Desa Oefeto Terang di Tangan PLT, Kini Masuk Tahapan Seleksi Perangkat Desa

  • Whatsapp
Drs. Heronimus S. Silli

Amabi-InfoNTT.com,- Sosok Drs. Hironimus S. Silli yang baru menjabat setahun sebagai pelaksana tugas (PLT) Kepala Desa Oefeto di Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang sudah membawa perubahan besar untuk desa tersebut.

Diwawancarai media ini, Rabu (18/3/2020) di ruang kerjanya, Hironimus menuturkan bahwa sejak menjabat pada tahun 2019 hingga sekarang sudah banyak pembangunan yang dirasakan dan dinikmati oleh masyarakat desa Oefeto ini.

“Bukan saja hanya pembangunan fisik, namun pemberdayaan sumber daya manusia juga perlu ditingkatkan lagi. Karena saya sedang menerapkan Nawacita ketiga bapak Jokowi yaitu membangun Indonesia dari pinggiran, alhasil semua program berhasil,” ujar pria yang akrab disapa Roni ini.

Lanjutnya, untuk tahun anggaran 2019 ada pembangunan saluran irigasi dengan panjang 400 meter, jalan sertu 850 meter dan 1 unit embung. Sedangkan pemberdayaan ada pelatihan tenun ikat oleh ibu-ibu Pemberdayaan, Kesejahteraan dan Keluarga (PKK).

Semua pembangunan yang ada berjalan sesuai dengan harapan besar masyarakat Oefeto, di mana tidak satupun yang tidak berjalan. Artinya bahwa kepimpinan Roni Silli ini sangat profesional dan transparan kepada masyarakat Desa Oefeto. Selain itu, masalah yang ada di desa semuanya dibahas dalam forum musyawarah desa.

Ditambahkannya, bertepatan dengan seleksi penerimaan perangkat desa Oefeto yang baru, saat ini para pelamar sedang mengikuti seleksi. Semuanya berjumlah 10 orang, namun yang dibutuhkan cuman 5 orang yaitu, sekretaris desa, kepala seksi dan kepala dusun.

Roni menegaskan, dengan diadakannya seleksi perangkat desa yang terbuka ini, semua yang ada baik BPD, tokoh masyarakat dan masyarakat yang hadir pada kesempatan ini bisa menyaksikan kemampuan dari para calon dan menilai sendiri layak atau tidak.

“Perangkat desa yang terpilih akan menghadapi tantangan baru, di mana dengan dana desa yang besar ini para aparat desa wajib untuk memiliki kemampuan yang mumpuni. Karena untuk mengelola dana yang besar tanpa kemampuan, maka mustahil bila bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.

Laporan: Jimi Kapitan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan