Sayembara AYO BANGUN NTT Di Kabupaten Kupang Didukung Oleh Pendeta

  • Whatsapp
Sayembara AYO BANGUN NTT Tingkat Kabupaten Kupang
Sayembara AYO BANGUN NTT Tingkat Kabupaten Kupang

Babau-infontt.com,- Masyarakat pada umumnya selalu berpikir bahwa dirinya bergantung pada pemerintah. Namun sebenarnya hitam putihnya suatu daerah ada ditangan rakyat. Hal ini disampaikan Ketua Yayasan Tunas Muda Indonesia (YTMI) Emanuel Melkiades Laka Lena pada acara pembukaan dialog terbuka AYO BANGUN NTT Tingkat Kabupaten Kupang di Gereja Getsemani Babau, Jumat (5/4/2017).

Melki juga mengakui bahwa di NTT, peran tokoh agama sangat penting, baik itu Pendeta, Romo, Ustad, dan juga peran serta berbagai komponen yang ada di masyarakat.

Bacaan Lainnya

Menurut Melki, kata kata AYO BANGUN NTT ini mempunyai arti yang luar biasa yakni mengajak semua elemen yang ada di wilayah NTT yang punya keinginan untuk membangun daerah agar sama sama berpikir dan bekerja dalam menuntaskan berbagai polemik dan persoalan di NTT.

Selain Melki Laka Lena, turut hadir juga dua pendeta Gereja Masehi Injili Di Timor (GMIT), Ibu Pendeta Maya Saek-Meza dan Ibu Pendeta Yeti Pelo yang ikut menyumbangkan ide dan gagasan dalam dialog terbuka AYO BANGUN NTT.

Pendeta Maya Saek-Meza yang melayani Jemaat Getsemani Babau menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh YTMI ini tidak ada warna politik sama sekali dan sebagai pendeta Ia harus terbuka untuk menerima kegiatan kegiatan seperti ini.

“Kegiatan sayembara AYO BANGUN NTT ini merupakan bagian dari salah satu bentuk kebersamaan dalam membangun daerah kita,”ungkapnya.

Ia menambahkan, dialog AYO BANGUN NTT menjadi wadah untuk masyarakat. Dimana masyarakat bisa saling berdiskusi dan sebagai gereja, tidak boleh menutup mata terhadap suatu pembangunan daerah, karena masyarakat juga jemaat yang tidak bisa terpisahkan.

Hal yang sama disampaikan Ibu Pendeta Yeti Pello, pembantu gembala di Jemaat Getsemani Babau. Ia mengatakan, sesuai kebutuhan umat, pelayan dituntut untuk merealisasikan apa yang disampaikan atau diberitakan kepada jemaat, contohnya dalam bidang pertanian, peternakan maupun nelayan.

“Kita selalu berfikir bahwa NTT adalah provinsi termiskin, padahal NTT sendiri mempunyai potensi potensi yang luar biasa yang bisa dikembangkan untuk jangka panjang,” ungkapnya.

Pendeta Yeti Pello berharap agar kita tidak boleh pesimis dalam membangun daerah kita sendiri. Karena faktanya, kita selalu mundur ketika diperhadapkan dengan berbagai persoalan.

“Kehadiran kaka Melki disini adalah untuk memberikan suport atau dukungan kepada kita untuk sama sama kerja agar kedepannya kita semua bisa mencapai yang namanya kesejahteraan,” ujar pendeta Yeti. (Chris Bani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan