Keterlibatan Tentara Nasional Indonesia Dalam Penanggulangan Covid-19

  • Whatsapp

Oleh : Volkes Nanis,SH.,MH

Saat ini dunia diperhadapkan dengan suatu kondisi yang memprihatinkan, dengan munculnya sebuah virus yang disebut Covid-19 yang terjadi hampir seluruh Negara-negara di dunia, bahkan telah merenggut ribuan manusia di belahan dunia saat ini.

Bacaan Lainnya

Berbagai upaya telah dilakukan melalui para tenaga medis. Ahli kesehatan mencurahkan pikiran dan tenaga untuk menemukan obat penangkal virus tersebut. Seperti kita ketahui, awal munculnya virus ini pada awal bulan Januari 2020 di kota Wuhan-China, kemudian menyebar ke berbagai negara termasuk pada awal bulan Maret 2020 Covid -19 masuk Indonesia.

Ketika Covid-19 diumumkan secara resmi oleh pemerintah tentang bencana non-alam bahkan pemerintah mengumumkan kondisi darurat dalam menghadapi bencana non-alam yang kemudian diikuti oelh penutupan berbagai akses dengan meliburkan (bekerja dari rumah) kepada hampir semua bidang pemerintahan, swasta bahkan bidang pendidikan. Kebijakan ini tentu sebagai langkah preventif dalam mengahdapi bencana non alam ini.

Dalam pemantauan pemerintah terhadap penyebaran virus ini kian hari kian bertambah bahkan hampir seluruh provinsi di Indonesia telah terjangkit, kemudian pemerintah mengumukan dan mengeluarkan keputusan strategis dengan dikeluarkannya surat keputusan yang beredar pada Selasa (17/3/2020), Kepala BNPB memutuskan:

Kesatu: Menetapkan Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia.

Kedua: Perpanjangan Status Keadaan Tertentu sebagaimana dimaksud dalam diktum KESATU berlaku selama 91 (sembilan puluh satu) hari, terhitung sejak tanggal 29 Februari 2020 sampai dengan tanggal 29 Mei 2020.

Ketiga: Segala biaya yang dikeluarkan sebagai akibat ditetapkannya Surat Keputusan ini dibebankan pada Dana Siap Pakai yang ada di Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Keempat: Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dengan ketentuan apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya.

Karena kondisi penyebaran virus corona semakin masif diseluruh pelosok negeri yang mengancam keamanan dan keselamatan masyarakat bahkan mengancam berbagai sendi kehidupan Bangsa makanya pelibatan unsur unsur kekuatan termasuk TNI mempunyai peranan penting dalam keterlibatannya dalam Operasi Militer selain Perang (OMSP).

Keterlibatan  TNI

Undang-undang 34 Tahun 2004 Tentang TNI

Bagian Ketiga
Tugas

Pasal 7
(1) Tugas pokok TNI adalah menegakkan kedaulatan negara,mempertahankan keutuhan wilayah Negara
Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari
ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.
(2) Tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan:
a. Operasi militer untuk perang.
b. Operasi militer selain perang.

Tercatat, ada 14 fungsi OMSP salah satu peran dan funsi TNI dalam poin 12 adalah Membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan;

Operasi Militer Selain Perang

Operasi Militer Selain Perang (OMSP) di Beberapa Negara telah mendapat perhatian serius dari lembaga militer masing-masing
(Wikipededia)
 Kanada memasukkan OMSP dalam kurikulum pendidikan militer.
 Cina membentuk pasukan khusus dalam Tentara Pembebasan Rakyatnya untuk melakukan
OMSP. Kelompok khusus tersebut, adalah (a) pasukan pengendali banjir dan bantuan bencana,
(b) pasukan penyelamat darurat pasca-gempa, (c) pasukan penyelamat darurat bencana nuklir,
kimia dan biologi, (d) pasukan pembangun sarana transportasi darurat, dan (e) pasukan penjaga
perdamaian internasional.bahkan diIndonesia OMSP juga diajarkan di Universitas Pertahanan Nasional untuk
mempelajari pengalaman praktis menggunakan peralatan dan bantuan untuk OMSP.
 Jepang sesuai Konstitusi, misi utama Pasukan Bela Dirinya adalah melaksanakan OMSP. Perang
tidak dimungkinkan dalam Konstitusi yang berlaku saat ini.
 Inggris mengembangkan doktrin dan strategi OMSP, antara lain oleh Sir Julian Corbett (1854-
1922).
 Amerika Serikat memasukkan OMSP dalam doktrin militernya, meliputi penggunaan
kemampuan militer di berbagai operasi yang tidak bersifat perang.

Ruang Lingkup OMSP

Fokus dari OMSP adalah mencegah perang, menyelesaikan konflik, mengupayakan perdamaian, dan
mendukung pemerintahan sipil dalam mengatasi krisis dalam negerinya.
OMSP mencakup
pengupayaan, penegakan, dan pemeliharaan perdamaian. OMSP juga melibatkan pengawasan
perdagangan/pertukaran senjata. OMSP tidak melibatkan penggunaan atau ancaman kekerasan,
Melainkan lebih kepada pengutamaan pemberian bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

Pelibatan TNI dalam Penanggulangan virus Corona adalah merupakan bagian tugas TNI dalam amanat Konstitusi kita yaitu penanggulangan bencana kemanusiaan(non alam) yang dalam kondisi ini kekuatan TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP) sangat dibutuhkan menyangkut dengan segala tindakan, kecepatan dan ketepatan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman Covid-19 yang penyebarannya semakin masif diberbagai pelosok negeri. Kondisi ini membutuhkan kesiapan dan kemampuan secara profesional dalam tindakan guna mempersempit ruang penyebarannya.

TNI berdasarkan garis Komando dinilai sangat mampu dan cepat ketika berhadapan dengan kondisi yang serba darurat ini, karena koordinasi yang mengedepankan hiriarki TNI perintah pimpinan harus dengan segera dilaksanakan secara terukur dan profesional. Seperti pelibatan TNI mengerahkan para dokter dan paramedis muda untuk melawan virus Corona.

Para dokter TNI akan mulai bertugas di Wisma Atlet yang dijadikan Rumah Sakit Darurat Corona (Covid-19) di Kemayoran, Jakarta.(hal ini dilaksanakan karena perintah pimpinan yang harus dilaksanakan dalam menghadapi sebuah ancaman)
dokter TNI mulai menempati Wisma Atlet Kemayoran untuk mengawaki Rumah Sakit khusus isolasi Covid-19,” tulis Pusat Penerangan TNI lewat akun sosial media resmi, Minggu (23/3).

Para tenaga kesehatan TNI itu akan menjadi garda terdepan dalam memerangi virus Corona.
Tentu tugas dan tanggungjawab para tenaga medis sangat berat dan membahayakan keselematan jiwanya, karena virus corona(Covid-19) cepat dengan mudah menular kepada yang lain melalui berbagai cara,bahkan penularanya tidak mengenal ruang dan waktu.

Mengutip data yang dilansir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, ada tambahan 153 kasus baru pada hari ini. Dengan demikian, total jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia meningkat dari 893 menjadi 1.046 pasien per 27 Maret 2020. Baca selengkapnya di artikel “Update Corona 27 Maret 2020 Indonesia: Kasus Covid-19 Tembus Seribu”, https://tirto.id/eH31.

Menghadapi situasi ini masyarakat dihimbau untuk tetap menjaga jarak,seriñg mencuci tangan,hindari berjabatan tangan, Mengutip data yang dilansir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, ada tambahan 153 kasus baru pada hari ini. Dengan demikian, total jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia meningkat dari 893 menjadi 1.046 pasien per 27 Maret 2020. Baca selengkapnya di artikel “Update Corona 27 Maret 2020 Indonesia: Kasus Covid-19 Tembus Seribu”, https://tirto.id/eH31.

Dalam menghadapi ancaman virus corona tersebut pemeŕintah menghimbau kepada semua masyarakat dinegeri ini untuk menerapkan pola hidup baru dengan cara”Sering-sering mencuci tangan,Hindari menyentuh wajah, hindari berjabatan tangan dan berpelukan, jangan berbagi barang pribadi,menjaga etika ketika bersin dan batuk, membersikan perabotan rumah, Social Distancing atau menjaga jarak, hindari perkumpulan dalam jumlah yang banyak, mencuci bahan makanan. Hal ini dilakukan guna harapan menekan lonjakan pasien covid-19 yang semakin berkembang pesat.

Desakan lockdown

Melihat situasi penyebaran virus corana yang semakin meningkat berbagai desakan kepada pemerintah agak dilakukan lockdowan atau karantina kewilyahan sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomir 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan mengutip Mahfud MD menyebut, dalam UU itu disebut karantina kewilayahan atau lockdown adalah kira-kira membatasi perpindahan orang, membatasi kerumunan orang, membatasi gerakan orang demi keselamatan bersama. Hal ini tentu dilain sisi akan merugikan laju pertumbuhan ekonomi dalam berbagai lini dan bidang,namun lokcdown tentu dilakukan jauh lebih bermanfaat bagi kekuatan Bangsa dalam hal ini adalah keselamatan masyarakat.

Dokter, Bidan, Perawat, TNI dan relawan sebagai garda terdepan dalam melawan virus corona telah siap dalam menghadapi segala kemungkinan terburuk baik keselamatan terhadap dirinya dan keluarganya, berbagai pesan dan himbauan kepada kita semua agar membantu mereka dengan cara hidup sehat sesuai petunjuk yang diberikan. Penularan virus corona yang terdeteksi oleh para ahli bahwa hampir sebagaian orang tidak merasa dirinya sudah tertular virus corona, hal ini tentu menjadi momok yang menakutkan dalam menghadapi ancaman ini.

TNI dan keluarga tentu menjadi garda terdepan dalam mensosialisasikan himbauan dan kebijakan pemerintah dalam menghadapi ancaman ini, karena power TNI diharapkan tetap sehat dan kuat dalam segala kemungkinan termasuk ancaman diintegrasi bangsa karena ketidak harmonisan ekonomi dan politik Bangsa yang tidak menentu. Bahwa kesejahteraan suatu Bangsa ada jika stabilitas politik,ekomomi, Hankam, dan kemakmuran dirasakan oleh masyarakat itu sendiri.

Virus corona dan ancaman Ekonomi

Tahun 2020 menjadi tahun yang cukup sulit, tak hanya bagi Indonesia tetapi juga untuk negara-negara lain di dunia. Bagaimana tidak, harapan adanya perbaikan ekonomi di tahun ini pasca kesepakatan perdagangan fase satu antara Amerika Serikat (AS) dengan China yang menghentikan sementara perang dagang antara kedua negara seolah tenggelam dan muncul berbagai ketidakpastian baru akibat munculnya wabah virus corona atau yang dikenal dengan coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Virus yang berasal dari China dan menyebar luas ke berbagai negara ini berhasil memporak-porandakan ekonomi dunia dan memicu munculnya krisis baru. Berbeda dengan krisis tahun 2009 yang bersumber dari keruntuhan sektor keuangan, kali ini krisis datang dari sektor kesehatan dan keamanan masyarakat akibat adanya pandemi virus corona yang hingga Sabtu (28/3) sudah menginfeksi 615.519 orang di seluruh dunia, dengan total kematian 28.717 orang dan 135.735 orang sembuh.

porter: Barratut Taqiyyah Rafie, Bidara Pink, Grace Olivia, Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. 

Tak ingin kasus positif terus bertambah, pemerintah daerah hingga pusat pun mulai menerapkan kebijakan beraktivitas dan bekerja di rumah. Kebijakan mulai dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Dengan kondisi ini, saatnya kita bekerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah,” ucap Jokowi, akhir pekan lalu.

Aktivitas sekolah hingga acara keagamaan banyak yang mulai dilakukan di rumah. Masyarakat mulai menjaga jarak dengan sesama hingga menjauhi pusat keramaian (self distancing).

Wacana penutupan akses wilayah terdampak virus corona (lockdown) pun muncul agar masyarakat tidak mendekat ke pusaran virus, yaitu Jakarta. Hal itu dinilai perlu dilakukan karena jumlah kasus di ibu kota cukup tinggi dibanding daerah lain.belajar pengalaman dari negara lain seperti China mengambil langkah lockdown, penyebaran wabah mulai bisa dikurangi.
Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai langkah tersebut bisa membuat laju perekonomian akan semakin berat. Pasalnya, dengan kebijakan self distancing yang kadar pembatasan pergerakan masyarakat akibat virus corona lebih renda saja, tingkat konsumsi masyarakat bisa turun tajam.Mungkin yang memang paling berat kalau orang sampai work from home (kerja dari rumah) segala macam kan consumption (konsumsi) ya,” ungkapnya melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

Bila tingkat konsumsi berkurang, maka pertumbuhan beberapa indikator penopang ekonomi pun akan mulai berguguran. Maklum saja, perekonomian nasional sangat bergantung pada laju konsumsi masyarakat yang kini jumlahnya 260 juta orang ini.

Ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal mengatakan kebijakan self distancing memang mau tidak mau sudah harus diterapkan. Sebab, rata-rata penyebaran virus corona di dalam negeri setidaknya mencapai 2,91 persen setiap jam.
Indonesia, katanya, tentu tidak ingin seperti Italia dan Iran, yang ‘telat’ mengantisipasi penyebaran virus corona sampai akhirnya mau tidak mau menerapkan lockdown.

Sementara itu, Indonesia bisa belajar dari China, yang merelakan laju perekonomiannya demi memutus mata rantai virus.
“Tapi rasanya tidak perlu lockdown, masih cukup social distancing. Keputusan lockdown sebaiknya tetap mengacu pada jumlah kasus serta kemampuan jaminan sosial dan tenaga medis,”
kata Fithra kepada CNNIndonesia.com.

Sebab, lockdown akan sangat memukul laju ekonomi Indonesia secara jangka pendek. Hal ini karena kota dengan kasus terbanyak virus corona ialah Jakarta, yang merupakan pusat pemerintahan, bisnis, dan perdagangan Indonesia.
Sementara kota-kota lain yang juga memiliki sejumlah kasus corona, merupakan kota-kota di Pulau Jawa, yang lagi-lagi menjadi penggerak roda ekonomi dalam negeri. Kondisi ini berbeda dengan kebijakan lockdown di China, di mana kota yang ditutup adalah Wuhan.

Sedangkan, pusat bisnis seperti Shanghai dan Beijing tetap bisa berjalan, meski sempat menerapkan kebijakan kerja dari rumah. “Bahkan, pariwisata yang menyebar saja sudah langsung dirasakan penurunannya oleh masing-masing daerah, apalagi bila Jakarta yang harus lockdown, itu pusat ekonomi Indonesia, pasti langsung turun,”

Menghadapi kondisi ini mari kita membantu para tenaga medis dan relayawan yang telah berjuang dan berperang habis-habisan melawan virus corona yang penularannya kian hari kian bertambah.

Lalu dengan cara apakah komponen Bangsa turut serta membantu para tenaga medis?.jawabannya adalah dengan cara melaksanakan semua himbauan pemerintah dalam mengahadi ancaman Covid-19,dengan harapan dan doa semoga masyarakat Indonsesia terbebas dari penularan virus ini.

Jayalah Indonseia
Tetap semangat

Semoga…

Pos terkait

Tinggalkan Balasan