Luar Biasa!!!! Bawang Merah Kelompok Tani Binaan Politisi David Boimau Tembus Pasar Jakarta

  • Whatsapp
David Boimau (tengah) saat panen perdana bawang merah bersama para petani di Kecamatan Kolbano.

Soe-InfoNTT.com,- Kelompok Tani Talenta Desa Sei, Kecamatan Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Panen perdana bawang merah. Bawang-bawang ini kemudian diekspor hingga ke pasar Jakarta.

Anggota DPRD Kabupaten TTS David Boimau yang hadir saat panen perdana, kepada media ini, Rabu (17/3/2021), mengatakan bawang yang dihasilkan ini merupakan hasil kerja sama dirinya dengan Kelompok Tani Talenta Desa Sei.

Bacaan Lainnya

“Luas lahan yang dibuka sekitar 2 Hektare dengan menanam bibit bantuan dari Dinas Pertanian TTS sebanyak 400 kilogram, sedangkan sebagian bibit dibagikan kepada anggota yang lain untuk ditanam pada kebun masing-masing secara terpisah,” ungkapnya.

Sebagai wakil rakyat, Dirinya hanya menyiapkan lahan dan memfasilitasi anggota kelompok, dengan membantu anggaran untuk pembersihan lahan, penyiapan semuanya hingga panen. Panen perdana hasilnya mencapai 2.803 kilogram, dan diprediksi setelah panen seluruhnya bisa mencapai 7 atau 8 ton.

Menurutnya, pemasaran merupakan salah satu faktor hambatan bagi petani bawang merah saat ini, Ia mencoba peluang ke pasar-pasar luar daerah hingga ke Jakarta. Ini adalah bentuk bantuan kepada para petani dengan cara membangun kerjasama dengan pihak perusahaan atau pihak swasta yang mau membeli hasil panen petani.

“Saya lakukan untuk membantu pemasaran para petani bawang merah di beberapa desa. Kemarin bawang isi super yang kami panen terjual dengan harga 20 ribu rupiah per kilonya,” ucapnya.

David Boimau berharap petani TTS harus berubah dalam sisi ekonomi dan cara penerapan pengolahan serta pemasarannya. Panen perdana ini hanya bersifat seremonial, selanjutnya pemerintah harus mampu mencarikan peluang pasar yang tepat agar petani merasa terbantu.

“Kalau hanya sekedar hadir untuk panen perdana, semua orang bisa, tetapi jikakalau hadir membawa pengusaha yang langsung mengambil hasil panen dengan harga yang tinggi sesuai permintaan pasar, itu baru luar biasa,” tutup politisi Hanura ini.

Laporan: Welem Leba

Pos terkait

Tinggalkan Balasan