Kolaborasi NasDem NTT Bersama P4S GS Organik Matani Besutan Gestianus Sino Bina 6 Pemuda Amarasi

  • Whatsapp
Kunjungan DPW Partai NasDem NTT di P4S GS Organik di Desa Penfui Timur, (14/9).

Kupang-InfoNTT.com,- DPW Partai Nasdem NTT serius menggarap serta meningkatkan semangat membangun daerah dengan membina petani milenial yang inovatif, mampu melewati tantangan dan mengkoneksikan dengan pasar ekspor.

Keseriusan ini nampak dari ditindaklanjutinya kunjungan ke Amarasi oleh Julie Sutrisno Laiskodat, istri dari Gubernur NTT, yang juga anggota DPR RI Komisi IV Periode 2019-2024 dari Fraksi NasDem.

Bacaan Lainnya

Ketua Tema Penggerak PKK NTT yang juga aktif aktif mengikuti berbagai aktivitas di daerah ini mengirim dan mengutus enam pemuda Amarasi untuk belajar langsung di pusat pelatihan pertanian dan pedesaan swadaya (P4S) GS Organik kelas madya.

GS Organik ini bertempat di jalan Nomelaktosi Matani, RT. 024/RW. 008, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Tempat ini selain sebagai tempat pelatihan juga sebagai agrowisata yang sudah banyak melatih para pelajar dan petani di NTT.

Heri Nono, Wakil Ketua Bidang Pertanian DPW Partai NasDem NTT didampingi Wakil Ketua Bidang Media dan Komunikasi DPW NasDem NTT, Elas Jamawara, kepada awak media, Selasa (14/9/2021) siang di lokasi kebun GS Organik mengatakan kunjungan Partai Nasdem NTT ini sekaligus ingin melihat langsung progres dari anak binaan Partai NasDem yang tengah belajar di kebun GS Organik.

“Ada 6 pemuda Amarasi yang dititipkan ibu Julie Laiskodat di tempat pelatihan GS Organik ini. Partai NasDem serius mengagas ini secara dini karena kami yakin tanah di Timor khususnya Amarasi ini sanat subur dan alamnya juga bagus. NasDem lakukan ini karena dalam proses pencanangkan agrowisata di daerah,” ujar Heri.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh ibu Julie Laiskodat ini agar setelah proses belajar dan pelatihan ini selesai, para pemuda Milenial ini akan balik ke kampungnya dan menjadi corong bagi daerahnya sendiri. Artinya mereka akan mendapatkan keuntungannya baik secara profit dan yang terpenting kerangka konsep agrowisatanya mereka sendiri yang akan mendesain.

Selanjutnya, selain mendidik pemuda di daerah, DPW NasDem NTT juga akan meminta seluruh DPD di NTT untuk membuat kebun contoh. Jadi rencananya semua DPD NasDem NTT akan memiliki kebunnya sendiri, dan konsep ini akan menjadi contoh bagi para petani.

Sedangkan Gestianus Sino, pemilik atau owner dari Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) GS Organik yang membina enam pemuda Milenial utusan NasDem ini mengatakan, tempat pelatihan ini sangat sederhana namun sudah membantu banyak para petani khususnya di wilayah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

“Saya diminta tolong oleh bunda Julie Laiskodat pasca balik dari Kotabes (Amarasi). Permintaan beliau yakni melatih pemuda di NTT untuk bisa menjadi petani yang produktif. Karena bagi saya bertani itu tidak berpikir terlalu berat tapi harus bergerak secara cepat dan tepat serta harus memiliki hobby terhadap pertanian,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan bahwa semestinya wilayah yang memiliki banyak sumber air harus bersyukur karena alam secara garis besarnya sudah siap, tinggal eksekusi. Para petani hanya belajar cara membuat pupuk organik padat, pupuk oganik cair dan pestisida organik.

“Dasar membuat pupuk organik harus belajar secara baik. Bertani itu jangan rencana yang besar, tapi lakukan apa yang kita bisa dan mampu terlebih dahulu. Lakukan secara serius sampai berhasil baru pindah ke target lain,” ujarnya.

Gestianus menambahkan, petani yang cerdas itu harus bisa berjalan sambil berdandan, dan itu saya lakukan sudah hampir 11 tahun. Kini Ibu Julie Laiskodat berikan kesempatan kepada GS Organik Matani untuk berkreasi bersama petani muda di daerah.

Selain sebagai spesialis petani tanaman organik, dirinya juga aktif di seminar-seminar baik di daerah, nasional bahkan Internasional. Terakhir dirinya diundang sebagai narasumber atau bintang taniamu pada program Kick Andy di Metro TV.

“Saya sedikit memberi pemahaman agar para petani tidak salah melangkah. Boleh budidaya bibit sebanyak mungkin, tapi jangan melawan alam, karena alam di NTT ini berbeda. Jadi harus ada kelender tanam. Rotasi tanam yang baik dan benar akan menghasilkan hasil yang baik,” kata Gestianus.

Menurutnya, petani yang cerdas akan butuh totalitas, tidak bekerja setengah setengah. Hidup di Indonesia tak perlu jadi pejabat, jadi petani pun bisa. Karena selagi manusia butuh makan maka harus ada petani yang menyediakan makanan tersebut.

“Kedepan minimal seluruh kota dan kabupaten di NTT harus ada GS. Harus jadi petani yang berdasi. Ayo bergerak untuk segera tuntaskan persoalan petani sukses jangka panjang. NasDem sudah memulainya, kiranya para petani harus merespon ini secara bijak demi kemakmuran petani di masa yang akan datang,” tandasnya.

Sedangkan terkait market, dirinya berharap para petani di desa punya pendataan yang jelas antar petani. Jangan setiap wilayah menanam dan menjual hal yang sama. Harus cerdas membaca peluang setiap supermarket.

“Jangan menumpuk pada hal yang sama. Harus ada inovasi. Kegagalan nampak ketika permintaan pasar rendah, dan para petani menanam dan menjual barang yang sama. Satu tanam tomat yang lain juga tanam tomat. Mau berhasil bagaimana,” jelasnya.

Ia mengakui bahwa NasDem NTT adalah partai pertama yang bekerja bersama dengan GS Oraganik untuk membina petani muda, kebetulan dirinya juga merupakan duta petani muda Indonesia.

“Mari kita sama sama belajar menemukan solusi lahan kering di daerah, mamfaatkan sumber daya yang ada untuk meningkatkan kualitas tanaman. Jangan jadi petani gampang yang hanya mengandalkan tebas bakar. Ada cara lain untuk meningkatkan tanaman yang baik. Jadi tebas bakar bukan satu-satunya cara petani bertani,” ujar Gestianus sembari memperlihatkan proses pembuatan pupuk dan cara pembibitan tanaman organik.

Arianto Kope, salah satu dari enam pemuda Amarasi yang sedang belajar di GS Organik Matani mengatakan, sangat senang belajar di tempat tersebut karena banyak ilmu yang didapati, mulai dari pembuatan pupuk organik hingga sampai pada proses penanaman serta membaca peluang pasar.

“Ini haru ketiga kami belajar. Kami dikasih pelatihan bagaimana buat pupuk secara organik, dan sampai hari ini kami sudah mulai paham dan akan kembali ke Amarasi dan mulai mencoba ilmu yang kami dapat di sini,” kata Arianto.

Diketahui bersama, bahwa DPW Partai NasDem NTT tengah serius menggarap program pertanian ini. NasDem NTT terus melakukan terobosan meningkatkan produksi pertanian di berbagai komoditas melalui peningkatan minat generasi muda. Para pemuda di NTT akan secara bergiliran mendapat pelatihan agribisnis dan agrowisata agar bisa menerapkan praktik usaha modern pertanian dari hulu ke hilir. 

Laporan: Chris Bani

Pos terkait

Tinggalkan Balasan