Melki Laka Lena Menutup Kegiatan Campore East To East Di Kabupaten TTS

  • Whatsapp
Foto bersama peserta Campore East to East di Bu'at, Kota Soe (26/6)
Foto bersama peserta Campore East to East di Bu’at, Kota Soe (26/6)

Soe-infontt.com,- Campore East to East yang diselenggarakan Pemuda Remaja Gereja Masehi Advent Yang dan Pathfinder resmi ditutup oleh Emanuel Melkiades Laka Lena, Senin (26/06/2017) di Bua’t – Soe.

Kegiatan Perkemahan yang berlangsung mulai dari 22 sampai 26 Juni dihadiri kurang lebih 2000 peserta pemuda remaja advent yang terdiri dari berbagai daerah di NTT, Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta,
Maluku Barat Daya, Kalimantan Bahkan Peserta dari Timor Leste juga turut hadir.

Bacaan Lainnya

Melki Laka Lena yang dipercayakan untuk menutup kegiatan tersebut mengatakan bahwa kegiatan ini mengingatkan Ia pada pengalaman masa-masa sekolah dulu salah satunya kegiatan pramuka.

“Seperti ini melatih mental anak-anak muda untuk berkarya. selain itu juga memperkuat pertumbuhan Iman peserta bisa juga melalui kegiatan dan ketrampilan-ketrampilan,” ungkapnya.

Lanjut melki laka lena, kegiatan ini juga merupakan wahana yang tepat untuk memperbaharui komitmen diri dan organisasi dalam membangun kehidupan gereja, bangsa dan masyarakat.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi program untuk membangun spirit religius yang tangguh. Menggugah kepedulian dan kecintaan menjaga kelestarian alam Dala membangun komunikasi dan persahabatan serta membangkitkan kepedulian dan solidaritas sosial,” ujar bakal calon Gubernur NTT 2018.

Selain Melki Laka Lena, penanggungjawab Kegiatan, Pendeta Riny Wenas ysng merupakan Direktur Pemuda Uni Indonesia Barat ini dalam kesempatannya menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan setahun sekali dengan tujuan mempertemukan pathfinder sehingga mereka bisa berbaur dan saling kenal satu sama lain. Dalam kegiatan ini mereka juga menampilkan apa yang mereka pelajari dari daerah asal mereka.

“Dalam kegiatan peserta diajarkan nilai-nilai gereja, alam, keterampilan daerah seperti cara membuat sasando dan masing-masing peserta juga menampilkan budaya asal daerahnya” ujar Pendeta Riny Wenas.

Untuk diketahui bersama bahwa kegiatan ini sudah berlangsung lama sejak gereja advent itu ada, tapi baru menjadi populer itu 10 tahun terakhir

Usai penutupan kegiatan ini, Melki Laka lena langsung di doakan oleh pendeta Rony Wenas, Pendeta Robert Bengu, dan Pendeta Mesnik Ataupah. Mereka mendoakan Melki Laka Lena agar karya kedepan bisa tercapai dalam kuasa Tuhan. (tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan