Lambaian Senja sang Mentari

Semburat jingga membias di langit barat
Mentari seolah melambai sebelum tenggelam
Malam tiba tanpa perlu sepucuk surat berkabar
Tanpa harus berteriak jua ke seluruh alam.

Aku ingin menjadi sejuta cahaya
Yang bisa membiaskan keindahanmu
Yang menjingga di langit sore
Yang bertemaram cahaya gemulai layaknya senja?
Tentu saja Aku tak bisa
Aku hanyalah Aku
Yang hanya punya kenangan biasa
Yang kebetulan ada kamu di dalamnya.

Terkadang,
Aku ingin seperti angin
Yang lunglai membawa daun
Yang membawa puing-puing asa
Yang menerpa rambut hingga menyentuh leher
Berharap kenangan ikut terbang jua

Hhuuufffttt……
Kau tahu!
Angin saat senja itu seperti kamu
Tak pernah bisa tergapai dengan jemariku
Tak bisa teraih oleh jutaan rindu

Kutatap senja lebih lekat
Sambil menahan perih yang mendenyut di dada
Bolehkan aku menyesal?
Menyesal karena telah memberiku tuba?
Menamparkan angin begitu kerasnya?

Senja….
bawalah jinggamu pergi
Biarlah ku tunggu esok
Mentari ‘kan terbit dalam keindahannya.

 

By: Kolmalaikol Manimabi
Editor: Heronimus Bani

Related posts

Leave a Reply