Sekilas Laporan Camat Amanatun Selatan terkait Hasil Studi Pemberdayaan Masyarakat di Korea Selatan

  • Whatsapp
Camat Amanatun Selatan ketika memberikan jurnal Laporan Hasil Studi kepada Ketua Tim Misi Timor Korea Selatan Pendeta Hur Girlyang
Camat Amanatun Selatan ketika memberikan jurnal Laporan Hasil Studi kepada Ketua Tim Misi Timor Korea Selatan Pendeta Hur Girlyang

Oinlasi-InfoNTT.com,- Setelah mendapatkan kesempatan emas melalui undangan Tim Misi Timor Korea Selatan untuk melakukan studi pemberdayaan masyarakat di Korea Selatan sejak tanggal 15 sampai 27 Oktober 2018, Camat Amanatun Selatan, Ardi Aprianus Benu,S.Sos langsung membuat laporan atau gambaran singkat terkait apa yang diperolehnya di Negeri ginseng tersebut.

Camat sebagai perpanjangan tangan Bupati di wilayah kecamatan memiliki peran strategis dalam menjalankan sebagian tugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan yang dilimpahkan melalui tugas pokok dan fungsinya. Pokok dari tugas mulia inilah, Camat Amanatun Selatan diundang untuk menghadiri dua kali acara peresmian gereja yakni Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI Imanuel Netutnana) dan Gereja Pantekosta Fatulunu di Desa Kokoi, di mana pembangunan kedua gereja ini didonatur oleh Tim Misi Timor Korea Selatan yang diketuai oleh pendeta Heo Gill.

Bacaan Lainnya

Pada peresmian tersebut, Camat Amanatun Selatan dalam sambutannya mengatakan kepada Tim Misi Timor Korea Selatan agar memperhatikan juga peningkatan ekonomi jemaat dengan usaha mengoptimalkan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia di Kecamatan Amanatun Selatan.

Sebagai Camat di wilayah tempat Tim Misi Timor Korea Selatan melakukan pelayanan, Ardi Benu mengusulkan agar Tim Misi Timor Korea Selatan berkenan untuk melakukan analisa dengan cara  mengirimkan tim ke Korea Selatan untuk belajar tentang pengembangan pertanian atau peternakan sesuai kondisi di Timor, sekaligus menjadikan Amanatun Selatan sebagai daerah percontohan demi membantu pemerintah dalam upaya kesejahteraan umat maupun masyarakat.

Tanggapan Camat ini pun langsung ditanggapi dan disetujui oleh pendeta Heo Gil dan mengawali usulan tersebut dengan mengundang camat berserta 4 orang anggota tim untuk boleh melakukan studi pemberdayaan masyarakat di Korea Selatan, di mana untuk seluruh biaya keberangkatannya ditanggung oleh Tim Misi Timor Korea Selatan.

Tim Misi Timor Korea Selatan pun menggagas kegiatan studi pemberdayaan masyarakat bagi delegasi Kecamatan Amanatun Selatan dengan menerapkan konsep belajar sambil berwisata dan kuliah umum serta menjelaskan secara spesifik. Selanjutnya akan dievaluasi setiap malam sebelum ibadah untuk istirahat malam.

Hal yang menarik di Korea Selatan adalah kondisi Negara Republik Korea Selatan saat ini sudah sangat maju, dan untuk tetap mengenang sejarah perjuangan bangsa Korea Selatan dalam memerangi kemiskinan sekaligus menjadikan spirit untuk generasi penerus, maka Presiden Park Chung Hee mendirikan Museum Saemaul Undong Central Training Institute sebagai pusat pelatihan Gerakan Desa Baru.

Museum ini juga sebagai pusat pelatihan pertama di dunia yang kemudian membuat banyak negara menjalin kerja sama termasuk Negara Republik Indonesia yang pada tahun 2003 mulai bekerja sama dan menjadi salah satu refrensi lahirnya Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Hasil studi terkait perubahan besar dengan gerakan desa baru adalah keberhasilan sebuah desa diakibatkan oleh pemimpinnya, di mana Kepala Desa harus mampu dan kuat dalam mendorong serta membangun jejaring dengan semua pihak sehingga pelaksanaan pembangunan di desa berhasil.

Negara Korea Selatan, para Kepala Desa yang berhasil membangun wilayah harus wajib untuk mempresentasikan keberhasilannya kepada semua kepala desa lainnya. Hal ini terus dilakukan sampai semua desa berhasil membuat dan menjadikan wilayahnya berhasil sukses.

Hal terpenting dalam perubahan suatu desa adalah perlu mendorong secara tegas dalam membangun spirit dengan menanamkan mental kedisiplinan yang baik dari setiap penduduk desa agar rakyat punya keyakinan untuk hidup lebih baik melalui tanggung jawab yang berdaya saing untuk kemajuan bersama.

Sedangkan untuk studi pengembagan pertanian, delegasi Kecamatan Amanatun Selatan dibawa ke pusat pertanian Seognipo Pulau Jeju. Di mana kegiatan ini diawali dengan sambutan secara seremonial oleh Pimpinan Pusat Pertanian Seognipo dan tim mendapat beberapa penjelasan teknis tentang keberhasilan penelitian dan pengembangan 1500 varietas tanaman jeruk tanpa biji.

Pimpinan Pusat Pertanian Seognipo juga berjanji untuk membantu pengembangan jeruk keprok soe tanpa biji pada waktu mendatang apabila Ia berkesempatan mengunjungi Amanatun Selatan bersama Tim Misi Timor Korea Selatan. Banyak hal yang dipelajari oleh delegasi Kecamatan Amanatun Selatan terkait pertanian, dan bisa diikuti dalam jurnal Laporan Camat Amnatun Selatan (Hasil Studi Pemberdayaan Masyarakat di Negara Republik Korea Selatan, 15-27 Oktober 2018)

Delegasi Kecamatan Amanatun Selatan juga mempelajari tentang pengembangan pariwisata dan pendapatan untuk negara, inovasi pelayanan pemerintahan di Kecamatan Gwangyang, pengembangan PAUD oleh Gereja yang bekerja sama dengan pemerintah, peranan gereja dalam pengembangan iman jemaat dan pemberdayaan masyarakat serta misi pelayanan di Pulau Timor-NTT.

Dari titik kesempatan untuk studi ini, delegasi Kecamatam Amanatun Satan menyimpulkan bahwa kunci utama keberhasilan dan kemajuan yang sangat pesat di Korea Selatan adalah kedisiplinan serta kepatuhan terhadap hukum, semangat bekerja dan tidak membuang waktu secara sia-sia kecuali musim salju, ketaatan beribadah dan takut akan Tuhan, kemandirian serta mental pantang menerima bantuan kecuali memberi bantuan kepada orang lain dan yang terakhir gotong royong merupakan kunci utama dalam kesuksesan.

Untuk mejawab rasa pensaran pembaca tentang ragam ilmu yamg didapat oleh Delegasi Kecamatan Amanatun Selatan di Korea Selatan, bisa langsung menghubungi Camat Amanatun Selatan Ardi Aprianus Benu,S.Sos untuk medapatkan jurnalnya. Terimakasih.

Sumber: Jurnal Laporan Camat Amanatun Selatan tentang Hasil Studi Pemberdayaan Masyarakat di Negara Republik Korea Selatan pada tanggal 15 sampai 27 Oktober 2018.

Editor: Redaksi INFO NTT

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan