Pesan Presiden Jokowi untuk Gubernur NTT Dititipkan Melalui Dr. Frits Fanggidae

  • Whatsapp
Dr. Frits Fanggidae didampingi para pengurus Partai Nasdem NTT saat menggelar jumpa pers, (01/9) siang di kantor Nasdem NTT.

Kupang-InfoNTT.com,- Dosen Universitas Kristen Arta Wacana Kupang ( UKAW Kupang) sekaligus pengamat ekonomi, Dr. Frits Fanggidae dapat kepercayaan mengikuti pertemuan bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (3028/2021) siang di Istana Negara Jakarta.

Dr. Frits Fanggidae didampingi tiga pengurus Nasdem NTT yakni Boby Fanggidae, Alex Ena dan Yusak Meok, dalam jumpa pers di kantor Nasdem NTT (01/9) menjelaskan, pertemuan bersama Presiden Jokowi ini dilangsungkan bersama belasan tokoh lainnya, dan Ia satu-satunya perwakilan dari NTT.

Bacaan Lainnya

Menurut Dr. Frits, pertemuan yang membahas beberapa poin penting tersebut dihadiri setelah mendapat rekomendasi dari Julie Sutrisno Laiskodat, yang mana Ia diminta sebagai tokoh masyarakat non politis untuk menghadiri pertemuan di Istana Merdeka.

“Hadir dalam pertenuan tersebut Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Sekretaris Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Ketua Umum Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Ketua Umum Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) dan masih ada beberapa tokoh lainnya,” jelas Dr. Frits.

Ditambahkannya, dalam pertemuan tersebut Presiden Jokowi didampingi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) dan Menteri Sekretaris Kabinet (Menseskab). Di mana pertemuan tersebut membahas terkait progres penanganan covid-19 di daerah.

“Kami diskusi soal penanganan covid-19. Presiden menyampaikan perkembangan covid-19 dan penanganan melalui PPKM. Nanti September hingga Oktober akan mengakselerasi pelaksanaan vaksinasi,” ungkap Dr. Frits.

Dikatakannya, Presiden meminta pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota untuk tidak menumpuk vaksin di gudang, tetapi harus memaksimalkan vaksinasi covid-19 di daerah masing-masing. Vaksin yang sampai ke daerah harus segera ditindaklanjuti, jika habis maka akan dikirim lagi dari pusat.

Dalam pertemuan tersebut, dikatakan Frits, Presiden Jokowi menitipkan pesan kepada Gubernur NTT terkait percepatan vaksinasi di daerah. Hal ini juga sudah disampaikan langsung kepada Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.

“Presiden Jokowi meminta agar pemerintah daerah dalam hal ini Gubernur NTT segera mempercepat proses vaksinisasi, karena pada bulan September vaksin yang masuk ke Indonesia sebanyak 70 juta vaksin dan bulan Oktober sebanyak 80 juta vaksin,” ujarnya.

Menurut Frits, jika Pemda ingin mempercepat segala proses vaksinasi, maka pemerintah harus mampu bekerja sama serta bersinergi dengan semua komponen yang ada di daerah, baik itu TNI, Polri, dan juga masyarakat.

“Gubernur NTT juga akan mengerahkan seluruh kekuatan pemerintah dan masyarakat untuk mempercepat vaksinasi tersebut, yang mana Gubernur siap melaksanakan pesan Presiden Jokowi,” tegasnya.

Laporan: Ony Selan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan