Sekcam Fatumnasi Bantah Pukul Tiga Perangkat Desa, Kades Nenas Kecewa

  • Whatsapp
Para korban ketika didampingi Kepala Desa Nenas.

Soe-InfoNTT.com,- Sekretaris Kecamatan Fatumnasi, Kabupaten TTS, Joel Sonbay, diduga melakukan penganiayaan terhadap Kepala Desa Nuapin, Sekretaris Desa Nuapin, Sekertaris Desa Nenas dan Bendahara Desa Nenas, Selasa 27 April 2021 sekitar pukul 16.00 WITA.

Didampingi sekertarisnya Maksi Tapatab, Kades Nuapin Mesak Nofu kepada media ini, Kamis (29/4/2021) di kediamannya menguraikan, bahwa  kejadian di rumahnya pendamping desa Yoran Nenabu, tepatnya di Kelurahan Karang Siri, Kecamatan Kota Soe.

Bacaan Lainnya

“Sekcam datang langsung pukul saya di bagian belakang, selanjutnya menuju sekertaris yang sementara kerja SPJ lalu pukul dengan kayu bunga putih (bahasa dawan sufmuti),” ungkap Kades Nuapin.

Menurutnya, jika pukulan tersebut sebagai didikan karena kelalaian maka wajar, tetapi yang disesali adalah melakukan hal tersebut di kediaman orang. Hal ini seharusnya dibicarakan secara baik-baik, atau dipanggil secara khusus untuk dinasehati.

Sekertaris Desa Nenas Gedrida Fobia juga mengungkapkan, bahwa Sekcam Fatumnasi sebelumnya juga menelpon dirinya terkait laporan pertanggungjawaban tersebut. “Pak sekcam telpon, katanya kamu datang saya pukul kamu. Lalu saya sambung, jangan pukul bapak nanti kami sakit siapa yang kerja SPJ,” ujarnya.

Gedrida Fobia menceritakan bahwa saat kejadian pemukulan terhadap rekan-rekannya tersebut, Ia bersama Bendahara Desa Baki, Bernabas Tefa sedang berada di Bank BRI untuk print rekening koran.

”Kejadian pemukulan tersebut, kami belum tiba. Ketika kami pulang ke rumah pendamping desa pak Yoram Nenabu, sekcam sudah ada. Kami masuk beliau sudah pegang kayu dan langsung pegang saya di tangan, lalu tarik keluar dan pukul saya sebanyak satu kali di pantat, kemudian Sekcam langsung balik pukul bendahara,” ungkap Gedrida.

Sedangkan Kepala Desa Nenas, Atonius Maf, sangat tidak puas dan merasa kecewa terhadap perlakukan dari Sekcam Fatumnasi terhadap perangkatnya. Menurutnya jika rekan kerjanya salah maka harus dipanggil, jangan pukul apalagi di rumah orang lain. Apakah untuk menyelesaikan pekerjaan degan caranya seperti itu.

“Saya pribadi perasaan dengan tuan rumah karena daun kayu dan ranting-ranting berhamburan di ruang tamu. Saya langsung minta sapu untuk membersikan. Kemudian kami sudah mencoba menyampaikan melalui komunikasi ke grup WhatsApp untuk pihak kecamatan menanggapi hal tersebut, bila pihak kecamatan diam tidak ada tindak lanjut maka kami lapor secara resmi ke pihak kepolisian,” ujar Kades Nenas.

Dirinya sebagai pimpinan desa merasa tidak terima atas memperlakukan terhadap perangkatnya. Maka secara tegas Ia meminta agar ada tindak lanjut dari pemerintah terhadap anarkisme ASN ini, jika tidak maka akan diproses hukum.

Sedangkan Sekertaris Kecamatan Fatumnasi, Joel A. A. Sonbay, ketika dikonfimasi melalui pesan WhatsApp membantah penganiayaan tersebut. Dirinya pun penceritrakan kronologi kejadian.

“Mohon maaf ifu bukan penganiayaan bagini ceritanya. Sebelumnya saya di Fatumnasi, saya telpon sekdes Nenas dan Kades Nuapin terkait penyelesaain SPJ, RKPdes, dan APBDes. Saya tanya sudah selesai apa belum, mereka bilang belum. Saya lalu bilang sudah surat penegasan 2 kali dari kecamatan, terus saya bilang nanti beta pukul itu pantat ohhh biar cepat selesai. Tapi kami dalam keadaan tertawa jadi ketika ketemu saya pukul di pantat dan kami dalam keadaan main gila,” tulis Sekcam Fatumnasi membalas pertanyaan wartawan via WhatsApp.

Menurut Sekcam, Ia kemudian meminta agar dipercepat agar kinerja pihak kecamatan ada perubahan, jangan terus-terusan menggunakan pola kerja lama.

Terkait pemukulan tersebut, sudah berulang kali dirinya meminta maaf atas tindakan tersebut. Semua terima lalu mengatakan terimakasih karena sebagai anak harus terima dibina biar bisa berubah.

“Jadi bukan penganiayaan. Saya pukul pakai ranting bunga (sufmuti) yang kecil mungkin ada 3 batang kecil masih dengan daunnya, jadi saya secara pribadi minta maaf kepada mereka dan saya juga mau tegaskan pola kerja yaitu tegas, disiplin, tidak akan pernah kompromi dengan kerja yang tidak betul dari perangkat desa dan Kades. Jika mereka lambat kerja SPJ, RKPdes dan APBDes, maka ada banyak orang di desa yang jadi korban. Saya minta maaf kepada mereka tapi pola kerja saya tidak pernah berubah, demi adanya perubahan di Kecamatan Fatumnasi,” tulis Sekcam.

Laporan: Welem Leba

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

1 Komentar