Balon Gubernur NTT, Melki Laka Lena Kunjungi Empat Kecamatan Di Kabupaten Kupang

  • Whatsapp
Balon Gubernur NTT dari partai Golkar, Emanuel Melkiades Laka Lena ketika berdoa bersama Mas Kabupaten Kupang, Jumat (30/6/2017)
Balon Gubernur NTT dari partai Golkar, Emanuel Melkiades Laka Lena ketika berdoa bersama Mas Kabupaten Kupang, Jumat (30/6/2017)

Kupang-infontt.com,- Bakal Calon Gubernur NTT dari Partai Golkar, Emanuel Melkiades Laka Lena kunjungi berbagai keca­matan di Kabupaten Kupang, Jumat (30/6/2017). Hal ini harus dilakukan, karena menurut Melki, dirinya harus mendapatkan berbagai masukan dari masyarakat kalangan bawah mengenai apa yang mereka butuhkan agar kedepannya roda perekonomian desa dan kecamatan dapat berjalan baik dan lancar, sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Golkar ini memulai perjalannya di Kabupaten Kupang dengan berkunjung ke Kecamatan Fatuleu yakni Desa Silu. Di Desa Silu Melki Laka Lena banyak berdiskusi mengenai ekonomi kreatif bersama masyarakat.

Bacaan Lainnya

Menurut Melki, saat ini perkembangan industri kreatif di tanah air sangat pesat. “Dengan meningkatnya industri kteatif seperti ini, seharusnya meningkat pula ekonomi pedesaan, karena banyak komoditas industri kreatif yang bisa diproduksi oleh industri kecil di desa-desa,”ujar Melki.

Selan­jutnya dengan melewati hutan dan sungai, Melki Laka Lena bertolak menggunakan sepeda motor (kenderaan roda dua) ke Kecamatan Amabi Oefeto yakni di Desa Oeniko. Di desa ini, Melki Laka Lena banyak mendapatkan kritikan dan masukan terkait pembangunan daerah ini, baik itu air, pendidikan, kesehatan dan juga peningkatan ekonomi di desa.

Melki mengakui bahwa air bersih memang menjadi masalah utama di desa. Tapi, untuk konteks pembangunan di desa, mestinya setiap desa sudah mempunyai sistem pengelolaan air bersihnya sendiri. “Jika bukan dari pemerintah, minimal ada pendampingan pemerintah agar masyarakat bisa mandiri dan swadaya agar pengelolaan air bersih di pedesaan bisa lebih sederhana dan pastinya murah. Dan jika air sudah ada maka yang lainnya seperti pendidikan dan kesehatan pasti akan dengan sendirinya baik,”jelas Melki.

Sedangkan untuk ekonomi kreatif, Melki kembali menyatakan niatnya mengembangkan ekonomi kreatif di pedesaan, baik itu ditingkat kecamatan, Kabupaten bahkan provinsi. “Minimal ada pokok unggulan yang bisa dikembangkan oleh tiap tiap desa, desa cukup satu sampai dua keunggulan, Kecamatan bisa dua sampai tiga, Kabupaten bisa tiga sampai empat, sedangkan provinsi bisa empat sampai lima keunggulan, untuk produk keunggulan yang ingin dikembangkan pastinya bervariasi tergantung produk pada tiap-tiap daerah, contohnya daerah Timor mungkin bisa diangkatnya jagung sebagai produk unggulan yang bisa dikembangkan,”kata Melki.

Setelah berdiskusi dan bertukar pikiran bersama masyarakat di Kecamatan Amabi Oefeto, Melki Laka Lena kembali melanjutkan perjalanan ke Amarasi Timur, yakni Desa Siuf. Banyak hal yang dibicarakan Balon Gubernur NTT ini bersama masyarakat di Kecamatan Amarasi Timur, salah satunya kesejahteraan petani.

“Sudah menjadi tugas peme­rintah untuk melayani dan mensejahterahkan masya­rakat, apalagi kesejahteraan petani saat ini masih hanya sebatas mimpi, kebijakan pengentasan masyarakat dari kemiskinan akan tanpa hasil karena dampak positifnya tertutup oleh dampak negatif kebijakan lain yang tidak tepat,”ujar Melki kepada masyarakat di Amarasi Timur.

Menurut Melki, kerja keras pemerintah akan tampak nihil karena orang miskin tidak berkurang, tetapi justru bertambah. Lanjutnya, Persoalan – persoalan inilah yang seharusnya menjadi perhatian mau­pun kepedulian pemerintah un­tuk meringankan beban yang sedang dihadapi masyarakat.

Seusai bertemu masyarakat di Amarasi Timur, Melki Laka Lena kembali melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Amarasi Selatan. Di Amarasi Selatan, Melki Laka Lena Mengunjungi dua desa yakni Desa Nekmese dan Kelurahan Sonraen.

Di Amarasi Selatan, Balon Gubernur ini kembali mendapatkan kritikan terkait air bersih dan juga persoalan kesejahteraan petani, dimana sudah bertahun tahun masyarakat Amarasi Selatan khususnya di kelurahan Sonraen ini merindukan sosok pemimpin yang mau peduli terhadap kondisi masyarakat di pedesaan.

“Jika Tuhan ijinkan bapak untuk jadi Gubernur NTT, kami harap pak Melki bisa memperhatikan masyarakat di kampung seperti kami ini, kami disini sangat susah dengan air, bagaimana mau menanam kalau air saja tidak ada,”ungkap salah satu masyarakat.

Menanggapi persoalan ini, Melki Laka Lena mengajak masyarakat Amarasi Selatan untuk sama sama berdoa dan bekerja keras agar apa yang selama ini di cita-citakan dapat tercapai.

“Sudah menjadi tugas utama pemerintah melayani masyarakat bukan untuk dila­yani, dan saya disini tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan bapa mama semua, marilah kita bergandengan tangan dan memulai semuanya bersama – sama, saya sangat yakin apa yang kita tabur pasti akan kita tuai, Ayo bangun NTT,” ujar Melki.

Melki mengharapkan agar kedepannya suara ‘minor’ masyarakat kecil dapat didengar. Karena bagi Melki, tanpa masyarakat semua pemimpin daerah bukanlah apa-apa. “Kita jadi besar karena masyarakat, suara mereka menjadi kunci keberhasilan negeri ini, pemerintah sudah semestinya memperhatikan setiap pengeluhan mereka,”jelas Melki.(Chris Bani))

Pos terkait

Tinggalkan Balasan