Melalui Dana Desa, Kades Muke Berjuang agar Masyarakat Menikmati Hasil

  • Whatsapp
Anderias Lopo

Oelamasi-InfoNTT.com-, Pembangunan kegiatan fisik dan maupun pemberdayaan di desa Muke untuk tahun 2019 ada 4, yaitu rabat beton yang sudah mencapai 100 persen, gedung PAUD 1 unit dan lokasihnya di Dusun II yang sementara sudah mencapai 90 persen, gedung posiandu 1 unit yang letaknya di lokasi dusun I dan saat ini sisa plafon yang sementara dikerjakan serta pafinblok halaman kantor desa sudah 100 persen.

Semua program desa Muke pada tahun 2019 diharuskan selesai pada 10 Februari 2020. Demikian disampaikan Kepala desa Muke, Anderias Lopo kepada media ini, Jumat (25/01/2020) ketika di kantor desa Muke.

Bacaan Lainnya

“Pemberdayaan ada 4 yaitu bibit sayur sayuran, bibit bawang merah, anakan sukun dan ternak babi jumlahnya 87 ekor sekalian dengan kandang. Untuk sayuran sendiri sudah bagikan ke masyarakat,” ujar Anderias.

Menurut kades Muke, dalam rakor di kabupaten ada arahan dari dinas bahwa setiap perubahan mekanisme tahun 2020, yaitu dari 20 persen berubah menjadi 40 persen untuk tahap pertama dan kedua, sedangkan 20 persen di tahap tiga.

Sebagai kepala desa, dirinya sangat menyutujui pola pencairan ini, dengan alasan jikakalau cair tahap pertama 20 persen nanti akan menyulitkan, karena membuat pembangunan fisik menjadi lambat, belum lagi jika tahap satu (pola 20 persen) dipakai pembayaran honor, insentif dan tunjangan.

“Mudah-mudahan ke depan semua pembangunan baik pemberdayaan maupun fisik, berbagai pengalaman ini akan kami rubah untuk bisa lebih baik lagi. Artinya bisa selesai tepat pada tanggal jatuh tempo, pekerjaan juga tidak tertunda seperti tahun tahun sebelum,” jelasnya.

Kades menambahkan sebelum masa jabatannya selesai, masyarakat Haris bisa menikmati yang namanya dana desa, karena dana ini tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat, bukan untuk pemerintah. Hak sebagai pemerintah itu hanya cukup insentif honor dan tunjangan, sedangkan semuanya itu untuk masyarakat.

“Jadi kedepan mudah mudahan masyarakat bisa menikmati dan merasakan yang namanya uang negara yang datang dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat,” ujar Anderias.

Laporan: Sigit Seran

Pos terkait

Tinggalkan Balasan