Korban Pengejaran dan Penyiraman Bahan Bakar di Tanah Merah Trauma

Ilustrasi

Babau-InfoNTT.com,- Aksi tidak terpuji kembali dilakukan dua pemuda kepada pengendara motor di Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang tepatnya Jalan Timor Raya Kilometer 18. Kejadian ini terjadi pada hari Sabtu 17 Desember 2022 malam.

Hani Diana T. Lay Adu, salah satu korban kepada awak media (19/12) di Polres Kupang mengungkapkan, kejadian terjadi saat Ia dan temannya mengendarai satu motor balik dari Kota Kupang rumahnya di Desa Oebelo. Lalu kedua oknum pemuda tersebut melakukan pencegatan tepat di samping Pertamina Tanah Merah.

Bacaan Lainnya

“2 pemuda itu cegat saya dengan motor di samping Pertamina Tanah Merah, di situ mereka ambil bensin satu botol Aqua lalu siram. Mereka juga cegat kita di jalan, tapi kita jalan terus ternyata mereka kejar dengan motor, yang satu bawa motor dan satunya balik belakang ke kami sambil mengarahkan botolnya ke arah sambil nyalip tidak mau kasih kami jalan,” cerita Hani.

Korban menambahkan, waktu sampai di depan SMP Negeri 1 Kupang Tengah kedua pelaku berhenti dan salah satunya menyeberang jalan dan mau melempari korban dengan botol berisi bensin. Beruntungnya ada pengedara lain yang lewat sehingga pelaku tidak jadi melakukan aksinya. Karena aksinya tidak berhasil, pelaku lalu memaki korban.

“Para pelaku terus melakukan aksinya dengan kembali mengejar kami berdua. Mereka tidak kasih kami kesempatan. Kami lari sangat ketakutan. Selain kami, ada juga korban lain yakni satu mobil yang dimintai uang oleh pelaku. Di lokasi tersebut kedua pelaku diringkus anggota polisi,” ungkap korban.

Hani merasa trauma dengan kejadian tersebut, bahkan sempat pingsan. Ia berharap kasus ini ditindak tegas dan kedua pelaku diproses hukum.

“Saya tidak tahu apa alasan mereka mengejar kami. Kami sudah buat laporan dan sudah diambil keterangan oleh penyidik. Harapan dari saya kasus ini tetap diproses siapa pun pelakunya, hukum tetap berjalan sesuai aturan yang ada. Sampai sekarang saya masih merasakan trauma,” ujar Hani.

Laporan: Chris Bani 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *