Monumen Pendidikan, Perjuangan serta Sejarah Berdirinya SD Inpres Sanenu di Taebenu

  • Whatsapp
Monumen yang ada di depan kantor SD Inpres Sanenu

Kupang-InfoNTT.com,- Mengenang kembali berdirinya SD Inpres Sanenu di Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang. Sekolah ini berdiri pada 01 juli 1982 dan gedungnya mulai digunakan pada 01 juli 1983.

Sekedar mengingatkan bahwa SD Inpres Sanenu berdiri pada tahun 1982 dengan pemimpin pertama yakni Yesaya Bollu dengan NIP 130 475 706. Yesaya Bollu memimpin SD Inpres Sanenu sejak tahun 1982 hingga tahun 2004. Guru-guru kala itu ialah Silas Fallo, Nahum Tafui. Yunus Taopan, Yakob Nenobesi, Lidya Olla, Bendelina Takunama dan Daniel Neno.

Bacaan Lainnya

Selanjutnya tongkat estafet kepemimpinan dipegang oleh Semuel Nesimnahan S.Pd, yang memimpin dari tahun 2004 sampai tahun 2006. Guru-guru waktu itu adalah Yesaya Bollu, Nahum Tafui, Silas Fallo, Yunus Taopan, Danial Neno, Yohanis Ngete, Marselinus P Djata, Maria Takain dan Agnes Anut.

Selepas Semuel Sesimnahan, Kepala Sekolah ditangan Yunus Taopan,S.Pd. Ia memimpin dari tahun 2006 sampai tahun 2013, dengan guru-guru yakni Nahum Tafui, Silas Fallo, Marselinus P Djata, Frans Sinlaeloe, Maria Takain, Agnes Anut, Musa Amheka, Eka Lalus, oktoviani Tari, Juneidin dan Yakob Ora.

Tahun 2013 pergantian pemimpin dan Marselinus P Djata,S.Pd sebagai nahkoda baru yang memimpjn memimpin SD Inpres Sanenu sampai saat ini. Guru-gurunya yakni Silas Fallo, Nahum Tafui,Musa Amheka, Antonius Atonis, ibu Maria Takain, ibu Agnes Anut, Yakob Ora, Yosep Siubelan, Yoneta Kaseh dan Yanto Taimenas.

Perkembangan kemajuan SD Inpres Sanenu semakin baik. Kehadiran SD lnpres Sanenu telah melahirkan PAUD Melati, PAUD Monafe dan SMP Satap Taebenu serta dari SMA Negeri 2 Taebenu di Sanenu.

Badai gelombang mengombang ambingkan SD Inpres Sanenu pada tahun kepemimpinan Marselinus P Djata, yang mana pemimpin sebelumnya Yunus Taopan memasuki masa purna bakti pada tahun 2013. Pada tahun 2017 salah satu guru senior SD Inpres Sanenu, Musa Amheka diangkat menjadi kepala sekolah di SD Inpres Oeletsala.

Selanjutnya guru Silas Fallo juga masuk masa purna bakti, Antonius Atonis diangkat menjadi Kepala Sekolah di SD Negeri Binlaka, Maria Takain menjadi kepala sekolah di SD GMIT Baumata dan Agnes Anut pindah tukas ke di SD Negeri Binlaka.

Berkurangnya tenaga pengajar di SD Inpres Sanenu membuat roda sekolah ini tertatih-tatih sejak tahun 2018. Tenaga guru yang ada jumlahnya tidak relevan dengan 6 rombel dan guru kelas hanya 2 orang. Sedangkan 3 orang guru mata pelajaran, ditambah lagi pada tahun 2018 guru atas nama Nahum Tafui masuk masa purna bakti.

Sempat ada angin segar pada tahun 2018 akhir tepatnya bulan Oktober. Seorang guru bernama Veronika Anabokai bergabung bersama untuk mengabdi di SD Inpres Sanenu, namun sayangnya  pada bulan November 2019 Ia pindah ke SD Negeri Baumata Timur.

Angin dan gelombang terus menerpa. Tahun 2020 goncangan virus corona menerpa, sehingga KBM dilakukan dari rumah. Tetapi demi anak bangsa, dan walaupun guru kelas 1 orang ditambah 3 orang guru mata pelajaran dengan 6 rombel serta jumlah siswa cukup banyak lebih dari 150 anak, tapi tetap berjuang memberikan ilmu kepada para generasi penerus bangsa.

Harapannya, semoga Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang dapat menempatkan tenaga guru kelas untuk mengisi kekosongan yang ada. Bukti kerja nyata dan kerja sama guru serta komite sampai sekarang berjalan dengan baik, di mana jikalau ada guru yang ingin mengabdi dan menetap, maka komite siap membuat rumah untuk guru tersebut.

Banyak guru yang datang lalu pergi. Saat datang pasti banyak kendala yang ditemui karena kondisi tempatnya jauh dari kota. Saat pergi pun bukan kareba tidak mau mengabdi di SD Inpres Sanenu, namun karena prestasi dan karya maka dihargai untuk memimpin di sekolah lain. Terbukti tahun 2018 tiga orang guru keluar karena dipercayakan sebagai kepala sekolah.

Jika datang mengabdi dengan ketulusan demi anak bangsa, maka pastinya akan pergi karena keberhasilan. Saat melakukan tugas dengan iklas pasti tinta emas diberikan untuk menoreh kata dan tanda tangan pada lembaran kertas Negara. Karya dasar yang ditanam oleh pemimpin yang pertama menjadi dasar yang kuat bagi penerus pendidikan di SD Inpres Sanenu.

Bukti lain tentang kerja nyata para pejuang di SD Inpres Sanenu bahwa pembangunan gedung SD Inpres Sanenu sejak berdiri dan kemudian diresmikan terdapat sebuah bukti monumen yang ada di depan kantor SD Inpres Sanenu.

Semoga ke depan ada pemimpin-pemimpin anak bangsa yang lahir dari sekolah ini. Terima kasih juga buat guru-guru yang pernah mengabdikan diri demi anak bangsa di SD Inpres Sanenu, Desa Bokong, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang.

Penulis : Yakob Ora (Salah satu guru di SD Inpres Sanenu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan