Sebait Do’a sang Emeritus

  • Whatsapp
infontt.com
Pdt. (emr) Wellem Victor Bay

Polen-TTS -.infontt.com.- Apalah artinya sebait do’a? Mungkin inilah yang diucapkan pembaca ketik melirik judul ini. Do’a yang diucapkan seorang pendeta emeritus (pensiunan) di Jema’at Ora et Labora Baob sungguh menggugah. Sang pendeta menyampaikannya dalam sya’ir adat laksana membaca puisi.
Kru infontt.com yang mengikuti ibadah Paska ketika berada di Baob menyaksikan ibadah di kala pagi pukul 06.00 waktu setempat. Sebagian besar liturgi dikemas dalam ritual yang khas Atoin Meto’ dengan sesembahan mereka, namun diberi nuansa kristiani yang sangat-sangat menusuk jiwa dan roh para pelakunya.

Penya'ir dalam Bonet
Penya’ir dalam Bonet
tarian massal bonet
tarian massal bonet

Umat yang menghadiri ibadah Paska ini melakukan ritual dalam tarian massal BONET. Isi dari sya’ir-sya’ir (neel ~ nee) adalah kisah penciptaan, dan pemeliharaan sang Khalik. Selanjutnya keberdosaan umat manusia. Kasih sayang sang Khalik yang mengirimkan Anak-Nya terkasih untuk hidup sebagai manusia tulen, merasakan apa yang dirasakan manusia. Bersedia menderita, bahkan mati di kayu salib, mati, dikuburkan dan bangkit dari kematian.

Sang pendeta menaikkan do’a sebagai berikut:

Koi Ama’ Uisneno.
Leka’ hai mi’eku mok susal ma ma’nukat, si’u ma akan; mujalib kai amneik manekat ma neek mamun.
Leka’ hai mi’eku mok si’u ma akan, mujalib kai amneik sako sanat.
Leka’ hai mi’eku mok matoes ma mabanat, mujalib kai amneik tola matnatas.
Leka’ hai mi’eku mok neek oni ma neka s’unu, mujalib kai amneik tainine’ ma taimamun.
Leka’ hai mi’eku mok ‘seke’ ma kiku’, mujalib kai amneik amneot ma amnonot.
Leka’ hai nekam naen ai’ na’oni’, mujalib kai mfani on uuf amlinat ma am’oket.
Leka’ hai mi’eku mok meis’okan, mujalib kai amneik ‘pina’ ma meu’sine’.
Koi Uisneno,
So’ hai meki halinat meu atoni’, na’ko hai ‘moni mbi malinat,
So’ hai mihiin Ho lomim, nak atoni’ nanoina’ kai Ho lomim.
So’ hai mimnau hai bia, hai benu’ sin, na’ko atoni’ anneek ma namnau kai.
natuin
Leka’ hai mfee, of hai msimo.
Leka’ hai msako aton,in sanat, hai sanat of masako’.
Leka’ hai mi’mate ale’ neek sinmakat amle’ut natuin Yesus Kristus,
of au ‘moni ‘bi ‘monit fe’u utuin Yesus Kristus,
le’ anhalan nalali kai na’ko leku ii talan ntia nabal-baal
.
Amin

infontt.com
pemimpin ibadah

Ya Tuhan Allah,
Ketika kami berada dalam keluh-kesah, susah-sengsara, kesulitan dan tantangan, saling sikut-menyikut, bantah-berbantahan, tantang-bertentangan;
jadikan kami menjadi pembawa hati yang penuh kasih sayang, dan hati yang berlimpah rasa damai.
Ketika kami berada dalam situasi saling bertolak belakang, berpolemik berkepanjangan dan tajam;
jadikan kami pembawakabar tebusan dan mau menjadi orang yang suka memaafkan.
Ketika kami berada dalam pertikaian dan peperangan;
jadikan kami pembawa pangkuan yang mengangkat harkat kemanusiaan.
Ketika kami berada dalam suasana hati yang bimbang, ragu, dan terombang-ambing hingga seakan telah berada dalam kegelapan;
jadikan kami pembawa ketenangan, keteduhan dan kenyamanan yang mendamaikan.
Ketika kami berada dalam suasana yang menyesatkan dan mengacaukan;
jadikan kami pembawa harapan dan cita.
Ketika kami berada dalam susah-sengsara;
jadikan kami sebagai sekumpulan orang (suku bangsa) yang bersukacita dan kokoh berteguh diri.
Ketika kami berada dalam kegelapan (dunia);
jadikan kami pembawa terang dan cahaya yang menerangi, memancarkan dan memantulkan cahaya (ilahi).
Ya Tuhan Allah.
Biarlah (izinkan) kami membawa sukacita kepada orang (di sekitar kami). Sukacita itu berasal dari pancaran kehidupan kami (yang asalnya dari-Mu saja).
Biarlah kami mengetahui dan memahami Kasih, hukum dan perintah-Mu yang diajarkan, diberitakan (dikhotbahkan, diinjilkan) kepada kami tentang segala kehendak-Mu.
Biarlah kami mengingat sesama saudara kami, dari dari orang-orang yang mengasihi dan mengingat kami.
oleh karena,
Ketika kami mengulurkan tangan untuk “memberi”, kami akan menyambut dan menerima (pemberian).
Ketika kami memaafkan dan mengampuni (dosa dan salah orang lain), dosa dan kesalahan kamipun akan diampuni.
Ketika kami mematikan, menguburkan segala keserakahan, kelobaan yang menghancurluluhkan (kehidupan) karena (di atas dasar) Yesus Kristus,
saya pasti mendapatkan kehidupan baru di dalam Yesus Kristus, yang telah menetapkan damai dan sejahtera itu kepada kami, dari sekarang sampai selama-lamanya.
Amin (roni, 27/03/16)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan