Karang Taruna Desa Pariti Buka Posko Bantuan Bagi 600 KK Korban Badai Seroja yang Tak Tersentuh

  • Whatsapp
Foto berbagai kerusakan yang dialami warga Desa Pariti.

Kupang-InfoNTT.com – Desa Pariti, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) juga tak luput dari terjangan badai siklon seroja yang menerjang wilayah NTT pada tanggal 4 dan 5 April 2021.

Terjangan banjir luapan kali Noelbiboko dan angin kencang merusak rumah, lahan sawah, jalan raya serta ternak piaraan hilang.

Bacaan Lainnya

Karang taruna desa Pariti mencatat kurang lebih ada 600 KK dengan total 1.800 jiwa yang menjadi korban bencana tersebut. Mirisnya hingga Selasa (14/4/2021), korban bencana di wilayah tersebut belum tersentuh bantuan pemerintah. Meski data korban terdampak sudah dimasukan ke Pemkab Kupang.

Ani Gasper, salah satu pengurus Karang Taruna setempat menginformasikan, bahwa warga korban bencana sangat membutuhkan bantuan bahan makanan, pakaian maupun perumahan. Masyarakat sangat membutuhkan bantuan karena kondisi cukup memprihatinkan karena beberapa rumah rusak parah, bahkan ada yang mengungsi, ada juga yang sudah perbaiki rumah mereka dengan bahan seadanya.

“Tercatat ada 276 rumah rusak ringan, 318 yang rusak berat, 81 hektare (ha) rusak akibat banjir, ditambah 13 ekor sapi dan 19 ekor kambing hanyut terbawa bajir. Tingginya gelombang laut juga mengakibatkan 57 bagan tancap (sero) yang hilang dan rusak. Selain rumah, juga terdapat 6 fasilitas umum yang rusak,” ungkap Ani.

Ary Lau Ketua Karang Taruna Desa Pariti sekaligus koordinator pengungsi di Desa Pariti, mengatakan ada banyak dampak yang terjadi di Pariti pasca Bencana Seroja. Dampak serius yang dialami secara langsung oleh masyarakat di Desa Pariti adalah rusaknya rumah tempat tinggal mapun dapur, kerusakan barang-barang berharga seperti kulkas, meteran, televisi, atap rumah, dan dinding rumah, serta hilang dan matinya peliharaan masyarakat seperti sapi, babi, ayam dan ikan peliharaan. Demikian dengan sawah dan kebun masyarakat yang terendam air akibat jebolnya pembatas kali di desa Pariti.

Menurutnya, walaupun sudah beberapa hari terkena dampak bahkan ada yang yang rumahnya hancur dan rusak berat, namun belum ada bantuan dari pemerintah yang sampai kepada masyarakat. Sehingga inisiatif karang taruna untuk membentuk posko penggalangan bantuan bagi masyarakat.

“Ada satu posko di kantor Kalsis Sulamu itu logistiknya untuk warga dusun 6 saja atau warga gereja saja. Sedangkan untuk wilayah lain belum tersentuh bantuan sehingga kami karang taruna membentuk posko untuk menggalang bantuan kepada masyarakat di dusun lain,” ungkapnya.

Ditambahkannya, hal ini dilakukan karang taruna untuk menjawab kebutuhan dasar warga, karena bantuan dari Pemda dan Pemerintah Provinsi NTT juga belum ada, padahal daerah yang jauh sudah dapat bantuan. Anehnya lagi kendaraan darat untuk bantuan ke wilayah Amfoang Barat atau Amfoang Barat Laut juga lewat desa Pariti saja, sedangkan dua posko bantuan letaknya di pinggir jalan umum.

Den Bainuan anggota karang taruna Desa Pariti ungkapkan hal berbeda. Menurutnya seharusnya warga Desa Pariti juga mendapatkan bantuan, pasalnya jalan umum atau jalan provinsi di Pariti bisa terbuka aksesnya karena dibersihlan warga secara gotong royong.

“Terkait setiap bantuan yang kami terima di posko bantuan bencana alam Karang Taruna Desa Pariti, hingga tanggal 15 April, yakni Pemuda Batak Bersatu bekerja sama dengan Telkomsel, dan dari Gereja Santo Petrus Pariti,” jelasnya.

(*fakta-tts/Sep)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan