Julie Laiskodat Berharap Budaya Seni NTT Salah Satu Cara Membuat Masyarakat Sejahtera

  • Whatsapp

Kupang-InfoNTT.com,- Pagelaran seni akbar Negeri 1.000 Moko yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi NTT melalui tim generasi kreatif Jemmy Dance Academi dan Jemmy Pragina Gong sebagai konseptor dan pimpinan produksi kegiatan tersebut, Sabtu ((15/13/2018) di Lippo Plaza Kupang.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini menyelenggarakan berbagai kegiatan seni budaya di NTT seperti, Workshop “Fashion dan model” oleh Ibu Julie Sutrisno Laiskodat, Flobamora fashion carnival, pertunjukan tari dari dua puluh dua kabupaten, seni instalasi, demo makeup, stand up comedi, dan yang terakhir flashmop (karya tari ” Moko Nona”).

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi NTT, Pieter Manuk yang ditemui media ini disela-sela menjelaskan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menunjukkan karya seni Nusa Tenggara Timur dari dua puluh dua kabupaten/kota agar bisa tampil di atas pentas atau panggung, di mana  hari ini menampilkan full tenun NTT, dan juga ada tema di dalamnya yaitu eksotika Alor “Negeri 1.000 Moko”.

Lanjutnya, kegiatan ini juga mendorong anak-anak muda untuk mengenal budaya NTT dan yang harus dilihat juga adalah yang mengisi kegiatan ini didominasi oleh anak-anak muda, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA dan Mahasiswa.

Julie Sutrisno Laiskodat, ketua tim penggerak PKK dan tim Dekranasda provinsi NTT kepada awak media juga merasa sangat senang karena Dinas Kebudayaan NTT telah membuat acara ini untuk bisa lebih mengenalkan budaya NTT yang begitu beragam agar terus dilestarikan.

“Menurut saya, sementara ini di luar dari komunitas yang ada, kita punya dua nilai yang bisa dijual, yang pertama adalah Tuhan sudah memberikan alam semesta yang begitu indah untuk NTT yang bisa kita jual sebagai pariwisata. Yang kedua adalah budaya, nenek moyang kita menaruh budaya ini untuk kita lestarikan,”Jelasnya.

Julie menambahkan, selama ini orang tahunya budaya itu mungkin cuma seni saja, padahal dirinya ini berpikir bahwa nilai jual NTT adalah budaya. yang mana budaya ini semestinya bisa dijual untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan dan itu bisa tercapai oleh masyarakat di NTT.

Julie yang juga pemilik brand tenun Levico ini menegaskan bahwa budaya bukan hanya untuk dipentaskan dan setelah selesai lalu dilupakan. Akan tetapi budaya harus dikemas agar bisa terus dikenal banyak orang dari dalam maupun luar negeri.

“‌Saya berharap budaya seni ini bisa membuat masyarakat sejahtera. Saya juga berharap ada dukungan untuk siswa siswa yang mempunyai potensi yang sangat luar biasa untuk terus bisa dikembangkan terutama melestarikan budaya NTT,”jelasnya.

Laporan: Louis Bani 

Editor: Redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan