Embun Segar yang Kurindukan

Pagi ini kulihat embun masih tegar menempel di kaca jendela kamarku.
Semalam hujan telah meninggalkan dia sendirian. Kata hujan, “Besok pagi dia akan kembali menemui embun.”

Namun, hingga siang hujan tak kunjung datang dan embun pun beranjak. Ketika ia beranjak pergi, ia tak mengabarkan kapan akan kembali hingga aku tak tahu masa dan waktunya dia akan kembali.

Bacaan Lainnya

Seperti rindu. Rasa rindu memang selalu kurasakan dan dirasakan oleh mereka yang merasakan cinta dan meyakini cinta. Merindu bisa menjadi hal yang menyenangkan, namun bisa juga menjadi hal yang menyakitkan untuk dinikmati dan diselami.

Ada saatnya dimana sangat merindukan seseorang hingga ingin menjemputnya dari mimpi dan memeluknya di dunia nyata. Benar kata Dilan: “Rindu itu berat. Berat karena tak kuasa kita menanggungnya.”

Foto-foto diambil dari Akun FB Kolmaleikol Manimabi

Rindu tidak hanya muncul karena jarak yang terpisah. Tapi juga karena keinginan yang tidak terwujud. Merindu tanpa pernah bertemu, setali tiga uang dengan menciptakan lagu yang tak pernah ternyanyikan.

Aku ingin menyanyikan lagu, lagu rindu untukmu, karena Jika hati ini tak mampu membendung segala kerinduan, oh, betapa hendak kemana kutumpahkan? Aku tak berdaya. Kulakukan satu hal untukmu, mendoakanmu. Mungkin di saat ini aku hanya bisa menahan kerinduan ini, sampai tiba saatnya nanti aku bisa bertemu dan melepaskan kerinduan ini bersamamu. Ya, bersamamu yang kurindu selamanya.

#Bikoen, 24 juli 2020

 

Penulis: Kolmaleikol Manimabi
Editor: Heronimus Bani

Pos terkait