Reses di Kuatnana, Egy Usfunan Tepati Janji Bantu Warga Bangun Rumah Layak Huni

  • Whatsapp
Egy Usfunan ketika bersama warga gotong royong bangun rumah.

Soe-InfoNTT.com,- Wakil ketua DPRD Kabupaten TTS Relygius Usfunan gelar reses sekaligus gotong royong bersama masyarakat membangun rumah layak huni bagi bapak Lukas Faot, Kamis (25/2/2021) di Dusun B, Desa Naukae, Kecamatan Kuatnana.

Politisi PKB yang dikenal dengan sapaan Egy ini menyampaikan bahwa reses sekaligus bergotong royong membangun rumah layak huni bagi bapak Lukas Faot  ini merupakan wujud dari sumbangsi dirinya sebagai wakil rakyat, yang mana bapak Lukas merupakan salah satu Koster pada pos pelayanan Ayalon Taekiu Jemaat GMIT Paulus Taikuu.

Bacaan Lainnya

“Saya pribadi bersama masyarakat dusun B bergotong royong mewujudkan pembangunan rumah layak huni bagi bapak Lukas. Ini jawaban reses pada tahun lalu dengan rumah permanen ukuran 5×7 meter persegi, karena belum dapat perhatian dari pemerintah desa maupun daerah. Dengan demikian tetap kita tindak lanjuti dalam kerja sama gotong royong,” ujarnya.

Dalam kegiatan reses kali ini juga, masyarakat menyampaikan aspirasinya terkait dengan program Presiden RI “Kampung Terang”. Masyarakat Naukae berharap agar pemerintah bisa melihat persoalan listrik dan air bersih.

“Kami di musim hujan ambil air di kali (sungai). Musim panas air tersebut kering dan kami harus membeli air di mobil pic up yang keliling jualan air dalam kampung,” ujar salah satu warga.

Warga juga berharap perhatian pemerintah terhadap rumah layak huni, yang mana di Dusun B masih banyak rumah yang beratap daun. Warga juga berharap adanya pelatihan pelatihan seperti perbengkelan, mebeler dan kursus menjahit, agar masyarakat juga punya keahlian tambahan.

Masyarakat juga minta pemerintah agar aktifkan kembali gotong royong masyarakat, karena selama ini program program dari pemerintah seperti proyek pembangunan dialihkan ke pihak ketiga. Ini pertanda bahwa nilai gotong royong sudah semakin terkikis.

“Pemahaman kami sebagai masyarakat kecil itu adalah proyek seperti WC sehat yang ada di desa ini kami anggap gagal karena bukan gotong royong tapi dikerjakan oleh dua dan tiga orang saja dan tentu kami sangat prihatin. Semog ada yang akan membimbing kami masyarakat kecil demi mewujudkan kembali kerja gotong royong,” ujar warga tersebut.

Laporan: Welem Leba

Pos terkait

Tinggalkan Balasan