Komisi IV DPRD TTS Monitoring Penanganan dan Pencegahan Covid-19 di RSUD Soe dan Batuputih

  • Whatsapp
Komisi IV saat berkunjung ke di RSUD Soe.

Soe-InfonNTT.com,- Komisi IV DPRD Kabupaten TTS melakukan monitoring dan evaluasi ke beberapa tempat untuk memantau penginapan tenaga medis, pengecekan mesin O² di RSUD Soe dan memantau pos covid Kecamatan Batuputih, Selasa (23/3/2020).

Salah satu tenaga kesehatan penanganan covid 19 di RSUD Soe, Christian Lette kepada DPRD TTS menjelaskan, bahwa di RSUD Soe ada 14 orang tenaga medis yang fokus di penanganan covid-19, terdiri dari 8 orang nakes perempuan dan 5 orang laki laki.

Bacaan Lainnya

”Jika bicara soal nyaman dan tidak pastinya ada nyaman dan tidak nyaman. Kami masuk ke sini sejak Januari 2021. perempuan menempati satu kamar dan kami laki laki di satu kamar,” ujar Christian.

Menurutnya, kesulitan yang sering dialami oleh tenaga kesehatan adalah air bersih yang sering macet. PDAM dalam satu atau dua minggu jalan cuman sekali, jadi terpaksa harus isi penampungan air dengan air dari mobil tangki.

Pos Penjagaan Batuputih 

Setibanya Komisi IV di pos pemantau covid-19 di Batuptih yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kupang, salah satu anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP), Patje menyampaikan isi hatinya, bahwa Ia merasa ditelantarkan sejak akhir Januari bertugas di pos pemantau Batuputih hingga sekarang.

“Tahun 2020 kami dilengkapi APD dan lain lain, tapi sayangnya di tahun 2021 kami seakan akan dilantarkan begitu saja. Tidak diberikan APD, handszanitiser dan lain lain. Kami cuman menggunakan masker saja,” ungkapnya.

Namun dirinya tidak akan pernah putus asa untuk berjuang di Pos Penjagaan Batuputih. Perjuangan ini akan terus dilakukan, walaupun seakan tidak dipedulikan. Entah nanti siapa yang akan pedulikan nantinya.

“Kami di sini bersama rekan rekan TNI-Polri dan tenaga kesehatan selalu bergandengan tangan baik susah dan senang. Terkadang tiba jam makan, kami selalu lapar bersama, dan haus pun bersama. Terkait penjagaan, awalnya kami dibagi menjadi 4 shif untuk 1×24 jam, namun pertengahan Maret dirubah penjagaan sesuai jam kantor. Habis jam kantor kami pulang,” jelas Patje.

Menyikapi semua informasi ini, Ketua komisi IV DPRD TTS Marthen Tualaka mengatakan, dalam kunjungan ini Komisi IV mendengar semua yang menjadi keluhan di lapangan untuk bisa menjadi bahan evaluasi nanti saat paripurna mendatang.

Sedangkan Kapolsek Batuputih Ipda Ngakan Putu Purna mengakui, bahwa dengan adanya posko penjagaan Batuputih sangatlah membantu masyarakat.

”Kami kekurangan APD, bahkan masih banyak kekurangan. Selain itu alat penyemprotan disenfektan juga kurang. Sedangkan sistem pelaksanaan penjagaan msih seperti tahun kemarin, lancar,” ujarnya.

Laporan: Welem Leba

Pos terkait

Tinggalkan Balasan