Bahasa dan Warna Kulit Tidak Menjadi Kendala Dalam Misi Membantu Sesama di Amanatun Selatan

  • Whatsapp
Tim Misi Timor-Korea Selatan foto bersama Camat Amanatun Selatan dan masyarakat
Tim Misi Timor-Korea Selatan foto bersama Camat Amanatun Selatan dan masyarakat

Oenlasi-InfoNTT.com,- Masyarakat di Kecamatan Amanatun Selatan harus berbangga karena menjadi salah satu wilayah yang diperhatikan secara serius oleh Tim Misi Timor-Korea Selatan. Tim ini secara berkala serta tulus membantu masyarakat baik  dalam rohani maupun ekonomi masyarakat.

Hal ini nampak jelas ketika mendapat kunjungan balik dari Tim Misi Timor, setelah sebelumnya Camat Amanatun Selatan Ardi Adrianus Benu, S.Sos mendapat kepercayaan untuk mengunjungi Gwangyang salah satu kota yang perekonomiannya maju di Korea Selatan.

Bacaan Lainnya

Hal yang sangat membanggakan ini terjadi di hari Rabu 14 November 2018 pagi, Tim Misi Timor yang dipimpin oleh Pendeta Hur Girlyang resmi menginjakkan kakinya di tanah Amanatun Selatan. Berpelukan erat tanda kebahagiaan nampak dari raut wajah Camat Amanatun Selatan bersama para masyarakat yang menerima kunjungan ini.

Ardi Benu sebagai pemimpin muda di Amanatun Selatan seolah-olah memberikan suatu pesan kepada semua orang, bahwa berbeda negara, bahasa, warna kulit serta fisik tidak boleh menjadi penghalang dalam suatu perjuangan. Namun harus ada keberanian dan niat yang tulus untuk membangun daerah demi kesejahteraan masyarakat banyak dalam jangka waktu yang panjang.

Media ini mengikuti acara demi acara dalam kunjungan balasan ini. Diawali dengan foto bersama dan belum sempat beristirahat, Tim Misi Timor langsung mengawali kunjungan mereka dengan menanam 5 anakan jeruk keprok dan melihat tanaman kangkung yang ditanam menggunakan sistem aquaponik sebagai tanda keseriusan dalam melihat ekonomi masyarakat khususnya bidang pertanian.

Selanjutnya, Tim Misi Timor diterima secara adat dengan penggalungan selendang khas Amanatun. Ada juga penyerahan plakat, laporan hasil studi pemberdayaan masyarakat di Negara Republik Korea Selatan pada tanggal 15 sampai 27 Oktober 2018 oleh Camat Amanatun Selatan.

Tim kemudian diminta untuk berdiskusi bersama Ketua Klasis Amanatun Selatan dan juga para pendeta. Diskusi nampak berjalan sesuai agenda, nampak sesekali pendeta Girlyang menetaskan air mata mendengar cerita dari ketua klasis terkait keadaan gereja dan jemaat di Amanatun Selatan.

Ketua Klasis Amanatun Selatan (tengah) ketika berdiskusi bersama pendeta Girlyang (kiri)

Usai diskusi, Camat Amanatun Selatan dan Ketua Klasis mengajak Tim Misi Timor-Korea Selatan untuk mengunjungi dan melihat salah satu gereja yang sementara dibangun dari bantuan Tim Misi Timor yakni Gereja GMIT Koeknaklun Anin yang tidak jauh dari Rumah Jabatan Camat Oenlasi (tempat Tim Misi Timor diterima).

Acara di Gereja Koeknaklun Anin diawali dengan tarian adat, natoni dan penggalungan selendang. Selanjutnya ibadah bersama dan juga menikmati hidangan ubi ungu yang disiapkan oleh jemaat. Sebelum meninggalkan tempat tersebut, Tim Misi Timor diminta untuk menanam beberapa anakan jeruk keprok sebagai tanda dari kunjungan Tim Misi Timor-Korea Selatan.

Tim Misi Timor ketika melakukan penanaman anakan jeruk keprok di halaman depan gereja GMIT Kornaklun Anin

Semoga ini menjadi cacatan positif bagi jemaat GMIT terlebih seluruh masyarakat Amanatun Selatan. Berkat akan terus penuhi jemaat melalui Kristus, kali ini Allah memanggil Tim Misi Timor- Korea Selatan untuk berbagi kehidupan, untuk bersekutu bersama dan merasakan bersama apa yang dialamat oleh jemaat Klasis Amanatun Selatan.

Kunjungan sesama Kristen beda agama ini memberikan pesan, bahwa pengajaran harus selalu sejalan dengan penerapannya, karena dalam hal ini yang terutama adalah persekutuan dengan Allah dan persekutuan dengan sesama manusia. Bila umat kristiani tidak menerapkan kasih kepada sesama dan bila Gereja hidup dalam ketidakacuhan atau persaingan maka pastilah pengajaran tidak ubahnya seperti sebuah surat mati. Salam

Laporan: Chris M. Bani

Pos terkait

Tinggalkan Balasan