Bocah SD Peduli Sampah, Melatih Diri Kritis dan Peduli Lingkungan Sejak Dini

  • Whatsapp
Josfin Reinha Rosary Karangora

Atambua-InfoNTT.com,- Bocah SD SDK Lafaekfera Atambua, Josfin Reinha Rosary Karangora yang biasa akrab disapa Dede ini mengisi dan menghabiskan waktu bermain dengan memilih sampah secara rutin dengan berkeliling setiap wilayah di Kabupaten Belu.

Bocah berumur delapan tahun asal Atambua, Kabupaten Belu ini memilih bergabung bersama para pemuda-pemudi peduli kebersihan dan sampah itu sejak tahun 2019 karena tidak suka melihat sampah yang selalu bertebaran dimana-mana.

Diwawancarai Senin (16/11/2020), Dede yang lahir pada 12 September 2012 itu menjelaskan bahwa, sebagai anak-anak memang memiliki keinginan untuk bermain bersama teman lainnya, namun Ia lebih senang bersama pemuda-pemudi untuk memilih sampah dan membersihkan banyak objek wisata sehingga terlihat bersih dan nyaman bagi siapa saja yang berkunjung.

Putri kedua dari tiga bersaudara itu memilih untuk melibatkan diri dalam Komunitas Trash Hero guna melatih diri sejak masih kecil untuk peduli terhadap lingkungan, agar suatu saat menjadi remaja dan menjadi dewasa karakter peduli kebersihan itu semakin kuat tertanam dalam dirinya.

Dia mengaku senang saja melihat kakak-kakaknya dalam Komunitas Trash Hero yang selama ini selalu berkeliling membersihkan sejumlah tempat wisata dan tempat umum lainnya sehingga, Dede ingin untuk terus bersama menanam rasa peduli itu

Kedua orangtuanya yakni Jackson Karangora dan Arlyna Keban mengaku sangat mendukung Dede terlibat dengan pemuda-pemudi Trash Hero Belu guna melatih dirinya sejak kecil peduli lingkungan.

Selain itu, kata kedua orangtuanya, karakter yang dimiliki Dede itu penurut, penyayang, kritis dan selalu suka bertanya atas hal-hal baru. Keinginannya untuk tahu tinggi menjadikan dia berbeda dengan saudaranya dan teman lainnya.

“Biasanya kalau kasih uang jajan ke sekolah seperti seribu atau dua ribu dia tidak akan jajan kasih habis, tetapi selalu sisihkan lima ratus rupiah untuk ditabung, “ungkap kedua orangtuanya.

Menurut kedua orangtuanya, sikap yang dimilikinya itu mampu mempengaruhi kedua saudara itu juga terlibat memilih sampah, biasa waktu atau jadwal untuk bersih-bersih keduanya mengantar mereka ke tempat tujuan pembersihan sampah.

Ketua Trash Hero Belu, Sovia Hane mengaku simpatik dengan anak kecil yang turut ambil bagian pembersihan sampah, karena anak-anak sekarang banyak yang lebih asyik bermain handphone dibanding menghabiskan waktu memilih sampah.

Selain itu, Sovia mengaku rasa terharu, karena walaupun masih sekecil itu tetapi sudah tahu dan sadar bahwa apa yang harus dilakukan untuk lingkungan sekitar dan, ini tentu menjadi harapan masa depan.

Aksi bersih-bersih sampah oleh pemuda-pemudi itu menurut dia dilakukan sejak tahun 2019 sebagai edukasi dan menginspirasi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan di sekitar. (Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan