Panitia Paskah Nasional dan Konas Perempuan GMKI 2020 Resmi Dikukuhkan

  • Whatsapp
Foto bersama usai pengukuhan

Kupang-InfoNTT.com,- Panitia Paskah Nasional dan Konsultasi Nasional (Konas) Perempuan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) resmi diperhadapkan, Minggu (23/20/2020) di gereja Bet El Maulafa Kupang.

Kebaktian perhadapan ini dipimpin Pendeta Lorrry Lena Foeh, di mana Khotbahnya di ambil dari bacaan Alkitab dalam Matius 4 ayat 1 sampai dengan 14 dengan Perikop di padang gurun.

Bacaan Lainnya

Hadir dalam kebaktian ini, ketua bidang Penguatan Kapasitas Perempuan Pengurus Pusat GMKI Burju Silaban, yang membacakan surat Keputusan Pengurus Pusat GMKI tentang Pengesahan Panitia Paskah Nasional dan Konsultasi Nasional Perempuan Gerakan Mahasiswa Indonesia tahun 2020.

Hadir juga kordinator wilayah (Korwil) VII PP GMKI Melky Suny, ketua GMKI Kupang Ferdinan Umbu Tay, sekretaris GMKI Kupang Katy Ahab dan jajaran pengurus Cabang GMKI Kupang, serta senior Frends Members.

Dalam kebaktian pengukuhan ini dipercayakan Drs. Alexander Ena sebagai ketua Umum dan Deasy Ballo Foeh sebagai sekretaris umum. Di mana keduanya saling merangkul penuh optimisme bahwa pelaksanaan 2 kegiatan besar ini dapat terlaksana dengan baik dan sukses.

Menurut Alexander Ena, GMKI Cabang Kupang dikenal sebagai cabang besar dengan potensi kader-kader militan yang siap bergandeng tangan bagi kegiatan ini.

Demikian pula Ferdian Umbu Tay dan Katy Ahab selaku ketua dan sekretaris Cabang GMKI Kupang. Yang mana selaku tuan rumah penyelenggara,  kegiatan ini dipastikan berjalan dengan baik sesuai harapan.

Sedangkan Deasy Ballo Foeh kepada media ini mengatakan, untuk memperlancar semua rencana kerja ke depan, maka sekretariat GMKI Kupang akan juga menjadi sekretariat panitia selama berjalannya kegiatan.

“Selain Paskah Nasional, Konas Perempuan GMKI juga tak kalah penting. Dengan diagendakan Kupang sebagai tuan rumah, maka ini sebagai loncatan hebat bagi kaum perempuan bahwa perempuan NTT harus berani bersuara, karena perempuan saat ini tidak sebagai pemain drama dalam kehidupan. Tetapi juga sebagai garda terdepan kehidupan bangsa, khususnya di NTT,” jelas Deasy.

Laporan: Chris Bani

Pos terkait

Tinggalkan Balasan