KPW PRD NTT RAPAT AKBAR PERINGATI HARI LAHIR PANCASILA

  • Whatsapp

 Oelamasi, infontt.com Komite Pimpinan Wilayah Partai Rakyat Demokratik NTT (KPW PRD NTT) melakukan Rapat Akbar dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila pada tanggal 01 Juni 2016, di depan Kantor Desa Kuimasi Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang .

Rapat Akbar ini diawali dengan sambutan dari ketua panitia, Amro P. Kono sekaligus membuka kegiatan dimaksud. Dilanjutkan dengan pembacaan pidato dari Ketua KPP PRD NTT oleh Deputi Politik KPW PRD NTT, Gregorius Dala. Dilanjutkan dengan pidato dari Ketua  LMND NTT, Antonius J. Afeanpah, Kepala Desa Kuimasi, Keluarga Manbait Otepah dan diakhiri dengan pembacaan Maklumat Pancasila oleh Wilhelmus Nominong Mali diikuti oleh seluruh hadirin yang hadir.

Acara ini juga  dihadiri oleh undangan dari berbagai organisasi kepemudaan  baik itu nasional maupun lokal yang berada di Kota Kupang dan sekitarnya. Selain itu turut hadir berbagai Tokoh Adat Timor seperti Raja Manbait Otepah.Warga eks Timor Timur juga hadir dan mengambil bagian dalam kegiatan dimaksud. Dari kalangan aparat setempat pun hadir dalam kegiatan ini.

Menurut Amro P. Kono, maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah mengembalikan jiwa dan semangat gotong royong sebagai watak dan jati diri bangsa dan mengikis sikap individual dan liberalism yang mengendepankan kepentingan pribadi diatas kepentingan bersama. Selain itu diharapkan melalui peringatan hari lahir Pancasila ini dapat menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda penerus bangsa dalam rangka pembentukan karakter bangsa.

Sedangkan Gregorius Dala , Deputi Politik KPW PRD NTT menegaskan bahwa Pancasila adalah filosofi,dasar,pedoman dan moral bagi bangsa Indonesia dalam kehidupan berbangsa maupun bernegara, untuk mewujudkan masyarakat adil makmur, lahir batin.

Lebih lanjut,ia mengatakan bahwa pada saat bangsa Indonesia nmengkonsolidasikan kemerdekaan, pancasila menjadi alat persatuan nasional dan senjata yang sakti dalam menghadapi kekuatan imperialisme yang ingin kembali menjajah bangsa Indonesia.

Sementara itu , Antonius J. Afeanpah,Ketua LMND NTT , dalam pidatonya mengatakan bahwa semangat kebangsaan kita hari ini mulai kendor bahkan perlahan mulai pudar. Untuk itu perlu dicari solusi yang baik untuk mengembalikan semangant kebangsaan tersebut. Bung Karno p[ernah mengatakan bahwa untuk membangkitkan semangat kebangsaan itu kita harus melakukan tiga hal. Pertama , menunjukan kepada rakyat tentang massa lampau yang gemilang. Kedua, menyadarkan rakyat tentang keadaan sekarang ini sebagai zaman kegelapan, zaman neokolonialisme, kekayaan dan SDA tidak dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran bersama bangsa Indonesia, tetapi dikmuasai asingh dengan liberalisme sebagai pilar utama, yang kuat menyingkirkan yangh lemah. Ketiga, memeperlihatkan masa depan yang gilang – gemilang dan berseri-seri, satu masa, dimana bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju, berdaulat, mandiri, berkepribadian, gemah ripah loh jinawi, adil makmur, bahagia, aman sentosa. Dengan be3rgotong royong menjadikan bumi, air angkasa dan kekayaaan alam yang terkandung didalamnya untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Untuk mewujudkan itu, kita harus memiliki bekal dan bekal pokok kita ialah pancasila.

Dalam Rapat Akbar tersebut selain sambutan dari berbagai pihak yang telah disebutkan tadi, juga diselingi oleh berbagai jeniis kegiatan lain berupa pembacaan persembahan lagu. (Chris)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan