Robert Salu dan Tim Siap Banding ke Pengadilan Tinggi Kupang Terkait Kasus Kematian Gonsa Kolo

  • Whatsapp
Robertus Salu, SH.,MH.

Kefamenanu-InfoNTT.com,- Kuasa Hukum korban Gonsa Kolo dari Kantor Advokat Robert Salu & Partners, yakni Ketua Tim Robertus Salu, SH.,MH, serta anggotanya Egiardus Bana, SH., MH, dan Paulo Chrisanto, SH, akan melakukan banding ke Pengadilan Tinggi NTT terkait putusan hukum Pengadilan Negeri Kefamenanu.

Robert Salu kepada media ini, Kamis (17/12/2020) malam mengatakan, selaku kuasa hukum keluarga korban, tentu menghormati putusan pengadilan, yang dapat memberikan keadilan bagi keluarga korban. Akan tetapi ada hal-hal lain menyangkut keadilan yang harus ditegakkan, dengan alasan korban meninggal duni.

Bacaan Lainnya

”Hari ini kita sudah sama-sama mendegarkan putusan hakim yang mana, bahwa terdakwa yang adalah sopir truck telah terbukti bersalah karena kelalainnya sehingga menyebabkan korban Gonsa Kolo terbakar dan meninggal dunia. Putusan pengadilan terhadap terdakwa 1 Tahun 10 bulan penjara, atas putusan itu, setelah berembuk dengan keluarga korban, maka kita akan melakukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi Kupang,” ungkap Robert.

Menurut Robert, pada prinsipnya keluarga korban menghormati putusan Pengadilan Negeri Kefamenanu, serta sependapat bahwa karena kelalain dari sopir truk yang menyebabkan saudara Gonsa kolo meninggal dunia. Terlepas dari itu, kelaurga korban belum sependapat dengan pertimbangan majelis hakim yang hanya vonis terdakwa 1 tahun 10 bulan penjara.

“Oleh karena itu, kami selaku kuasa hukum keluarga korban akan berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan Negeri TTU, untuk melakukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi Kupang, dengan pertimbangan agar terdakwa dapat dihukum seberat – beratnya sebagaimana ancaman hukuman maksimal dalam pasal 312 Undang – undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” ujar advokat muda ini.

Dirinya menambahkan, dasar pengajuan upaya hukum banding dengan alasan yang memberatkan terdakwa adalah, bahwa terdakwa tidak pernah menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban, terdakwa tidak memberikan pertolongan kepada Korban saat itu, malah terdakwa berupaya memadamkan api pada truck, artinya jikakalau terdakwa saat itu memberikan pertolongan kepada korban maka dapat dipastian korban Gonsa kolo tidak meninggal dunia saat itu.

Selanjutnya, terdakwa berupaya untuk menutupi persoalan ini dengan tidak segera melapor ke Polres TTU, dan juga terdakwa segera mengganti lampu rem mobil truck tersebut dengan tujuan membuat kabur barang bukti. Tentu dengan alasan-alasan ini sebagaimana terungkap dalam fakta persidangan, diharapkan Pengadilan Tinggi Kupang dapat memberikan hukuman maksimal bagi terdakwa.

Laporan: Aries Usboko

Pos terkait

Tinggalkan Balasan