Banyak Pembangunan Fisik di Desa Kiki Sejak Tahun 2015 tidak Terealisasi

  • Whatsapp
Embung ini salah satu pembangunan di Desa Kiki yang belum rampung
Embung ini salah satu pembangunan di Desa Kiki yang belum rampung

Soe-InfoNTT.com,- Anggaran Dana Desa merupakan sebuah program yang dikucurkan pemerintah untuk memulai pembangunan dari desa demi kesejahteraan masyarakat. Tujuannya sendiri adalah bagaimana masyarakat dapat merasakan pembangun itu sendiri, namun sayangnya masih ada desa yang mengelola dana desa tidak sesuai dengan perencanaan dan merugikan negara khususnya rakyat.

Hal seperti ini terjadi pada beberapa tunggakan pembangun fisik yang terdapat di Desa Kiki, Kecamatan Fatukopa, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Di mana adanya pembangunan fisik yang tak kunjung selesai, yang berimbas pada kerugian negara.

Bacaan Lainnya

Yafet Nenohai, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Kiki saat dimintai keterangannya, Kamis (24/1/2019) mengatakan terdapat beberapa pembangun fisik yang tertunda sejak 2015 hingga 2019.

“Jujur saja, di Desa kami ada pembangunan yang tertunda sejak 2015 sampai saat ini. Seperti WC Sehat, Posyandu, Perumahan Warga, jaringan perpipaan air bersih, bahkan ada deker yang sudah dibangun, tapi tidak bertahan sampai satu tahun sudah rusak,” ungkapnya.

Pembangunan rumah warga yang baru sebatas fondasi

Yafet juga mengakui terkait hubungan mitranya antara pemerintah desa dengan BPD yang terkadang tidak berjalan normal akibat Perdes Desa Kiki sejak tahun 2013 hingga saat ini sama sekali tidak dipegang olehnya.

“Kerjasama mau di bilang kurang lancar, karena kadang kami memang berniat untuk ikut mengontrol pembangunan bahkan semua kegiatan yang ada di desa, tapi bagaimana kami harus kontrol kalau Perdes saja kami tidak pegang,”ujar Yaret.

Deker yang rusak

Sedangkan Nikodemus Beti, Kepala Desa saat dimintai konfirmasi, Jumat (25/1/2019) terkait sejumlah persoalan di atas mengatakan, kondisi pembangunan fisik tersebut tidak tuntas akibat pihak ketiga dalam hal ini penyedia alat dan bahan yang tidak mampu melaksanakan tugas secara baik.

“Pembangunan kami memang terhambat karena supplier yang lambat turunkan bahan, sedangkan uangnya kami sudah setor semua ke pihak ketiga,”jelasnya.

Kades juga mengatakan dirinya telah berusaha memanggil penyedia barang agar dapat menyelesaikan pekerjaan namun tidak juga mendapat respon. “Kami sudah pernah memanggil supplier supaya selesaikan semua pekerjaan yang tertunda, tapi sampai saat ini belum datang,”ungkap Nikodemus.

Laporan: Noeldi Sandi Lette

Pos terkait

Tinggalkan Balasan