Chaterina Agusta Paulus: Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut Harus Libatkan Masyarakat Lokal

  • Whatsapp
Dr. Chaterina Agusta Paulus foto bersama mahasiswa usai memberikan materi pada kuliah umum

Kupang-InfoNTT.com,- Pengelolaan sumber daya pesisir dan laut harus melibatkan masyarakat lokal untuk mendukung pembangunan ekonomi masyarakat di sektor kelautan dan perikanan di NTT dengan menerapkan nilai-nilai kearifan lokal.

Hal tersebut disampaikan Dosen Perikanan dan Kelautan Universitas Nusa Cendana Kupang Dr. Chaterina Agusta Paulus pada saat menyampaikan materi kuliah umum, Rabu (29/01/2020) di ruang kuliah Program Studi Pemanfaatan Sumber daya Perikanan (PSP), Fakultas Perikanan, Universitas Muhammadyah Kupang, Kota Kupang.

Wanita alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) University ini menjelaskan bahwa peran sumber daya pesisir dan laut sebagai penyedia sumberdaya alam juga jasa pendukung kehidupan sehingga untuk kenyamanan harus dikelola dengan melibatkan masyarakat lokal dengan tidak meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal yang ada.

Menurutnya, pendekatan pengelolaan sumber daya pesisir dan kelautan harus terpadu dan berkelanjutan. Pengelolaan sumber daya berbasis model pemberdayaan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil merupakan urgensi dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan di NTT.

“Sepatutnya kita bersyukur atas segala potensi sumber daya alam (SDA) yang kita punyai. Selain itu mahasiswa harus mengelola SDA dengan bijak untuk kesejahteraan generasi yang akan datang di masa depan,” ujar Dr Chate.

Dijelaskan Dr Chate, dirinya telah menerbitkan tiga buku yakni buku pertama berjudul pembangunan masyarakat dalam perspektif pengelolaan sumberdaya berkelanjutan, sedangkan buku kedua adalah pengembangan klaster perikanan yakni sutau pendekatan sistem serta buku ketiga adalah kewirausahaan yakni pengembangan ekonomi masyarakat nelayan di pesisir.

Sementara Ketua Program Studi PSP Universitas Muhamadyah Kupang, Kumala Sari saat membuka kegiatan kuliah umum sekaligus menjadi moderator selama kegiatan berlangsung, mengatakan bahwa manfaat kegiatan kuliah umum ini sebagai salah satu kegiatan penting untuk mahasiswa dalam penambahan pengetahuan dalam bidang pembangunan kelautan dan perikanan di NTT, juga menambah nilai dalam pengusulan akreditasi program studi yang diikuti lebih dari 60 mahasiswa dan lima Dosen di Prodi PSP UMK.

Pantauan media, Dr Chate merupakan salah satu narasumber yang menyampaikan materi kuliah terkait pengelolaan sumberdaya pesisir dan laut di wilayah perairan NTT atau model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi keunggulan lokal dengan studi kasus Pulau Rote dan kawasan Perbatasan RI-Timor Leste. (Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan