BPTP NTT Bersama 2 Kelompok Tani Buat Terobosan Pertanian di Kecamatan Takari

  • Whatsapp
Gubernur NTT ketika memberikan sambutan sebelum panen bersama di Kecamatan Takari.

Kupang-InfoNTT.com,- Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat bersama Bupati Kupang Korinus Masneno dan Kepala BPTP NTT, perwakilan Dinas Pertanian Provinsi NTT, Camat Takari, dan Kepala Desa Noelmina, melakukan panen padu jenis Ciherang sekaligus temu lapang perbenihan padi di persawahan milik kelompok tani Pinehas I dan II, Desa Noelmina, Kamis (18/11/2021) siang.

Persawahan dengan luas lahan 50 Ha, yang diolah oleh dua kelompok tani tersebut menghasilkan 8,7 ton padi per hektar setiap panen. Hasil yang sungguh membanggakan dan menyejahterakan.

Bacaan Lainnya

Kepala BPTP NTT, Dr. Aset Rouw pada kesempatan tersebut merasa bangga, karena baru satu bulan mengabdi sebagai kepala BPTP NTT namun bisa menikmati dan melihat langsung hasil pertanian yang luar biasa.

Pria asli Papua ini menyebutkan, hasil 8,7 ton per hektar tersebut rahasianya bersumber dari adanya intervensi teknologi, yaitu selain benih varietas unggu baru (VUB) dengan sejenisnya, cara tanam dan pemupukan berimbang dan benar-benar diperhatikan oleh kelompok tani yang dari namanya saja mengandung arti kreatif, elok dan cerdas.

“Persawahan ini juga didukung sumber air yang cukup, matahari yang bagus dan berfotosintesis maksimum,” ujarnya.

Bupati Kupang Korinus Masneno menyampaikan terima kasih kepada Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan RI, atas upaya memajukan pertanian di Kabupaten Kupang dalam bentuk pengembangan benih bibit unggul dan teknologi.

Hakikatnya, Bupati Kupang mendukung setiap langkah strategis BPTP NTT dalam memproduksi benih bermutu untuk peningkatan produksi, produktivitas, mutu hasil pertanian melalui riset dan inovasi dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat Kabupaten Kupang juga kota Kupang.

Meski baru sebulan kepala BPTP mengabdi di NTT, Bupati akui semangatnya membangkitkan usaha pertanian khusus di lokasi persawahan Pinehas, yang sudah dilakukan tanam beberapa bulan yang lalu dan panen perdana secara manual saat ini.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dalam sambutannya mengatakan, Kabupaten Kupang adalah lumbung pangan buat kota Kupang. Tetap ingat lakukan kolaborasi untuk peningkatan pertanian di NTT, sehingga pertanian NTT bisa punya kemandirian. Bergerak maju tunjukkan produktivitas, efisiensi dalam mengelola dan mengembangkan setiap potensi daerah yang dimiliki.

Victor Bungtilu Laiskodat secara tegas akan terus memajukan pertanian di NTT. Ia ingin merubah NTT menjadi lebih bangkit dan sejahtera, tanpa menghiraukan perasaan suka tidak suka orang kepada dirinya.

Bagi Viktor, yang terpenting kesejahteraan masyarakat dan kebangkitan NTT dari segala sektor harus berubah. Terutama petani, jadi petani merupakan profesi terlama di dunia alias profesi purba. Perubahannya, zaman sekarang perlu lakukan lebih banyak lagi riset dan inovasi, untuk lebih mengoptimalkan usaha pertanian.

Pertanian tidak semata-mata untuk pertanian saja, kembangkan ke usaha peternakan. Lanjutkan dengan riset untuk pakan ternak. Sebab 80 persen pakan ternak datang dari jagung. NTT harus maju dalam penelitian. Rubah dengan desain yang bagus, bibit-bibit unggul yang bagus, rubah mindset.

“Perubahan seperti itu pertama datang dari Pemerintah. Pemerintah harus mampu desain cara kerja, kerjakan secara luar biasa. Sinergikan TNI, Polri serta seluruh pihak yang berkompeten dalam pembangunan. Maka yakin, NTT akan sejahtera,” jelas Gunernur.

Sebelumnya, Helena Da Silva selaku peneliti dari Balitbangtan Kementan RI yang ditemui sebelum berlangsungnya kegiatan panen menjelaskan, tanam padi dimulai agustus 2021, dengan rentang waktu 4 bulan sudah panen.

Untuk perbenihan dijelaskannya, bahwa pasca panen pengeringan sampai kadar air 10 persen dan dilanjutkan prosessing perbenihan. Perbenihan masa dormansi bisa sampai menjadi benih untuk layak disertifikati, menjadi wewenangnya Balai Sertifikasi Benih (BSB).

“Selanjuthya diuji ke laboratorium layak atau tidak. Sejak awal persiapan lahan dikawal oleh BSB, sampai pasca panen. Jika dinyatakan lolos uji baru dikeluarkan sertifikat,” jelasnya.

Laporan: Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Kupang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan