Aneh!!!! Sumur Bor Desa Oenoni I Dibangun di Lokasi Perkebunan Plt Kades dan Kaur

  • Whatsapp
Pelaksana Tugas Kepala Desa Oenoni I, Aristarkus Noti

Amarasi-InfoNTT.com,- Bantuan Sumur Bor yang sumbernya dari Dana Alokasi Umum (DAU) di Desa Oenoni I, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang diduga kuat tidak tepat sasaran dan asas manfaat hanya dinikmati Plt Kades Bersama Kepala Urusan (Kaur) Pembangunan. Demikian disampaikan Napoleon Ataupah, salah satu masyarakat kepada media ini, Selasa (04/08/2020) di kediamannya.

Menurut Napoleon, dirinya merasa kecewa dan menyesal melihat bantuan tersebut tidak tepat sasaran, di mana lokasi tempat sumur bor itu ada di tanahnya Yunus Nenosaban (Kaur) serta sangat jauh dari permukiman warga.

“Saya pikir bantuan ini bisa dinikmati banyak orang, khususnya masyarakat Desa Oenoni I, ternyata semuanya terbalik dan tidak ada manfaat sama sekali. Bantuan hanya dinikmati Aristarkus Noti (Kades) dan Yunus Nenosaban (Kaur), sedangkan masyarakat terus mengeluh dengan air bersih, lebih parahnya lagi sekarang kami beli air demi mencukupi kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.

Menurut Napoleon, sumur bor seharusnya ditempatkan di tengah-tengah kampung, sehingga air bisa menjangkau masyarakat dan fasilitas fasilitas-fasilitas umum lainnya. Sedangkan yang terjadi, sumur bor sudah di pasang di kebun dan jauh dari permukiman warga airnya.

Ironisnya lagi menurut Napoleon, tidak ada pemberitahuan kepada masyarakat terkait dengan adanya dana alokasi umum (DAU) yang ada di wilayah Desa Oenoni I. “Kita bingung karena waktu bantuan itu datang tidak diberitahu, tapi dengan diam-diam atau sepihak, Kades bersama aparatnya sendiri turun lalu kerja. Tidak ada musyawarah, kami juga pernah menanyakan persoalan ini kepada BPD selaku wakil rakyat kami di desa, namun percuma BPD juga tidak tahu-menahu soal bantuan DAU ini,” ujarnya.

Lokasi sumur bor dan nampak selang menuju perkebunan Kepala Desa Oenoni 1

Napoleon juga mengajak wartawan untuk turun dan memastikan fakta-fakta seperti yang dikatakannya. Dengan kondisi fisik yang tidak sempurna (cacat), Napoleon menunjukkan lokasi tempat sumur, dan ternyata dugaan itu benar bahwa bantuan sumur bor dari DAU itu sudah mubasir karena selang air yang mengalir ke rumah warga sudah putus dan airnya tidak jalan kurang lebih selama 3 bulan terakhir ini.

”Ini anggaran untuk item pekerjaan hampir mencapai 200 juta dengan 1 titik sumur bor, bahkan di lokasi pas titik sumur bor itu ada perkebunan milik Bapak Kades dengan Bapak Kaur dengan tanaman buncisnya yang tumbuh subur di dekat area sumur bor tersebut,” jelasnya.

Napoleon Ataupah juga berjanji akan tetap dan terus mencari keadilan. Ini bukan semata-mata demi kepentingan dirinya sendiri namun untuk banyak orang terkhusus masyarakat di Desa Oenoni I yang dicintai.

”Saya minta kepada Bapak Gubernur Nusa Tenggara Timur, Bapak Bupati Kupang, Wakil Bupati Kupang dan seluruh dinas terkait di dalamnya untuk tolong perhatikan kami masyarakat Desa Oenoni I terkhususnya wilayah dusun III, karena sampai saat ini kami beli air terus sepanjang setiap hari. Tetapi tega dan sampai hati Kades dan Kaur gunakan air demi perkebunan miliknya sendiri tanpa memikirkan nasib masyarakat yang merana dengan air bersih yang belum tersentuh sama sekali. Untuk itu tolong dengar suara kami dan perhatikan kami secepatnya,” ujar Napoleon.

Media ini kemudian melakukan komfirmasi kepada Kepala Desa Oenoni I, Aristarkus Noti (04/08) di kantor desa.  Menurut Kades, ada 2 unit sumur bor untuk Desa Oenoni I dari anggaran DAU yaitu 1 unit untuk wilayah dusun I lalu satunya di wilayah dusun III, namun dusun I tidak terealisasi karena waktu pengeboran itu tidak mendapatkan sumber air, sedangkan wilayah dusun III ada air dan sampai hari hari ini airnya jalan.

Nampak selang ke rumah warga sudah putus dan rusak

Ditanya persoalan yang dialami masyarakatnya, Kades secara tegas menepis itu bahwa tidak tahu-menahu persoalan tersebut, yang bisa dilakukannya hanya menunjukkan lokasi pengeboran, selebihnya dari Dinas PUPR lebih jelas tahu soal ini baik pekerjaan maupun anggarannya.

Aristarkus Noti menilai bahwa keberadaan sumur bor yang ada di wilayah dusun III itu tepat sasaran serta manfaatnya sudah dirasakan masyarakat, khususnya yang punya kendaraan roda dua.

“Sumur bor tersebut itu hanya percobaan saja lalu berikutnya nanti kita airi ke rumah warga dan tidak ada seorang kepala desa yang melarang bahwa air itu hanya untuk miliknya dan ini saya hanya uji coba saja. Soal penempatan titik sumur bor itu di areal milik Bapak Ratu Mina saudara dari Bapak Kaur Pembangunan dan sudah ada pelepasan hak dari pemilik tanah tersebut dan semua itu program dari atas, saya cuman melaksanakan tugas kalau kerja ya saya siap untuk kerja,” ucap Kades Noti.

Laporan: Jimi Kapitan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan