Banyak Terima Pengaduan, Pansus DPRD TTS Kunjungi Dinas Dukcapil

  • Whatsapp
Tim Pansus LKPJ DPRD TTS saat berada di Dinas Dukcapil TTS.

Soe-InfoNTT.com,- Ketua pansus LKPJ, Marthen Tualaka dan tim pansus lainnya mendatangi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) TTS, Selasa (20/4/2021) terkait banyaknya pengaduan masyarakat yang disampaikan ke DPRD.

Aduan ini terkait pelayanan Dinas Dukcapil yang lamban menangani kepengurusan kependudukan masyarakat TTS. Ini berimbas pada banyaknya kepentingan masyarakat yang terhambat.

Bacaan Lainnya

Dalam kunjungan ini, Tim Pansus meminta agar Dinas Dukcapil TTS berbenah dan memperbaiki kinerja dan pelayanan agar lebih baik lagi.

Wakil Ketua Pansus, Uksam Selan mengatakan, salah satu opsi yang tepat adalah bentuk shif bagi petugas pelayanan, yang mana dalam 24 jam dibagi waktu pelayanan bagi setiap petugas Dinas Dukcapil.

”Saya sudah pernah mengusulkan tahun yang lalu agar dukcapil menambah tenaga operator dan volume pelayanan ditambah menjadi 24 jam, dengan pembagian shif bagi setiap ASN dan tenaga yang bekerja tentunya juga akan ada penambahan anggarannya,” ujar Uksam.

Sedangkan Pelaksana Tugas Kadis Dukcapil, Apner Tahun pada kesempatan itu mengatakan, pihaknya menghargai setiap kritikan dan usulan yang disampaikan DPRD, tapi perlu juga diketahui bahwa pada tahun kemarin pihaknya telah sukses melayani 65 desa. Namun kendala dalam kepengurusan sebenarnya ada di masyarakat yang dokumennya tidak lengkap sehingga menimbulkan kendala-kendala tertentu.

Menurutnya, jika masyarakat belum melengkapi dokumen yang pastinya proses tidak berjalan. Sedangkan terkait gedung pelayanan, dirinya pernah mengusulkan ke pemerintah, namun terkesan pemerintah menganggap hal ini biasa saja.

“Kita sudah pernah usulkan ke pemerintah untuk pembangunan gedung baru, bahkan perencanaan gedungnya sudah kita ajukan tapi sampai saat ini belum ada respon dari pemerintah daerah,” ungkapnya.

Abner juga menambahkan, jika mulai hari ini pasca badai seroja, pelayanan semua bentuk dokumen kependudukan sudah mulai dilayani. Beberapa Minggu akibat badai Seroja terkendala karena listrik padam, pihaknya mencoba generator untuk bisa melayani, sayangnya generator yang digunakan tidak bisa melayani server yang ada.

“Untuk itu mulai hari ini proses percetakan mulai normal kembali dan untuk tahun ini kami akan turun ke desa untuk melayani di 85 desa lagi,” jelasnya.

Laporan: Welem Leba

Pos terkait

Tinggalkan Balasan