Meningkatkan Kualitas Peternakan Kabupaten Kupang, Ego Sentral Harus Dihilangkan

  • Whatsapp
Bambang Permana

Oelamasi-infontt.com,- Bambang Permana sudah melalui proses langkah demi langkah untuk meningkatan pendapatan dengan dua upaya, yakni produktifitas ternak dan ketersediaan SDM. Hal ini diungkapkan Plt Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Kupang ini, Selasa (14/8/2018) pagi di ruang kerjanya.
Menurut Bambang, sampai pada peningkatan pandapatan dan kesejahteraan peternak, tentunya ada perubahan pada populasi dan kualitas ternak. Sementara perbandingan peningkatan peternakan tahun 2017 ke 2018 ada peningkatan yang cukup signifikan.
“Untuk saat ini perlu kerja keras bukan hanya bicara, kita bisa lihat saja dilapangan, saya tidak mau menipu keadaan di lapangan. Kelompok yang dibangun tidak ada tambahan uang dari dinas atau dana dari pemerintah. Tetapi bagaimana saya membangun kemitraan dengan pihak lain,yang mana investasi perbankan sebagai suatu pengelola investasi mencapai pada meningkatkan pendapatan industri sejahtera bagi saudara-saudara kita,”jelas Bambang.
Dilanjutkannya, pola dan cara ini juga bisa dipakai untuk membuktikan terkait apa yang dikatakan Bupati Kupang, Ayub Titu Eki bahwa daerah ini sebagai Kabupaten Umum Kawasan Timur Indonesia. Dan objek wisata yang ada di Batuplat akan dipindahkan ke Kabupaten Kupang dan lokasi tersebut akan dijadikan lokasi agro wisata yang didukung oleh Polri dan TNI.
“Rencananya sekitar akhir September sampai pertengahan Oktober kalau tidak salah akan berlangsung penanaman bersama di lahan seluas kurang lebih 100 hektare di Kabupaten Kupang, dan akan dihadiri mantan Kapolda NTT yang sekarang Kepala Devisi Hukum Mabes Polri bersama petinggi Polri,”ujarnya.
Bambang juga menambahkan, Jumat (17/8) dirinya akan ke Kabupaten TTS untuk mengambil bibit vanili dan cengke untuk ditanam. Karena masyarakat tidak bisa berpatokan pada peternakan saja, peternakan pun tidak bisa ego sentral.
Menurut Bambang, di aspek peternakan sendiri harus berbulan-bulan baru dipanen, maka disamping itu perlu ditambah dengan tanaman komoditi lain yang bisa dipanen dengan cepat dan memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Maka dari itu untuk mencapai kebutuhan dan pendapatan tidak hanya pada peternakan namun ada di aspek pertanian, perkebunan, perikanan dan disusul juga agro wisata sebagai objek wisata, yang tidak menutup kemungkinan ini akan terjadi transaksi pasar di bidang kuliner dan pariwisata Kabupaten Kupang.
“Saya yakin sekali dengan proyek ini sangat baik akan sukses, hal ini pernah dibicarakan soal bagaimana kita menjadikan konsep ini sebagai model bukan hanya NTT, tetapi bagi lahan kering secara Indonesia dimana kegiatan ini tidak pernah menggunakan APBD sedikit pun untuk terlaksana kegiatan ini,”ungkapnya.
Bambang juga mencontohkan kelompok yang Ia bentuk dan didukung oleh Bank NTT. Masyarakat menggunakan sistem dimana setiap orang berhak mendapatkan uang sebesar Rp. 3.000.000 (Tiga Juta Rupiah) dengan cara, harus melakukan pemeliharaan ternak selama satu setengah tahun.
“Kemarin yang menggunakan lahan kebun hanya membutuhkan waktu dua bulan setengah sudah bisa menghasilkan dan mendapatkan uang dua juta setengah. Ini terjadi pada kelompok yang saya bina. Inilah yang mau kita buat supaya ada lonjakan di berbagai sektor sehingga peningkatan industri sejahtera bisa tercapai,”pungkasnya. (*Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan