada Wartawan di Jakarta, 1 Maret 2021.

Pemerintah sudah menyarankan social distancing. Kata Roy, Bagaimanapun kesehatan dan keselematan lebih penting daripada film apapun juga. Meski demikian, tidak diketahui secara pasti sampai kapan penghentian syuting tersebut. Mereka hanya bisa menunggu agar situasi benar-benar kondusif.

“Dengan ini kami memutuskan untuk menunda sementara waktu kegiatan syuting dan akan kembali setelah situasi sidah lebih kondusif. Tetap semangat dan jaga kesehatan ya teman-teman,” kata Roy.

Film ini sendiri telah merencanakan memulai produksi sejak Januari 2021 lalu. Dengan penghentian produksi untuk sementara ini, tim produksi  akan mencari waktu lain saat kondisi sudah kondusif untuk melanjutkan pengambilan gambar.

“Kami sepenuhnya bersiap untuk mencoba dan mencegah gangguan pada produksi film. Karena ini adalah situasi yang sulit bagi semua orang yang terlibat, kami berencana untuk mencoba dan menemukan alternatif sehingga kami dapat dengan bijak menyelesaikan masalah,” lanjutnya.

Sebagai industri kreatif, perfilman memiliki dampak besar atas diberlakukannya PSBB yang terus di perpanjang. Karena Film  mampu mempengaruhi gaya hidup dan berpikir orang, film juga bisa menciptakan banyak lapangan kerja. Karena melibatkan banyak personel hingga profesi pendukung. Atau lainnya yang mampu melibatkan banyak tenaga kerja.

Dampak positif lainnya yang ditimbulkan dari industri film ialah mendorong pariwisata. Film bisa menjadi wahana promosi gratis untuk menggerakkan dan mempromosikan pariwisata.

Seperti Film Crazy Rich Asian yang mempromosikan objek wisata dan ragam kuliner di Singapura. Kemudian film The Beach yang dibintangi Leonardo Dicaprio. Film ini mengambil gambar di pantai Maya Bay, Thailand.

“Begitupun dengan Film ini, saya akan menggambarkan berbagai obyek wisata yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan sekitarnya, serta berbagai lokasi di Jakarta, jadi syutingnya antara Jakarta dan NTT, Kupang dan sekitarnya dengan menghabiskan anggaran 7 Miliar yang kini sudah siap untuk produksi,” pungkas Roy. (*Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan