Ambulance Angkut Jenasah Antri di Pertamina, Deasy Ballo: Ini Nodai Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Kupang

  • Whatsapp
Deasy Ballo Foeh, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kupang

Oelamasi-InfoNTT.com,- Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kupang dari Fraksi PDI Perjuangan, Deasy Ballo-Foeh angkat bicara terkait kritikan keluarga pasien terhadap pelayanan RSUD Naibonat.

Kepada media ini, Sabtu (161/2021) pagi, Deasy mengatakan bahwa sebagai anggota DPRD Kabupaten Kupang menyesalkan ketidaksiapan petugas di kamar jenasah RSUD Naibonat hingga menyebabkan berlarut larutnya penanganan jenasah di ruang tersebut.

“Sangat riskan sekali pelayanan tersebut, apalagi ada keluhan dari pasien juga bahwa BBM tidak tersedia di kendaraan ambulance hingga akhirnya jenasah yang sudah ada di mobil ambulance harus turut mengantri di pertamina,” kesal Deasy.

Menurut politisi senior Kabupaten Kupang, ini satu hal yang sangat memprihatinkan dan dapat menodai gambaran pelayanan kesehatan di Kabupaten Kupang. Semoga masalah ini menjadi perhatian untuk melakukan pembenahan pelayanan.

“Pemerintah juga harus memperhatikan pemenuhan hak dari para tenaga medis agar tidak terjadi sumbatan dalam pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Pantauan media ini, setelah rentetan kekecewaan yang dialami keluarga pasien dari Amarasi Selatan. Terjadi pula hal yang cukup membuat kesal, di mana mobil Jenasah setelah mengangkut Jenasah, masih sempat antri di salah satu Pertamina di jalan Timor Raya untuk mengisi BBM.

Sebelumnya juga diberitakan media ini, salah satu keluarga dari Amarasi Selatan kecewa terhadap pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Naibonat. Di mana tidak ada pelayanan maksimal khususnya di ruang jenazah.

Hal ini dikarenakan, kerabatnya yang meninggal pada, Jumat (15/1) pukul 11.58 malam di ruang Lontar tidak secepatnya dilayani untuk dimandikan di ruang jenazah. Keluarga menunggu hingga Sabtu (16/1) pukul 04.20 pagi baru jenazah diurus oleh para tenaga medis.

“Ini kamar jenazah tidak ada petugas yang jaga. Semua petugas kosong, hanya ada satu petugas medis tapi tugasnya hanya untuk menyuntik almarhum saja,” ujar salah satu keluarga almarhum.

Laporan: Chris Bani

Pos terkait

Tinggalkan Balasan