Sejak Januari 2019, RSUD Naibonat Sudah Menangani 54 Pasien Demam Berdarah

  • Whatsapp
Dokter Everd Ndoen
Dokter Everd Ndoen

Oelamasi-InfoNTT.com,- Saat ini, Kabupaten Kupang dan sekitarnya terus-terusan diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Selain dampaknya terhadap rawan terjadi bencana, juga rawan munculnya beberapa penyakit.

Untuk mengantisipasi merebaknya penyakit di sejumlah daerah, maka Dokter Everd Ndoen dari Rumah Sakit Umum Daerah Naibonat melakukan langkah preventif dengan menghimbau agar adanya pencegahan dini terhadap penyakit demam berdarah.

Bacaan Lainnya

Ditemui di RSUD Naibonat, Jumat (22/2/2019) Dokter Everd mengatakan, masyarakat Kabupaten Kupang harus mengutamakan kebersihan lingkungan, agar tidak terjadinya DBD. Karena jika dilihat dari total pasien DBD yang sudah dirawat di RS Naibonat sejak Januari 2019, hingga saat ini totalnya 54 jiwa.

“Dari data 10 Januari 2019, yang dilaporkan dari Dinas Kesehatan yaitu 54 pasien hingga hari ini. sedangkan yang saat ini dirawat ada 4 pasien, karena dari 54 pasien, yang lainnya sudah sembuh. Sedangkan yang 4 orang ini, yang satu sudah membaik dan akan segera pulang dan yang tiganya masih dilihat perkembangan,” ujar Dokter Everd.

Ia menambahkan, indikasi atau masalah utama sampai terjadi DBD adalah ketika demam dan sampai berdarah, sedangkan dari hasil trombosit di bawah seratus, maka itu dikatakan darurat demam berdarah. Sedangkan untuk 54 pasien yang dirawat di RSUD Naibonat semuanya di bawah seratus, dan harus dirawat atau dinginapkan.

Dirinya juga menjelaskan bahwa nyamuk penyebab demam berdarah ini biasanya lebih suka di air bersih, atau di penampungan air. Sedangkan air kotor itu biasanya penyakit yang gampang terjangkit adalah malaria, di mana biasanya ada di genangan air kotor.

“Dibandingkan dari tahun 2018 dan 2019, dilihat dari jumlah wabah ini tidak sampai KLB atau kematian. Artinya di RS Naibonat belum ada pasien meninggal karena DBD, jadi untuk Kabupaten Kupang belum dikatakan KLB,”ungkapnya.

Untuk mengantisipasi DBD, Dokter Everd meminta agar masyarakat harus memutuskan rantainya dengan cara hidup bersih. Di mana ada banyak cara untuk memulai, yakni menguras, mengubur, dan menanam. Membersihkan penampungan air bersih, pihak-pihak swasta juga harus membantu dengan foging, atau pembagian Abate dari Dinas Kesehatan dan harus lebih banyak program untuk mencegah wabah penyakit ini.

Lanjutnya, mencegah dini demam berdarah itu dimulai ketika demam berkepanjangan dan sudah lewat dari tujuh hari, maka yang dipikirkan adalah secepatnya pencegahan. Untuk pencegahan demam berdarah harus ada persediaan obat paracetamol, atau dikompres dengan air hangat dan dibantu juga dengn produk-produk tradisional.

“Untuk memastikan bahwa anda terjangkit demam berdarah, maka secepatnya harus dibawa ke tempat kesehatan terdekat seperti puskesmas atau rumah sakit terdekat agar segera diperiksa darahnya,”kata Dokter Everd.

Dokter Everd juga berpesan kepada masyarakat Kabupaten Kupang untuk tidak berhenti perangi nyamuk mulai dari tempat nyamuk bertelur, jentik-jentik nyamuk mulai dari air dan sumber-sumber air. Masyarakat harus mulai hidup sehat dengan membersihkan semua lingkungan, soalnya saat ini musim hujan, jadi pastinya bak penampungan banyak nyamuk. (Herzon Moni Loin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan