Rutan Kelas IIB Soe Lakukan Deteksi Dini Pencegahan Kebakaran

  • Whatsapp
Kepala Rutan kelas IIB Soe, Nixon G.L. Osingmahi.

Soe-InfoNTT.com,- Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui kantor wilayah Nusa Tenggara Timur, meminta kepada Rumah Tahanan Negara (Rutan) kelas IIB Soe untuk deteksi dini cegah kebakaran.

Kepala Rutan kelas IIB Soe, Nixon G.L. Osingmahi, S.Sos.,M.Hum kepada awak media, Kamis (09/9) mengatakan, melalui Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Hukum dan HAM NTT untuk menindaklanjut peristiwa kejadian pelaksanaan deteksi dini, cegah kebakaran di Rutan Kelas IIB Soe.

“Hal ini dilakukan karena adanya peristiwa atau kejadian kebakaran yang terjadi di Lembaga Permasyarakatan Kelas I Tangerang pada Rabu, 08 September 2021,” ujar Nixon.

Dirinya juga telah memerintahkan Ketua PLH Kepala Rutan Kelas llB Soe, Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan bersama dengan anggotanya untuk melakukan pengecekan arus listrik di Rutan
Kelas llB Soe yang korslet untuk segera diperbaiki, sehingga tidak mengakibatkan gangguan yang berujung pada kebakaran.

Menyikapi surat pemberitahuan tersebut petugas Rutan Kelas llB Soe yang dipimpin oleh Ketua Tim PLH Kepala Rutan Soe Yustriwan W. Silla, SH, segera

“Kami sudaj melakukan koordinasi dengan PLN Unit Layanan Pengaduan Kabupaten TTS untuk langsung melakukan pengecekan pada instalasi listrik dan kondisi kabel yang berada di Rutan Kelas IIB Soe,” jelasnya.

Selanjutnya juga dilakukan pemeriksaan tempat yang dicurigai dapat menimbulkan resiko koslet untuk segera dibenahi agar dapat mengurangi kejadian yang berujung pada kebakaran terutama yang berhubungan dengan listrik dan api.

Ketua Tim PLH Kepala Rutan Kelas llB Soe juga sudah melaporkan kepada Kepala Rutan Soe terkait dengan pelaksanaan kegiatan deteksi dini cegah kebakaran yang dilakukan di Rutan Kelas
llB Soe, yang mana kegiatan berjalan aman dan lancar.

“Kami keluarga besar Rutan Kelas IIB Soe juga mengucapkan turut berduka cita yg mendalam terhadap musibah kebakaran di Lapas Kalas I Tangerang yang mengakibatkan 41 orang meninggal dunia,” tutupnya.

Laporan: Welem Leba 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan