Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Via Zoom, Melki Laka Lena Ajak Masyarakat Gotong Royong dan Saling Peduli

  • Whatsapp
Ketua Majelis Gereja Ora Et Labora Sikumana, Pendeta Paulus J. Nubatonis, S.Th, foto bersama Tim Melki Laka Lena usai sosialisasi empat pilar kebangsaan.

Kupang-InfoNTT.com,- Demi mewujudkan Indonesia Maju, maka dalam setiap gerak berbangsa dan bertanah air, semua komponen harus berpijak dan bertumpu pada empat pilar atau landasan bangsa dengan satu ideologi yakni Pancasila, landasan konstitusi yakni UUD 1945, Persatuan dan Kesatuan dalam bingkai NKRI, dan semangat keberagaman Bhineka Tunggal Ika.

Demikian dikatakan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena dalam kegiatan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Selasa (16/3/2021)  bersama jemaat Gereja Ora Et Labora Sikumana, Kupang.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang mengangkat tema “Membangun Indonesia Maju dengan Komitmen Kebangsaan yang Kuat” ini dibawahkan oleh Melki Laka Lena via daring dengan aplikasi zoom meeting.

Menurut Melki Laka Lena, mewujudkan Indonesia Maju membutuhkan kerjasama yang solid dari seluruh elemen masyarakat, dengan meningkatkan persatuan dan senantiasa mengadopsi nilai Pancasila, dalam bekerja dan membuat keputusan-keputusan pemerintah yang harmonis satu dengan lainnya.

“Dalam setiap gerak berbangsa dan bertanah air, Pancasila hendaknya senantiasa hadir secara nyata dan diamalkan, karena Pancasila merupakan pedoman bertingkah laku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sekaligus tujuan seluruh bangsa Indonesia” jelas Ketua DPD Golkar NTT ini.

Menurut Melki, dengan adanya pandemic Covid-19, bangsa Indonesia diuji untuk senantiasa memiliki rasa sosial yang tinggi dengan saling menolong, gotong royong serta menguji daya juang, pengorbanan, dan kedisiplinan bangsa Indonesia.

“Gotong royong merupakan pelaksanaan dari nilai Pancasila sila ke-5 yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Dengan gotong royong diharapkan akan timbul rasa persaudaraan dan solidaritas sosial yang tinggi di masyarakat, sehingga dengan berbagi beban diharapkan kesulitan dan tantangan yang dihadapi akan semakin ringan,” jelas Melki.

Dalam kesempatan ini, Melki Laka Lena juga mengajak masyarakat untuk selalu melestarikan budaya bangsa dengan cara mencintai dan membeli produk dalam negeri, serta selalu menciptakan lingkungan yang rukun antarumat beragama karena merupakan bagian dari semangat cinta tanah air.

Ketua Majelis Gereja Ora Et Labora Sikumana, Pendeta Paulus J. Nubatonis, S.Th, dalam dialog menitipkan harapan kepada Melki Laka Lena dan Fraksi Partai Golkar di DPR RI agar berjuang membawa Provinsi NTT keluar dari gelar provinsi termiskin.

Dalam dialog ini banyak jemaat menyuarakan agar pemerintah menjamin kebebasan beragama dan beribadah. Selain itu peserta jemaat mengusulkan agar Pancasila dimasukan kembali dalam kurikulum pendidikan.

“Pancasila sebagai dasar negara namun tidak diajarkan secara khusus dalam pendidikan sehingga banyak yang tidak tahu atau belum menghawal. Pedoman Penghayatan dan pengalaman Pancasila (P4) saat ini sudah tidak ada lagi. Padahal ini perlu untuk meningkatkan pemahaman terhadap nilai-nilai pancasila. Semoga bisa diajarkan kembali khususnya untuk siswa,” usul Anus salah satu peserta sosialisasi.

Laporan: Igo

Pos terkait

Tinggalkan Balasan