Para Pimpinan DPRD Kabupaten Kupang Sesalkan Pernyataan Sekda Terkait Media

  • Whatsapp
Ketua DPRD Kabupaten Kupang Daniel Taimenas dan Wakil Ketua Sofia Malelak - de Haan

Oelamasi-InfoNTT.com – Beberapa waktu lalu beredar video di kalangan jurnalis Kabupaten Kupang terkait pernyataan dari Sekda Kabupaten Kupang Ir. Obet Laha bahwa jangan percaya terhadap media. Hal ini memantik rasa kekecewaan Komunitas Jurnalis Kabupaten Kupang terhadap Sekda.

“Karena itu kita jangan percaya pada media, media maunya beritanya bagus maka media membuat, memplintir berita,” demikian ucapan Sekda Ir. Obet Laha yang diduga disampaikan saat rapat Gedung DPRD Kabupaten Kupang beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

Ketua KONJAKK Jermi Mone, SH kepada media ini pun menyampaikan bahwa pernyataan Sekda Kabupaten Kupang Ir. Obet Laha dalam video berdurasi 25 detik tersebut secara jelas mengatakan tidak percaya terhadap pemberitaan media.

“Pernyataan itu terlontar saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Gabungan Komisi DPRD Kabupaten Kupang bersama Baperjakat membahas tentang mutasi pejabat lingkup Pemkab Kupang,” ujar Jermi.

Sesuai vidio yang beredar, ucapan Sekda langsung ditanggapi Yosef Lede anggota DPRD. Yosef Lede mengatakan pejabat tidak perlu takut kalau media menulis, itu bagian dari koreksi untuk memperbaiki hal yang baik.

Pernyataan Sekda ini juga mendapat sorotan tajam pimpinan DPRD yang beranggapan pernyataan Sekda itu keliru.

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Daniel Taimenas kepada wartaaan, Senin (01/02) di ruang kerjanya mengatakan, media merupakan alat kontrol juga sebagai sumber informasi publik.

Menurut Daniel Taimenas, tulisan di media menjadi alat kritik sosial untuk memperbaiki kinerja para pejabat, pejabat tidak perlu merasa alegri dengan media. Media sebenarnya memberi ruang untuk melakukan hak jawab atau pun klarifikasi soal pemberitaan yang dianggap melenceng.

“Saya saja selama dua minggu dikritik habis – habisan, tapi saya pikir itu bagian dari koreksi. Saya tidak alergi dengan media, saya anggap semua media itu kawan saya,” ungkap Daniel Taimenas.

Sedangkan Wakil Ketua DPRD Sofia Malelak – de Haan, Selasa (02/02) di ruang kerjanya juga mengatakan bahwa dirinya menyesalkan pernyataan Sekda tersebut.

Media kata Politisi NasDem Kabupaten Kupang ini, merupakan jembatan guna mempertemukan titik – titik krusial dari persoalan di daerah, media sebagai alat kontrol yang baik.

“Karena media merupakan alat filter dan kontrol yang baik, dari media kita tau banyak informasi. kita tidak boleh alergi dengan media. Media akan menemukan dan mengkritisi persoalan – persoalan krusial dengan memberi pikiran – pikiran bersifat solutif. Dari media pula akan diperoleh informasi dari berbagai stakeholder,” jelas Sofia Malelak – de Haan. (*Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan